Wamena, nirmeke.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan, Yos Ellopere, menyoroti cara pandang aparat keamanan terhadap masyarakat lokal yang dinilainya sering keliru, khususnya terkait penampilan fisik seperti rambut gimbal dan janggut tebal.
Menurutnya, gaya rambut dan penampilan seperti itu merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Papua Pegunungan, bukan indikasi keterlibatan dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM).
“Rambut gimbal, janggut, atau kumis tebal itu bukan berarti dia anggota TPNPB. Itu gaya hidup dan budaya masyarakat Papua Pegunungan. Bahkan dalam tradisi kami, jika ada anggota keluarga yang meninggal, seseorang bisa tidak mencukur rambut dan jenggot sebagai tanda berduka atau puasa selama berbulan-bulan, bahkan hingga setahun,” jelas Yos, Selasa (17/6/2025).
Yos menyebut banyak masyarakat lokal merasa terintimidasi hanya karena berpenampilan tidak ‘rapi’ menurut standar luar. Ia menilai aparat yang dikirim dari luar Papua kerap membawa cara pandang yang tidak sesuai dengan realitas sosial-budaya masyarakat setempat.
“Banyak anggota dikirim, tapi kami minta agar mereka dibekali pemahaman budaya dan pendekatan antropologis. Kalau tidak, yang jadi korban nanti adalah masyarakat sipil yang tak tahu apa-apa,” ujarnya.
Ia juga menyoroti persoalan keterbukaan informasi soal jumlah pasukan yang dikirim ke Papua Pegunungan. Menurutnya, harus ada transparansi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah guna menjamin koordinasi yang baik dan mencegah keresahan publik.
“Sebagai pimpinan DPR di daerah, kami perlu tahu berapa jumlah pasukan yang dikirim. Ini penting untuk memastikan keamanan tanpa menciptakan rasa takut di tengah masyarakat,” tegasnya.
Yos menutup pernyataannya dengan menyerukan agar semua pihak membangun situasi damai melalui pendekatan humanis dan menghargai nilai-nilai lokal.(*)
