Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Papua Tengah > Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Berita FotoNasionalPapua TengahPolhukam

Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM

admin
Last updated: May 13, 2026 22:17
By
admin
Byadmin
Follow:
155 Views
3 months ago
Share
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
List of Images 1/22
DSC00628
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00745
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00594
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00714
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00597
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00624
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00586
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00769
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00656
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00588
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00705
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00763
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00598
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00758
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00760
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00717
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00619
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00592
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00583
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00607
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00580
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
DSC00587
Foto: Nirmeke.com/Mas Beni
SHARE

Jakarta – Nirmeke.com – ALIANSI mahasiswa Papua dari Front Anti-Militerisme dan Investasi melakukan unjuk rasa di depan kantor Kementerian Hak Asasi Manusia, Jakarta, pada Senin, 11 Mei 2026. Sekitar 50 orang massa menuntut pemerintah menyelesaikan dugaan kasus kekerasan polisi di Moanemani, Kabupaten Dogiyai, yang mencapai sedikitnya lima orang asli Papua pada penghujung Maret lalu.

Menurut massa aksi, kasus kekerasan aparat hukum dan militer telah berulang kali menumpahkan darah warga Papua, namun pemerintah tidak mengusutnya. “TNI dan Polri adalah mereka yang menjaga rakyatnya sendiri tapi kenyataannya di tanah Papua adalah pembunuh kawan-kawan!” kata koordinator lapangan aksi, Oktowimelek Gobay, dari atas komando mobil.

Pada 30 Maret lalu, situasi di Moanemani, Kabupaten Dogiyai mencekam. Penyebabnya, polisi menemukan mayat Brigadir Dua Juventus Edowai di parit Gereja Ebenezer, Moanemani. Anggota Kepolisian Resor Dogiyai diduga tewas akibat tebasan senjata tajam.

Baca Juga:  Lis Tabuni Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Pelajar dan Mahasiswa Lanny Jaya di Nabire

Menukil laporan  Tempo  bertajuk “Paskah Mencekam di Dogiyai” yang terbit pada 6 April 2026, kepolisian mengatur organisasi warga Dogiyai usai penemuan mayat anggotanya. Polisi bahkan menembak hingga menyebabkan tiga orang tewas dan sejumlah luka-luka lainnya.

Salah seorang warga yang dibajak adalah perempuan berusia 70 tahun dan anak laki-laki berusia 11 tahun. Perempuan itu tertembak ketika tengah memasak di dapur. Komisi Nasional HAM Papua mencatat ada lima orang warga sipil, dan satu personel polisi tewas.

Namun Front Anti Militerisme dan Investasi mencatat jumlah korban yang lebih tinggi, yaitu 8 orang dari sipil. Mereka pun mengambil tindakan itu dan mengambil tindakan di sisi mana pun dari institusi Polri.

Oktowimelek Gobay menegaskan bahwa apa yang dialami oleh warga Papua tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang menyatakan bahwa setiap warga negara, masyarakat termasuk Papua, berhak atas perlindungan HAM.

Baca Juga:  Lina Hisage Pecahkan Rekor Nasional Tolak Peluru U18 Putri di ASEAN Schools Games 2025

Massa aksi juga menuntut menarik tentara pemerintah dan personel polisi yang ditempatkan di Papua. Gobay menyatakan bahwa akar permasalahan di Tanah Papua adalah ketidaksetaraan ekonomi dan hak politik, sehingga pengarahan aparat bukanlah solusi.

Massa aksi mendesak Menteri HAM Natalius Pigai untuk membahas mereka dan memberikan solusi nyata. “Natalius Pigai sebagai orang Papua harus keluar di depan orang Papua. Sama seperti kamu, kita menuntut keadilan!” ujar wakil koordinator lapangan aksi, Laban Jingga, dari atas komando mobil. *(merah)

 

Laporan: Anis Giyai

Foto dokumentasi: Aliansi Mahasiswa Papua (Front Anti-Militerisme dan Investasi) menunjukkan rasa untuk menolak kebijakan militer dan investasi di Papua di depan Kantor Kementerian HAM, Jakarta, 11 Mei 2026/dibagikan oleh Mas Beni (Via WhatsApp).

 

Related

You Might Also Like

Kuasa Hukum Nilai Vonis Kasus Penembakan di Yahukimo Belum Maksimal

Tim Pansus HAM MRPP Laporkan Situasi Lokasi Pengeboman oleh Militer Non-Organik di Lanny Jaya

Aliansi Masyarakat Distrik Walaik Tolak Kehadiran TNI Non Organik di Tanah Adat

Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak

KNPB Desak Pembebasan 4 Aktivis dan Hentikan Penangkapan Liar di Yahukimo

TAGGED:Alliansi Mahasiswa PapuaDogiyaiMenteri HAMMiliterismeNalius PigaiPapua Tengah

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Next Article KNPB Yahukimo Sebut Penangkapan Aktivis Kemanusiaan Cederai Hukum, Kone Kobak Akhirnya Dibebaskan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Apa Itu “Wim Luka Tok”? Atraksi Langka Ini Akan Tampil di Pra-FBLB Pasir Putih
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Pariwisata
22 hours ago
KNPB Mamberamo Tengah Gelar Aksi Damai, Tolak Militerisme dan Soroti Krisis Kemanusiaan
Tanah Papua
1 day ago
KNPB Yahukimo Gelar Aksi Damai, Soroti Situasi Keamanan dan Kemanusiaan di Papua
Polhukam Tanah Papua
1 day ago
Umat Katolik Stasi Yesus Ninelo Jago Wogi Tegas Tolak Program Cetak Sawah di Silo Sukarnodoga
Papua Pegunungan Tanah Papua
1 day ago
Baca juga
HeadlinePolhukamTanah Papua

Ketua DPRP: Jangan Stigma Warga Papua Separatis dari Penampilan Gimbal dan Janggut

1 year ago
PolhukamTanah Papua

Ujaran Rasis Picu Kerusuhan di Yalimo, Satu Orang Tewas dan Dua Luka Akibat Tembakan Aparat

11 months ago
PolhukamTanah Papua

Gelombang Aksi Serentak di Papua: Jayapura–Wamena Memanas, Isu Militerisme dan Krisis Kemanusiaan Menguat

3 months ago
Polhukam

Pemerintah Kehilangan Kendali Atasi Konflik Horizontal Dalam Pesta Demokrasi di Papua Pegunungan

2 years ago
PolhukamTanah Papua

Peluru Meledak di Tengah Kerusuhan Yalimo, Picu Kepanikan Massa

11 months ago
PolhukamTanah Papua

Breaking News: Massa Boikot Jalan dan Duduki Polres Sorong Tolak Pemindahan 4 Tapol Papua ke Makassar

11 months ago
PolhukamTanah Papua

Jokowi Sama Dengan Putin, Mengunakan Kekutan Negara Membunuh Rakyat Sipil di Papua

3 years ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer

7 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?