Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
PolhukamTanah Papua

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala

admin
Last updated: May 4, 2026 15:14
By
admin
Byadmin
Follow:
74 Views
5 months ago
Share
Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala - Istimewa
SHARE

Makassar, nirmeke.com — Aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa Papua yang tergabung dalam Front Solidaritas Mahasiswa Papua – Pembebasan Rakyat Papua (FSMP-PRP) di Makassar berlangsung dalam pengawalan ketat aparat keamanan dan sempat dihadang kelompok organisasi masyarakat di sekitar Monumen Mandala, Sabtu (2/5/2026).

Iklan Nirmeke

Aksi ini digelar dalam rangka memperingati 63 tahun integrasi Papua ke dalam Indonesia yang oleh massa aksi disebut sebagai “aneksasi paksa” sejak 1 Mei 1963.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA, situasi di sekitar Asrama Mahasiswa Papua Cenderawasih IV telah dipantau oleh sejumlah pihak. Aparat kepolisian juga terlihat melakukan apel siaga di depan Monumen Mandala sebelum massa tiba di lokasi aksi.

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala – Istimewa

Sekitar pukul 09.00 WITA, sekitar 80 mahasiswa Papua berkumpul di halaman asrama untuk melakukan doa bersama sebelum bergerak menuju titik aksi. Aksi dipimpin oleh Ketua KNPB Konsulat Makassar, Andarias Sondegau, sementara doa dipimpin oleh Ketua Asrama Papua Cenderawasih IV, Anton Jikwa.

Baca Juga:  Usai Ibadah Pentakosta, Pj Bupati Lanny Jaya Berharap Tidak Ada Dualisme Dalam Gereja Baptis

Massa kemudian bergerak menuju Monumen Mandala sekitar pukul 09.17 WITA sambil melakukan long march, diiringi nyanyian dan orasi politik.

Namun, dalam perjalanan menuju lokasi aksi, massa dihadang oleh aparat gabungan TNI-Polri serta sejumlah organisasi masyarakat. Massa tertahan sekitar 10 meter dari titik aksi dengan pengamanan ketat yang melibatkan puluhan personel Brimob, kepolisian, dan TNI, serta kendaraan taktis termasuk mobil Dalmas dan water cannon.

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala – Istimewa

Ketegangan sempat terjadi saat orasi saling berhadapan antara massa aksi dan Ketua Ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI), Muh. Zulkifli, pada rentang waktu pukul 09.54 hingga 10.28 WITA.

Meski situasi mencekam, massa aksi tetap melanjutkan orasi secara bergantian. Negosiasi antara massa dan aparat keamanan akhirnya memungkinkan aksi tetap berlangsung secara terbatas di lokasi tersebut.

Baca Juga:  MRP: Rambut Gimbal Bukan Berarti Berafiliasi Dengan TPNPB OPM

Pada pukul 10.53 hingga 11.06 WITA, massa membacakan pernyataan sikap yang berisi 12 poin tuntutan, di antaranya:

  • Penolakan terhadap status integrasi Papua ke Indonesia yang dinilai ilegal
  • Desakan pengusutan kasus dugaan pelanggaran HAM di Papua, termasuk di Dogiyai dan Puncak
  • Penarikan TNI-Polri dari seluruh wilayah Papua
  • Pembukaan akses bagi jurnalis internasional
  • Pembebasan tahanan politik
  • Penolakan proyek strategis nasional dan sejumlah regulasi nasional
  • Tuntutan hak penentuan nasib sendiri bagi Papua

Usai membacakan tuntutan, massa aksi membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 11.06 WITA dan kembali ke asrama dengan berjalan kaki sambil melanjutkan orasi dan nyanyian.

Aksi berakhir sekitar pukul 11.50 WITA dengan evaluasi internal di asrama mahasiswa Papua.

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala – Istimewa

Hingga aksi berakhir, tidak dilaporkan adanya bentrokan fisik antara massa dan aparat, meskipun situasi sempat memanas akibat hadangan dan ketegangan di lapangan.

Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian mobilisasi mahasiswa Papua di berbagai kota di Indonesia yang menyoroti isu pelanggaran HAM, konflik bersenjata, dan situasi kemanusiaan di Tanah Papua.(*)

Related

You Might Also Like

Serangan Drone Bom di Nduga, Tiga Anggota TPNPB Gugur

Pemprov Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Tahap Ketiga untuk Korban Kebakaran di Tolikara

Pemkab Yahukimo Resmikan Gedung Gereja GIDI Jemaat Siloam Dekai

Anpropakos Yahukimo Fasilitasi Rapat Pemulihan Pelayanan Pendidikan, Kesehatan, dan Gereja Pasca Insiden di Angguruk

PSN vs Konstitusi: Mahasiswa dan Adat Bersatu di Sidang MK

TAGGED:Aksi 63 Tahun AneksasiFront Solidaritas Mahasiswa Papua – Pembebasan Rakyat Papua (FSMP-PRP) di MakassarKNPB Konsulat MakassarMahasiswa Papua di Makassar

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Next Article Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

24 Pemain Lolos Seleksi, Wamena United Putri Bidik Juara Liga Pertiwi 2026
Olaraga
15 hours ago
Hak Kesulungan Politik Sebagai Simbol Dalam Kontekstasi Politik
Artikel
16 hours ago
HIPMAS Papua Pegunungan Dorong Pengusaha Muda OAP Jadi Penggerak Ekonomi
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Tanah Papua
16 hours ago
Jeda El Niño, Anton Wetipo Dorong Pemerintah Normalisasi Sungai Baliem
Papua Pegunungan
2 days ago
Baca juga
Pemda Lanny Jaya di pimpin oleh Pj Bupati Lanny Jaya Petrus Wakerkwa serahkan hibah empat mobil ke Pemprov Papua Pegunungan - Dok
InfrastrukturTanah Papua

Pemuda Lanny Jaya: Beli Truk Sampah Tidak Bisa, Tapi Hibahkan Dana Miliaran ke Pemprov Bisa!

3 years ago
Papua Pegunungan

PKB Serahkan SK Kepengurusan di Papua Pegunungan, DPC Diminta Segera Jalankan Mesin Partai

1 month ago
Tanah Papua

Pemprov Papua Pegunungan Diminta Perhatikan Penyandang Disabilitas

2 years ago
HeadlineTanah Papua

Majelis Rakyat Papua Pegunungan Serukan Pemilu Damai untuk 8 Kabupaten pada Pilgub dan Pilbup 27 November 2024

2 years ago
MRP Papua PegununganPapua Pegunungan

MRP Papua Pegunungan dan DPRP Perkuat Koordinasi Bahas Regulasi dan Dukungan Kelembagaan

2 months ago
OlaragaTanah Papua

Pemkab Yahukimo Lepas Tim Futsal ASN Wakili Papua Pegunungan di Pornas XVII KORPRI di Palembang

12 months ago
KesehatanPolhukamTanah Papua

Bupati Yahukimo Pimpin Rakor Bahas Keamanan dan Reaktivasi Layanan Kesehatan

7 months ago
Ekonomi & BisnisTanah Papua

Distrik Walelagama Gelar Musrenbang RKPD 2027, Fokus Peningkatan Kualitas Hidup dan Ekonomi Inklusif

7 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?