Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: LBH Papua Merauke Minta Presiden Hentikan Pelibatan TNI dalam Sengketa Tanah Adat Marga Kamuyend
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > LBH Papua Merauke Minta Presiden Hentikan Pelibatan TNI dalam Sengketa Tanah Adat Marga Kamuyend
LingkunganNasionalSiaran PersTanah Papua

LBH Papua Merauke Minta Presiden Hentikan Pelibatan TNI dalam Sengketa Tanah Adat Marga Kamuyend

admin
Last updated: May 31, 2026 21:13
By
admin
Byadmin
Follow:
75 Views
4 months ago
Share
Presiden Diminta Hentikan Pelibatan TNI di Konflik Tanah Adat Kamuyend - Istimewa
SHARE

Merauke, nirmeke.com — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera memerintahkan Panglima TNI menghentikan pelibatan aparat militer dalam konflik tanah adat Marga Kamuyend di Kampung Nakias, Distrik Ngguti, Provinsi Papua Selatan.

Iklan Nirmeke

Desakan tersebut disampaikan LBH Papua Merauke setelah menerima laporan dari masyarakat adat terkait dugaan keterlibatan aparat TNI Angkatan Darat dalam merespons aksi pemalangan yang dilakukan pemilik hak ulayat terhadap proyek pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer yang melintasi wilayah adat mereka.

Direktur LBH Papua Merauke menyatakan, berdasarkan laporan yang diterima, sekitar 10 aparat militer bersenjata lengkap mendatangi lokasi pemalangan pada Sabtu (23/5/2026) dan mempertanyakan alasan penancapan salib yang dilakukan masyarakat adat sebagai simbol penolakan terhadap aktivitas pembangunan di wilayah tersebut.

Menurut LBH Papua Merauke, Marga Kamuyend sebelumnya telah memasang salib di lokasi sengketa sejak 8 Oktober 2025 sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas pembangunan di atas tanah adat mereka. Namun, masyarakat mengklaim simbol tersebut sempat dicabut oleh pihak yang tidak diketahui dan aktivitas pembukaan lahan tetap berlangsung.

Baca Juga:  PJ. Semuel gelar Pertemuan Perdana Dengan OPD. Ini Sejumlah Penegasannya

Sebagai kuasa hukum Marga Kamuyend, LBH Papua Merauke menegaskan bahwa masyarakat adat telah berulang kali menyampaikan penolakan terhadap proyek tersebut. Penolakan itu, menurut mereka, juga pernah disampaikan secara langsung kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan saat kunjungan kerja ke Kampung Nakias pada tahun 2025.

LBH Papua Merauke berpendapat bahwa aksi pemalangan merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai yang dilakukan masyarakat adat untuk mempertahankan hak ulayat mereka. Selain itu, pihaknya menyebut bahwa sengketa tersebut sedang dalam proses hukum dan mengacu pada perintah Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura agar tidak ada aktivitas di lokasi yang menjadi objek sengketa hingga adanya putusan berkekuatan hukum tetap.

Dalam siaran persnya, LBH Papua Merauke juga mempertanyakan dasar hukum pelibatan TNI dalam konflik yang menurut mereka berada dalam ranah sipil. Organisasi bantuan hukum tersebut menilai keterlibatan militer dalam pengamanan proyek pembangunan berpotensi menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat serta dapat memicu pelanggaran hak asasi manusia.

Baca Juga:  Ribuan Massa Hadiri Kampanye Terbuka Jones dan Murni di Wamena

Atas dasar itu, LBH Papua Merauke menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta Presiden RI memerintahkan Panglima TNI memastikan tidak ada keterlibatan TNI dalam konflik tanah adat Marga Kamuyend dan menghormati aksi pemalangan yang dilakukan masyarakat adat. Kedua, mendesak seluruh pihak mematuhi perintah PTUN Jayapura untuk menghentikan aktivitas pembukaan lahan di wilayah sengketa. Ketiga, meminta Komisi I DPR RI mengevaluasi keterlibatan TNI dalam proyek-proyek strategis nasional yang dinilai tidak sesuai dengan tugas dan fungsi pertahanan negara.

Hingga siaran pers ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari TNI, pemerintah daerah, maupun pihak yang mengerjakan proyek jalan tersebut terkait tuntutan dan tuduhan yang disampaikan LBH Papua Merauke.

Versi ini sudah menggunakan prinsip keberimbangan dengan menegaskan bahwa sejumlah pernyataan merupakan klaim atau tuduhan dari pihak LBH Papua Merauke dan masyarakat adat, serta mencantumkan bahwa tanggapan dari pihak terkait belum diperoleh.(*)

Related

You Might Also Like

Ketua DPRP Papua Pegunungan Apresiasi Liga 4, Tekankan Sportivitas dan Kebersamaan

Eskalasi Kekerasan di Papua Terus Meningkat, Mahasiswa Jayawijaya Kritik Kinerja Ketua DPR Papua

Seruan Kembali ke Pangan Lokal, Kritik Ketergantungan Beras dan Ancaman Alih Fungsi Lahan

Diduga Ada Keterlibatan Pengurus Gereja, OMK Palang Kapela Yesus Elalin Wouma

Koperasi Walesi Jadi Percontohan Papua Pegunungan, Terima Bantuan Rp100 Juta

TAGGED:LBH Papua MeraukePelibatan TNI dalam Sengketa Tanah Adat Marga Kamuyend

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Bupati Yunus Wonda Minta Warga Stop Berkebun di Kawasan Cagar Alam Cyclop
Next Article KNPB Serukan Konsolidasi Terbuka, Soroti Situasi Darurat Kemanusiaan di Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Warga Wamena Minta Pemkab Pasang Lampu Jalan dan Tertibkan Penjualan BBM Eceran
Infrastruktur
23 hours ago
Ketua DPR Papua Pegunungan Minta APBD-P 2026 Diprioritaskan untuk Korban Bencana
Papua Pegunungan
23 hours ago
APBD-P Papua Pegunungan Naik Jadi Rp1,957 Triliun, DPR Minta OPD Bertanggung Jawab
Papua Pegunungan
3 days ago
Papua Kembali Disorot di PBB, Vanuatu Desak Komisaris Tinggi HAM Turun ke Lapangan
Nasional Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Baca juga
PolhukamTanah Papua

Gelar Mimbar Bebas, Rakyat Papua melawan Rasisme Desak Victor Yeimo Bebaskan Tanpa Syarat

3 years ago
Perempuan & AnakTanah Papua

Bupati Yahukimo Lantik Pengurus GOW 2025–2030, Dorong Perempuan Aktif Melayani di Berbagai Sektor

11 months ago
Tanah Papua

Sempat di Hadang Polisi, KNPB Gelar Aksi di Lapangan Zakeus Abepura

3 years ago
Tanah Papua

Rakyat West Papua Wilayah Saireri Konsisten Mendukung Agenda Keanggotaan Penuh ULMWP di MSG

3 years ago
Tanah Papua

Terkait Polemik Kursi Agama MRP, Ini Tangapan Wamendagri Wempi Wetipo

3 years ago
Tanah Papua

Elpius Hugi Wakili Plh Gubernur Papua Hadiri Perayaan 129 Tahun Masuknya Misi Katolik di Fakfak

3 years ago
PolhukamTanah Papua

KNPB dan AMP Serahkan Surat Pemberitahuan Aksi ke Polrestabes Makassar

1 year ago
Papua PegununganPendidikan

Rekrutmen Honorer K2 Dinilai Sarat Kepentingan, Guru Lama Dikorbankan hingga Palang SD Inpres Muliama

7 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?