Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Tim Pansus HAM MRPP Laporkan Situasi Lokasi Pengeboman oleh Militer Non-Organik di Lanny Jaya
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Tim Pansus HAM MRPP Laporkan Situasi Lokasi Pengeboman oleh Militer Non-Organik di Lanny Jaya
PolhukamTanah Papua

Tim Pansus HAM MRPP Laporkan Situasi Lokasi Pengeboman oleh Militer Non-Organik di Lanny Jaya

admin
Last updated: October 9, 2025 16:22
By
admin
Byadmin
Follow:
4 months ago
Share
7 Min Read
Setibanya di Lanny Jaya, rombongan MRP menggelar pertemuan dengan Bupati Lanny Jaya, Dandim, dan Kapolres setempat untuk meminta penjelasan resmi terkait laporan masyarakat soal pengeboman. - Dok
SHARE

“Temukan warga sipil trauma, satu korban tewas belum dievakuasi, dan desakan agar pasukan non-organik segera ditarik dari wilayah Papua Pegunungan.”

Lanny Jaya, nirmeke.com — Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Pegunungan melaporkan situasi kemanusiaan di Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, pasca pengeboman oleh aparat militer non-organik pada Minggu (5/10/2025). Laporan tersebut disampaikan setelah tim MRP meninjau langsung lokasi dan bertemu masyarakat serta pemerintah daerah.

Iklan Nirmeke

Operasi tersebut menyebabkan ribuan warga mengungsi, sejumlah kampung kosong, dan satu korban jiwa dari marga Wenda yang hingga kini belum dievakuasi dari lokasi kejadian.

Sebanyak 12 anggota MRP Papua Pegunungan yang tergabung dalam Tim Pansus HAM Kemanusiaan Situasi Keamanan di Lanny Jaya turun langsung ke lokasi untuk memantau situasi dan mendengarkan kesaksian warga. Mereka adalah Nius Kogoya (unsur adat), Enos Wakerkwa (unsur adat), Ere Wakur (unsur perempuan), Johny G. Wonda (unsur adat), Liinas Gwijangge (unsur adat), Steven Asso (unsur agama), Timotius Yanengga (unsur adat), Saina Kobak (unsur perempuan), Sarah Ita Wahla (unsur perempuan), dan Menase Loho (unsur agama).

Tim berangkat dari Wamena menuju Lanny Jaya pada Sabtu (6/10) pukul 11.00 WIT dan tiba sore harinya.

Setibanya di Lanny Jaya, rombongan MRP menggelar pertemuan dengan Bupati Lanny Jaya, Dandim, dan Kapolres, Forkopimda dan Masyarakat setempat untuk meminta penjelasan resmi terkait laporan masyarakat soal pengeboman.

“Kami menerima laporan dari warga bahwa dua helikopter TNI masuk ke wilayah Melagi dan menjatuhkan bom di sekitar pemukiman. Saat itu masyarakat sedang berada di dalam gereja. Mereka panik dan lari menyelamatkan diri,” ungkap salah satu anggota MRP Papua Pegunungan usai pertemuan, Rabu (8/10/2025).

Menurut laporan warga yang diterima MRP, pengeboman dilakukan dua kali: pertama di pemukiman warga dan kedua di hutan tempat warga bersembunyi. “Sampai sekarang jenazah korban dari marga Wenda belum diambil. Dibiarkan membusuk di tempat kejadian,” lanjutnya.

Baca Juga:  Lince Kogoya Dilantik Menjadi Sekretaris MRP Papua Pegunungan Definitif

Namun, MRP menilai penjelasan pemerintah daerah dan aparat keamanan tidak transparan.

“Bupati, TNI, dan Polri menyampaikan bahwa Lanny Jaya aman-aman saja, padahal fakta di lapangan menunjukkan masyarakat jadi korban,” tegas anggota MRP.

Kunjungan Kemanusiaan, Bukan Politik

MRP Papua Pegunungan menegaskan bahwa kunjungan mereka murni untuk kemanusiaan, bukan untuk kepentingan politik. Sebagai lembaga kultur, MRP berlandaskan tiga prinsip utama: keberpihakan, perlindungan, dan pemberdayaan masyarakat asli Papua.

“Kami tidak berpihak kepada pemerintah atau aparat mana pun. Kami datang untuk memastikan kondisi masyarakat di lapangan dan menyuarakan hak-hak mereka,” ujar salah satu anggota MRP.

Selain berdialog dengan aparat, tim MRP juga melakukan wawancara dengan tokoh kampung, kepala adat, dan masyarakat terdampak. Mereka mengumpulkan foto, rekaman, dan dokumentasi video untuk dilaporkan ke pimpinan MRP Papua Pegunungan.

Dari pemantauan, MRP menemukan adanya pergerakan kendaraan taktis dan pasukan non-organik yang terus keluar masuk wilayah setiap malam.

“Setiap malam ada lima sampai enam mobil militer masuk ke daerah, tapi pemerintah seolah tidak tahu, bahkan terkesan menutup-nutupi,” kata anggota MRP lainnya.

Suara Pokja Perempuan: Tarik Pasukan Non-Organik

Anggota MRP Papua Pegunungan dari Pokja Perempuan, Ere Wakur, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi masyarakat di Distrik Melagi dan Merenggineri yang mengalami trauma berat akibat operasi militer.

“Kami mohon kepada pemerintah agar pasukan non-organik segera ditarik dari wilayah ini. Masyarakat di kampung dan di hutan-hutan hidup tidak nyaman. Mereka hanya ingin cari makan, tapi malah dikejar-kejar,” ujar Ere Wakur.

