Lanny Jaya, nirmeke.com — Tim Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Pegunungan menemukan satu warga sipil yang tewas dan belum dievakuasi pasca pengeboman oleh aparat militer non-organik di Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya.
Temuan itu diperoleh saat 12 anggota MRP melakukan kunjungan lapangan ke Lanny Jaya pada Senin (6/10/2025) untuk memantau situasi keamanan dan kondisi masyarakat setelah operasi militer yang berlangsung sejak Minggu (5/10/2025).
“Korban atas nama Yohan Wenda, masih tergeletak di lokasi dan belum diambil hingga kini. Masyarakat melaporkan jenazah mulai membusuk,” ujar Adolof Kokoya, Ketua Tim Pansus HAM Kemanusiaan Situasi Keamanan di Lanny Jaya, yang dibentuk MRP Papua Pegunungan. Rabu (8/10/2025).
Menurut keterangan warga, dua helikopter militer menembakkan bom ke wilayah pemukiman saat masyarakat sedang berada di gereja. Serangan itu menyebabkan warga panik dan mengungsi ke hutan.
Anggota MRP dari Pokja Perempuan, yang tergabung dalam tim Pansus HAM, Ere Wakur, mendesak agar pasukan non-organik segera ditarik dari wilayah Lanny Jaya.
“Masyarakat trauma dan tidak bisa beraktivitas. Kami mohon kepada pemerintah untuk segera menarik pasukan non-organik dari kampung-kampung,” katanya.
MRP Papua Pegunungan menyatakan temuan ini akan dilaporkan secara resmi kepada pimpinan lembaga dan instansi terkait, termasuk Komnas HAM, untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur kemanusiaan. (*)
Laporan Tim Pansus HAM MRP
