Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: KNPB Yahukimo Sebut Penangkapan Aktivis Kemanusiaan Cederai Hukum, Kone Kobak Akhirnya Dibebaskan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > KNPB Yahukimo Sebut Penangkapan Aktivis Kemanusiaan Cederai Hukum, Kone Kobak Akhirnya Dibebaskan
Tanah Papua

KNPB Yahukimo Sebut Penangkapan Aktivis Kemanusiaan Cederai Hukum, Kone Kobak Akhirnya Dibebaskan

admin
Last updated: May 21, 2026 09:24
By
admin
Byadmin
Follow:
5 Views
1 hour ago
Share
SHARE

Dekai, nirmeke.com – Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Yahukimo, Ruben “Kone” Kobak, akhirnya dibebaskan dari tahanan Polres Yahukimo pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIT, setelah Badan Pengurus Wilayah (BPW) KNPB Yahukimo bersama sejumlah warga melakukan audiensi dan mendesak pihak kepolisian membebaskannya.

Iklan Nirmeke

Ketua BPW KNPB Yahukimo, Jhon Suhun, menilai penangkapan terhadap Kone Kobak merupakan tindakan yang mencederai hukum dan bentuk intimidasi terhadap aktivis sipil serta pegiat kemanusiaan di wilayah konflik.

“Penangkapan aktivis kemanusiaan tanpa dasar yang jelas adalah tindakan yang mencederai hukum dan hak-hak sipil masyarakat,” ujar Jhon Suhun dalam keterangannya.

Menurut KNPB, Kone ditangkap aparat gabungan TNI-Polri saat berada di rumah bersama adiknya pada Selasa (19/5/2026). Ia kemudian ditahan selama sekitar satu hari di Polres Yahukimo.

Baca Juga:  Uskup Jayapura Larang Pemerintah Bangun Kantor Gubernur di Kebun Masyarakat Adat Wouma dan Welesi

Kasat Reskrim Polres Yahukimo disebut menyampaikan bahwa penangkapan dilakukan setelah aparat menggeledah rumah yang dicurigai sebagai tempat tinggal anggota TPNPB. Dalam penggeledahan itu, aparat mengaku menemukan pisau dapur dan kapak yang dianggap sebagai barang bukti.

Namun Kone Kobak membantah tuduhan tersebut. Ia mengatakan rumah itu merupakan rumah warga sipil biasa dan bukan markas kelompok bersenjata.

“Saya ditangkap saat sedang main HP di dalam rumah. Aparat masuk, suruh angkat tangan lalu saya langsung dibawa tanpa dijelaskan alasan penangkapan,” kata Kone.

Ia juga mengaku mengalami tekanan saat diperiksa di ruang penyidik, termasuk dipukul dan dipaksa menandatangani pernyataan agar tidak terlibat dalam aktivitas perjuangan Papua Merdeka maupun organisasi KNPB.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Nilai Tuntutan 15 Tahun terhadap Lyogtogi Telenggen Tidak Berdasar dan Tidak Proporsional

KNPB Yahukimo menilai alasan penangkapan tidak masuk akal karena alat seperti kapak, parang, dan pisau dapur merupakan perlengkapan sehari-hari masyarakat Papua yang hidup dari berkebun dan berburu.

“Kapak dan parang adalah alat kerja masyarakat untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak logis jika itu dijadikan dasar kriminalisasi,” tegas Jhon Suhun.

KNPB juga menuding pola penangkapan warga sipil yang terjadi di Yahukimo selama ini sebagai bentuk teror dan intimidasi agar masyarakat hidup dalam ketakutan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Yahukimo maupun TNI terkait tudingan intimidasi dan dugaan kekerasan saat proses pemeriksaan terhadap Kone Kobak.(*)

Related

You Might Also Like

Sidang Kasus Pembunuhan Thobias Silak di PN Wamena Ditunda, Pengacara Desak Saksi Hadir Langsung

Pemkab Tolikara Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Karubaga

Pemkab Yahukimo Lepas Tim Futsal ASN Wakili Papua Pegunungan di Pornas XVII KORPRI di Palembang

Pemda Lanny Jaya Raih Opini WTP Untuk Ke Empat Kalinya

Asosiasi MRP Dorong Penggantian PP 54/2004 dan PP 64/2008 demi Penguatan Peran Orang Asli Papua

TAGGED:Aktivis PapuaKNPB YahukimoPenangkapan Aktivis Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Berita Foto Nasional Papua Tengah Polhukam
1 week ago
Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 weeks ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 weeks ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 weeks ago
Baca juga
InfrastrukturTanah Papua

Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak

4 months ago
Tanah Papua

Dewan Adat Suku Sentani Dukung Penetapan Calon Anggota MRP Jalur Agama

3 years ago
Tanah Papua

Sempat Vakum, IPMPKDPT Bangkit Lewat Penerimaan Anggota Baru 2025

9 months ago
Tanah Papua

Panitia Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua Resmi Terbentuk

7 months ago
KesehatanTanah Papua

Resmi Dikukuhkan, Bupati Yahukimo Dorong PKK dan Posyandu Perkuat Layanan Masyarakat

11 months ago
Tanah Papua

HUT ke-80 RI di Papua Pegunungan Berlangsung Khidmat, Gubernur Tabo Tekankan Persatuan

9 months ago
Tanah Papua

Puluhan Botol Miras Oplosan Diamankan Pemuda Katolik Musalfak 

2 years ago
HeadlineTanah Papua

Lukas Enembe Ditahan Lagi Sampai 12 April Mendatang

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?