Menurutnya, kondisi masyarakat kini sangat tegang. “Di Lobanggong, Merenggineri, dan Melagi, warga trauma besar. Mereka bingung harus berlindung di mana. Kami anggota MRP sudah ke sana, tapi suasana di lapangan sangat menegangkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa permintaan penarikan pasukan non-organik merupakan suara langsung dari masyarakat yang disampaikan kepada tim MRP.

Baca Juga:  Ini Respon Bupati Jayawijaya Usai Temui Massa Aksi Demo CPNS di SMK Yapis

“Itu pesan dari masyarakat sendiri. Mereka minta agar pasukan non-organik ditarik karena keberadaan mereka membuat warga tidak aman dan hidup berantakan,” ujar Ere Wakur.

Ere Wakur menambahkan, pihaknya akan meneruskan aspirasi ini kepada pimpinan MRP Papua Pegunungan dan anggota MRP di seluruh Tanah Papua agar situasi ini mendapat perhatian serius.

“Permohonan ini kami teruskan ke seluruh anggota MRP di Tanah Papua. Kami tidak bisa diam ketika rakyat hidup dalam ketakutan,” tegasnya.

Hambatan dan Evaluasi

Dalam kunjungan tersebut, MRP sempat mengalami hambatan. Pemerintah daerah awalnya tidak mengizinkan tim masuk ke Distrik Melagi dengan alasan keamanan.

“Bupati awalnya tidak izinkan kami masuk, tapi kami tetap memaksa karena kami datang demi kemanusiaan. Akhirnya bupati menyiapkan enam kendaraan untuk kami menuju lokasi,” jelas salah satu anggota MRP.

Namun, sebelum mencapai lokasi, tim mendapat laporan baru dari kepala kampung bahwa terjadi pembunuhan terhadap warga sipil di Distrik Melagi. Situasi tersebut membuat aparat menahan tim MRP agar tidak melanjutkan perjalanan.

“Di depan mata masyarakat masih ada mayat. Kami ingin lihat sendiri, tapi perjalanan kami dibatalkan karena alasan keamanan,” ujarnya.

Seruan Moral kepada Pemerintah

Dalam rapat bersama di depan kantor bupati, anggota MRP menegaskan agar pejabat daerah tidak mengabaikan penderitaan rakyat di bawah.

“Bupati dan seluruh ASN jangan hanya pikir jabatan atau posisi. Lihat rakyat kecil yang jadi korban. Ini soal kemanusiaan,” tegas salah satu anggota MRP perempuan.

Hasil dokumentasi dan kesaksian warga kini menjadi bahan laporan resmi MRP Papua Pegunungan kepada pimpinan lembaga di tingkat provinsi. Laporan ini juga akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah pusat dan lembaga penegak hukum.

“Semua bukti rekaman dan foto sudah kami arsipkan. Kami akan kawal terus agar masyarakat sipil mendapat perlindungan dan operasi militer dihentikan,” tutup perwakilan MRP.(*)

Pewarta: Aguz Pabika

Related

You Might Also Like

Desak Uskup Mandagi Lakukan Klarifikasi, Umat Katolik Buat Aksi Spontan di Halaman Gereja

Ini Respon Bupati Jayawijaya Usai Temui Massa Aksi Demo CPNS di SMK Yapis

Maju Lewat Jalur Independen, Paslon ADEM Siap Bertarung di Pilkada Bupati Jayawijaya

Peringati Hari Pahlawan Nasional, Wakil Bupati Fredi Ginia Tabuni Komit Bangun dari Kampung ke Kota

Pj Bupati Jayawijaya Apresiasi Kegiatan Seminar Kebudayaan Lembah Balim Dalam Menjaga Warisan Budaya Leluhur

TAGGED:Militer Non-Organik di Lanny JayaMRP Papua PegununganOperasi Militer di Lanny JayaRibuan Warga Melagi Mengungsi

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article MRP Papua Pegunungan Temukan Korban Belum Dievakuasi di Lokasi Pengeboman Lanny Jaya
Next Article MRP Papua Pegunungan Kritik Bupati Lanny Jaya yang Tutup Mata atas Pengeboman Warga
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Sidang Perdana Korupsi Dana Kampung Lanny Jaya Digelar, Peran Mantan Pj Bupati Dipertanyakan
Tanah Papua
13 hours ago
Hak Pelatih dan Pemain Belum Dibayar, Persipuja Terancam Tak Ikut Liga 4 Papua Tengah
Olaraga
15 hours ago
15 Februari, Jemaat GB Imanuel Teladan Sentani Gelar Pemilihan Badan Pelayanan 2026–2030
Tanah Papua
16 hours ago
Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Tanah Papua

PLT Kepala Kampung Kumima Janji Bawa Perubahan, MRP Ajak Warga Masuk Kebun

5 months ago
Kabar DaerahPolhukamTanah Papua

Sejumlah OPD dan Pejabat Bank Papua Terlibat Korupsi Dana Desa Miliaran Rupiah di Kabupaten Lanny Jaya

5 months ago
Tanah Papua

Tindakan Polisi Terhadap Pdt. Benny Giay Merusak Citra Indonesia di Mata Dunia

4 years ago
Tanah Papua

Komnas HAM RI Tinjau Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan di Wamena

2 years ago
PendidikanTanah Papua

Lanny Jaya Jadi Pelopor Sekolah Rakyat di Papua Pegunungan

10 months ago
PolhukamTanah Papua

Enam Anggota KNPB Ditangkap, Sejumlah Aktivis Dipukul Polisi di Sentani

2 months ago
EditorialPolhukam

Kembali Terjadi Kriminalisasi Advokat dan Pembela HAM Leonard Ijie di Sorong Papua

3 years ago
InfrastrukturTanah Papua

7 Tahun Tak Nikmati Dana Desa, Warga Wakunyama Desak Bupati Yahukimo Ganti Kepala Kampung

7 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?