Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Negara Abai, 23 Warga Tewas dan Hilang di Meborok Nduga Akibat Banjir Bandang
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Negara Abai, 23 Warga Tewas dan Hilang di Meborok Nduga Akibat Banjir Bandang
PolhukamTanah Papua

Negara Abai, 23 Warga Tewas dan Hilang di Meborok Nduga Akibat Banjir Bandang

admin
Last updated: November 14, 2025 13:24
By
admin
Byadmin
Follow:
3 months ago
Share
3 Min Read
upayakan evakuasi korban banjir bandang disertai longsor di nduga jumlah korban hilang bertambah - Dok
SHARE

Nduga, nirmeke.com — Banjir bandang disertai longsor menerjang Distrik Dal dan Distrik Meborok, Kabupaten Nduga, pada Sabtu, 1 November 2025, menewaskan 10 orang dan 13 lainnya hilang. Warga terdampak terpaksa menghadapi bencana tanpa kehadiran efektif dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten.

Iklan Nirmeke

Kementerian Sosial RI baru menyalurkan bantuan logistik ke Meborok pada 11–14 November, lebih dari satu minggu pascakejadian. Distribusi ke Dal dimulai 9–10 November, namun kecepatan dan jangkauan bantuan dinilai tidak memadai, mengingat kondisi darurat.

Anggota DPRK Nduga, Leri Gwijangge, menyatakan frustrasinya:

“Kami sudah sampaikan berulang kali, tapi tidak ada respons. Korban hilang tidak bisa dicari secara maksimal karena akses terhambat.”

Pencarian korban di Sungai Yuguru terhambat kehadiran aparat militer, sehingga warga lokal tidak bisa melakukan pencarian secara bebas. Jalur menuju Meborok ekstrem, sinyal komunikasi hilang, dan cuaca tidak menentu, memperparah kondisi darurat.

Baca Juga:  KNPB Desak Pembebasan 4 Aktivis dan Hentikan Penangkapan Liar di Yahukimo

Bantuan dan Sistem Mitigasi Lemah

Pemkab Nduga menyalurkan Rp200 juta untuk dua distrik terdampak. Namun bantuan fisik seperti tenda, selimut, dan logistik pokok masih sangat terbatas bagi 530 kepala keluarga terdampak. Tokoh muda Papua Pegunungan, Narik Yimin Tabuni, menilai pemerintah pusat minim empati terhadap warga terdampak.

Bencana ini menyingkap lemahnya sistem mitigasi dan peringatan dini di wilayah Papua Pegunungan. Infrastruktur evakuasi, alat berat, dan jaringan komunikasi darurat tidak tersedia memadai. Anggota DPR Matindas Meri menegaskan, wilayah rawan hidrometeorologi seperti Nduga harus memiliki sistem peringatan dini yang nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas.

Hal ini berdampak nyata ke warga diantaranya, Puluhan korban tewas dan hilang, keluarga dibiarkan tanpa kepastian, Pencarian korban terhambat, bantuan pokok terlambat, warga harus bertahan dengan risiko tinggi. Dan Trauma kolektif semakin dalam karena kehadiran negara terasa kosong saat warga paling membutuhkan.

Baca Juga:  OPD di Provinsi Papua Pegunungan  Didominasi Honorer Non OAP

Tuntutan Mendesak

  1. Buka akses jalur darat dan udara agar pencarian korban dan distribusi logistik berjalan cepat.
  2. Tuntaskan pencarian korban hingga semua yang hilang ditemukan.
  3. Percepat bantuan logistik darurat dan pastikan distribusi tepat sasaran.
  4. Perkuat mitigasi dan sistem peringatan dini untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
  5. Transparansi dan akuntabilitas dalam setiap langkah bantuan agar warga mengetahui detail distribusi dan penerimaannya.

Tragedi Meborok bukan sekadar bencana alam. Ia menjadi cermin kegagalan struktural negara: ketika warga di wilayah terpencil menghadapi bencana, negara justru absen. Nyawa yang hilang dan penderitaan yang meluas seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah pusat dan daerah bahwa kehadiran negara bukan retorika, tetapi tindakan nyata di lapangan.(*)

Pewarta: Grace Amelia

Related

You Might Also Like

Lokasi Kantor Gubernur Bermasalah, Masyarakat Tiga Aliansi Suku Hubula Minta Dialog Terbuka

Lambat Tangani Banjir Meborok, Anggota DPRK Nduga Kritik Pemerintah dan Minta Hentikan Operasi Militer

Ini 9 Point Rekomendasi MRP Se Tanah Papua dan Faksi Otsus Terkait Hak Politik OAP

LBH Papua Desak Kapolri Bebaskan Warga Sipil dan Usut Oknum Polisi Pelaku Kekerasan di Sorong

MRP Sebut 20 Kewenangan di UU Otsus Papua Tak Dijalankan Negara

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pemkab Jayawijaya Apresiasi Dokter Senior dan Tenaga Kesehatan Berprestasi di Hari Kesehatan Nasional
Next Article Mahasiswa STT Walter Post Jayapura Angkat Isu Rasisme Papua dalam Skripsi, Serukan Suara Keras Gereja dan Teolog
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Sidang Perdana Korupsi Dana Kampung Lanny Jaya Digelar, Peran Mantan Pj Bupati Dipertanyakan
Tanah Papua
12 hours ago
Hak Pelatih dan Pemain Belum Dibayar, Persipuja Terancam Tak Ikut Liga 4 Papua Tengah
Olaraga
14 hours ago
15 Februari, Jemaat GB Imanuel Teladan Sentani Gelar Pemilihan Badan Pelayanan 2026–2030
Tanah Papua
14 hours ago
Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Tanah Papua

Pencurian Sayur oleh TNI Non-Organik Picu Resah Warga Ibele-Jayawijaya

6 months ago
HeadlineTanah Papua

Belum ada Titik Terang, Pencarian Pilot Susi Air Diperluas ke Yahukimo dan Puncak

3 years ago
Siaran PersTanah Papua

LBH Papua Merauke: Penangkapan 11 Anggota Suara Kaum Awam Katolik Diduga Melanggar Hak Atas Kebebasan Berekspresi

2 weeks ago
Tanah Papua

Mahasiswa Puncak di Gorontalo Desak Panglima TNI Adili Pelaku Penembakan Terina Murib

12 months ago
Tanah Papua

Breaking News: Dijaga Ketat Aparat, Pemerintah Bawa Alat Berat Bongkar Lahan di Welesi

3 years ago
Tanah Papua

Sempat di Hadang Polisi, KNPB Gelar Aksi di Lapangan Zakeus Abepura

2 years ago
Tanah Papua

MRP Provinsi Papua Minta Pelaku Pelecehan Uskup Jayapura Diproses Hukum

2 years ago
PolhukamTanah Papua

Pemerintah Dinilai Abai, Mahasiswa Nduga Tuntut Penanganan Segera Banjir Bandang Meborok

3 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?