Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Tolak Perubahan Nama Huwulama, DPRK Jayawijaya Diminta Hentikan Raperda Bermasalah
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Papua Pegunungan > Tolak Perubahan Nama Huwulama, DPRK Jayawijaya Diminta Hentikan Raperda Bermasalah
Papua PegununganTanah Papua

Tolak Perubahan Nama Huwulama, DPRK Jayawijaya Diminta Hentikan Raperda Bermasalah

admin
Last updated: February 24, 2026 21:06
By
admin
Byadmin
Follow:
97 Views
6 months ago
Share
DPRK Jayawijaya Tindaklanjuti Aspirasi Soal Perubahan Nama Suku Hubula Menjadi Huseloma - dok
SHARE

Wamena, nirmeke.com – Polemik perubahan nama wilayah adat Huwulama menjadi Huseloma kian memanas. Masyarakat adat dari lima distrik di wilayah Hubulama secara tegas menolak rencana tersebut dan mendesak DPRK Jayawijaya menghentikan pembahasan draf Raperda yang dinilai tidak sesuai sejarah dan legitimasi adat.

Iklan Nirmeke

Aspirasi itu diterima langsung Wakil Ketua Komisi A DPRK Jayawijaya, Maximus Itlay, di halaman Kantor DPRK Jayawijaya, Selasa (24/2/2026).

Maximus mengakui, setelah menelaah naskah akademik yang disusun Dinas Pariwisata bersama Yayasan YBHW, pihaknya menemukan adanya dugaan kekeliruan pemetaan wilayah adat. Beberapa wilayah suku disebut dimasukkan ke dalam kelompok lain yang dinilai tidak sesuai dengan fakta ulayat dan sejarah turun-temurun.

“Kami melihat naskah yang disusun agak keliru. Kalau kemarin dipaksakan disahkan, hari ini bisa saja sudah terjadi konflik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Memberikan Kenyamanan Bagi Masyarakat, Pj Bupati beserta Rombongan Borong Jualan Mama-mama di Pasar Sugapa

Menurut dia, penetapan wilayah adat tidak bisa dilakukan secara sepihak hanya berdasarkan kajian administratif tanpa melibatkan penuh pemilik hak ulayat. DPRK, kata dia, akan menghadirkan kepala-kepala suku dari 40 distrik, LMA, serta pihak MRP untuk melakukan sinkronisasi data sebelum Raperda dilanjutkan.

Sehari sebelumnya, Kepala Suku Besar Huwikosi, Owiale Kossi, menyatakan masyarakat adat Huwulama akan menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan resmi atas perubahan nama tersebut.

“Aksi ini untuk menyerahkan aspirasi penolakan perubahan nama Huwulama menjadi Huseloma kepada DPRK,” kata Owiale di Wamena, Senin (23/02).

Ia menjelaskan, aksi melibatkan masyarakat dari Distrik Hubikiak, Hubikosi, Witawaya, Pisugi, dan sekitarnya. Keputusan itu diambil melalui musyawarah adat di Hun Ai Suku Besar Huwikosi, Yelokolo, Kampung Hubikosi.

Dalam musyawarah tersebut, masyarakat adat menyatakan tetap mempertahankan nama dan wilayah adat Huwulama sebagai identitas sah berdasarkan sejarah dan legitimasi adat. Mereka juga mendesak LMA Jayawijaya dan DPRK agar menolak setiap upaya perubahan nama yang dinilai berpotensi memicu konflik horizontal.

Baca Juga:  AMPTPI: Kehadiran Wapres Ma'ruf Amin di Wamena Jangan Sampai Jadi Aktor Konflik

Maximus mengungkapkan, polemik wilayah adat ini turut berdampak pada proses DPR jalur pengangkatan. Penetapan kursi sangat bergantung pada validitas pembagian wilayah adat, sehingga pelantikan hingga kini belum memiliki kepastian.

“Keputusan akhir ada di meja Bupati. Dilantik atau ditunda demi perbaikan data, itu kewenangan pimpinan daerah. Tetapi bagi kami, kebenaran sejarah harus dijaga,” tegasnya.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat menilai perubahan nama tanpa legitimasi adat bukan hanya soal administrasi, melainkan menyangkut identitas, martabat, dan hak ulayat yang diwariskan turun-temurun. Jika tidak disikapi hati-hati, kebijakan ini dikhawatirkan memicu ketegangan sosial di wilayah Pegunungan Tengah. (Red)

Related

You Might Also Like

Gelar Mimbar Bebas, Rakyat Papua melawan Rasisme Desak Victor Yeimo Bebaskan Tanpa Syarat

Breaking News: Demo Asosiasi Kepala Desa di Kantor Bupati Jayawijaya Ricuh

TPNPB Serukan Persiapan ‘Revolusi Total’, Markas Pusat Instruksikan Pengecekan Logistik di 36 Kodap

Pj Sekda Puncak Jaya Yubelina Enumbi Ajak ASN Mulai Aktif di Tempat Tugas

Pemkab Jayawijaya Apresiasi Dokter Senior dan Tenaga Kesehatan Berprestasi di Hari Kesehatan Nasional

TAGGED:Distrik HubikiakDPRK JayawijayaHuwulamaKepala Suku Besar HuwikosiOwiale Kossi

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article KNPB Yahukimo Nyatakan Dekai Darurat Keamanan, Soroti Penangkapan Warga Sipil
Next Article WALHI Papua Tolak Perpanjangan IUPK Freeport, Sebut Negara Abaikan Hak Masyarakat Adat
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Dana Otsus Papua Besar, Pengawasan Lemah, Rakyat Masih Menunggu Kesejahteraan
Artikel Catatan Aktivis Papua
13 hours ago
Jejak Sunyi Bruder Eligius Fenenteruma, OFM: Fransiskan Pertama dari Orang Asli Papua
Artikel
19 hours ago
SPWP Soroti MBG di Papua, Henius: Jangan Abaikan Pendidikan dan Kesehatan
Papua Pegunungan Tanah Papua
19 hours ago
16 Ton Beras untuk Warga Kondaga, Kepala Distrik Tekankan Pembagian Merata
Papua Pegunungan
20 hours ago
Baca juga
PolhukamTanah Papua

Dandim Jayawijaya Tanggapi Penolakan Warga Ibele Terhadap Kehadiran TNI Non-Organik

1 year ago
PolhukamTanah Papua

Rakyat Intan Jaya Desak Pemerintah Usut Pembunuhan 15 Warga Sipil di Soanggama

10 months ago
Tanah Papua

Ini Sikap PMKRI Jayapura Terkait Video Penyiksaan Warga Sipil di Papua

2 years ago
InfrastrukturTanah Papua

Semangat Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo Terus Terlihat: 12 Puskesmas Telah Dibangun

10 months ago
PolhukamTanah Papua

Pesta Demokrasi 2024 di 3 DOB Dinodai Elit Politik Lokal Papua

3 years ago
Tanah Papua

Yafet Saram Hormati Keputusan Partai Soal Ketua DPRK Yahukimo

1 year ago
Siaran PersTanah Papua

FMPRP Manokwari Serukan Aksi Longmarch Peringati Hari HAM Internasional 10 Desember

9 months ago
HeadlineTanah Papua

Ini Agenda Umat Katolik di Kampung Yogonima Sambut Tahun Baru 2024

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?