Sentani, nirmeke.com – Bupati Kabupaten Jayapura, Yunus Wonda, mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuka kebun di kawasan Cagar Alam Cyclop demi mencegah kerusakan lingkungan dan potensi bencana alam di masa mendatang.
Imbauan tersebut disampaikan Yunus Wonda usai kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat Lapago dan Meepago di Kampung Toladan, Sentani, Jumat (22/5/2026).
“Kami minta masyarakat jangan lagi berkebun di atas Gunung Cyclop. Mari kita sama-sama jaga Cyclop,” ujar Yunus Wonda kepada wartawan Nirmeke.com.
Menurutnya, aktivitas berkebun dan penebangan pohon yang masuk hingga kawasan cagar alam berpotensi memicu bencana besar seperti yang pernah terjadi pada tahun 2019.
“Peristiwa tahun 2019 tidak boleh terulang lagi. Karena itu saya minta masyarakat bikin kebun di bawah batas kawasan cagar alam dan hutan layak pakai,” katanya.
Yunus mengaku telah menyampaikan imbauan tersebut kepada masyarakat di sejumlah wilayah, mulai dari Sabron hingga Kampung Toladan, agar tidak lagi membuka lahan di kawasan pegunungan Cyclop.
Ia juga menanggapi berbagai komentar di media sosial terkait kebijakannya melarang aktivitas berkebun di kawasan Cyclop. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Masyarakat akan dengar apa yang saya bicara. Kita harus sama-sama jaga Gunung Cyclop,” tegasnya.
Terkait aktivitas pengambilan kayu di kawasan hutan, Yunus Wonda menegaskan bahwa sebagian besar aktivitas tersebut sudah berlangsung lama dan berkaitan dengan izin kehutanan yang bukan dikeluarkan pemerintah kabupaten.
“Itu sudah berjalan lama sebelum saya jadi bupati. Tapi kami sedang berusaha merapikan semuanya,” ujarnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat ikut menjaga kawasan Cagar Alam Cyclop sebagai sumber kehidupan dan penyangga ekosistem bagi Kabupaten Jayapura.(*)
Pewarta: Yance Wenda
