Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: MRP Papua Pegunungan Keluhkan Anggaran: Delapan Bulan Hanya Terima Gaji, Kunjungan Kerja dan Reses Terhenti
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kerjasama > MRP Papua Pegunungan > MRP Papua Pegunungan Keluhkan Anggaran: Delapan Bulan Hanya Terima Gaji, Kunjungan Kerja dan Reses Terhenti
MRP Papua PegununganPapua Pegunungan

MRP Papua Pegunungan Keluhkan Anggaran: Delapan Bulan Hanya Terima Gaji, Kunjungan Kerja dan Reses Terhenti

admin
Last updated: August 5, 2026 15:48
By
admin
Byadmin
Follow:
4 Views
2 hours ago
Share
MRP Papua Pegunungan Bahas Dukungan Anggaran Bersama TAPD - Dok Humas
SHARE

Wamena, nirmeke.com — Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Pegunungan mengungkap persoalan serius dalam pelaksanaan tugas kelembagaan. Hampir delapan bulan terakhir, pimpinan dan anggota MRP disebut tidak dapat melakukan kunjungan kerja maupun reses ke wilayah masing-masing karena tidak tersedianya biaya kegiatan.

Iklan Nirmeke

Persoalan tersebut disampaikan Ketua MRP Papua Pegunungan, Agus Nikilik Hubi, dalam rapat terbatas bersama Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Papua Pegunungan dan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (4/8/2026).

Pertemuan berlangsung di ruang rapat Sekretariat MRP Papua Pegunungan dan membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi kelembagaan, mulai dari agenda regulasi hingga dukungan anggaran.

Ketua MRPP mengatakan, koordinasi dengan DPRP diperlukan untuk mempercepat pembahasan sejumlah regulasi, terutama Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang berkaitan dengan konflik, persoalan sosial dan perlindungan masyarakat di Papua Pegunungan.

“Kami dari MRP bersama DPRP koordinasi cukup bagus. Ada beberapa hal yang kami bicarakan, terutama terkait regulasi atau Perdasus yang di dalamnya menyangkut konflik, perang dan persoalan lainnya,” ujar Hubi.

Menurutnya, pembahasan regulasi membutuhkan agenda dan jadwal yang jelas agar berbagai rancangan regulasi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dapat segera diproses sesuai mekanisme.

Hampir Delapan Bulan, Kunjungan Kerja dan Reses Terhenti

Di luar agenda regulasi, persoalan anggaran menjadi salah satu kendala utama MRP dalam menjalankan tugasnya.

Hubi mengungkapkan, hampir delapan bulan terakhir pimpinan dan anggota MRP tidak dapat melakukan kunjungan kerja dan reses di wilayah masing-masing karena tidak tersedianya biaya kegiatan.

“Hampir delapan bulan terakhir pimpinan dan anggota tidak melakukan kunjungan kerja dan reses di wilayah masing-masing karena tidak ada biaya kegiatan. Selama ini hanya gaji saja,” katanya.

Baca Juga:  Memaknai Tujuan Otsus Papua di Usia 80 Tahun RI

Kondisi tersebut, menurut Ketua MRPP, membuat ruang gerak MRP untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi terbatas.

Padahal, kunjungan kerja dan reses menjadi salah satu ruang penting bagi anggota MRP untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat, melihat kondisi di lapangan, serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Keterbatasan anggaran juga dinilai berdampak terhadap kemampuan lembaga dalam merespons berbagai persoalan sosial dan konflik yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Pegunungan.

Hubi sebelumnya juga mengungkapkan bahwa sejumlah kebutuhan operasional lembaga belum berjalan sebagaimana mestinya selama delapan bulan terakhir.

“Selama delapan bulan ini kami di MRP hanya menerima gaji. Banyak kebutuhan lembaga yang belum berjalan. Karena itu kami undang DPRP untuk membicarakan bagaimana kehidupan lembaga MRP di Papua Pegunungan,” ujarnya.

MRP dan DPRP Bahas Agenda Regulasi

Dalam pertemuan dengan DPRP, MRP juga membahas sejumlah agenda regulasi yang dinilai strategis bagi Papua Pegunungan.

Salah satunya berkaitan dengan Perdasus yang mengatur persoalan konflik, perang dan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Hubi menilai koordinasi kedua lembaga perlu diperkuat agar pembahasan regulasi tidak berjalan tanpa kepastian jadwal.

“Kami perlu membuat satu jadwal yang jelas supaya regulasi atau Perdasus itu dapat diproses,” katanya.

Menurutnya, regulasi yang lahir di Papua Pegunungan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan perlindungan terhadap hak-hak Orang Asli Papua.

MRP Minta Tambahan Anggaran dalam APBD Perubahan

Setelah rapat bersama DPRP, pembahasan dilanjutkan dengan TAPD Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Pertemuan bersama TAPD dipimpin langsung oleh Ketua MRP Papua Pegunungan, Agus Nikilik Hubi, didampingi Wakil Ketua II MRP Papua Pegunungan, Benny Mawel, pimpinan pokja dan anggota MRPP juga turut hadir.

Baca Juga:  MRP Papua Pegunungan Gelar Rapat Pleno Pembukaan Masa Sidang I Tahun 2026

Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, unsur Bappeda, Badan Keuangan, Asisten II, Inspektorat serta staf ahli gubernur.

Dalam pertemuan tersebut, MRP menyampaikan berbagai kendala kelembagaan yang dihadapi sekaligus meminta adanya penambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026.

Ketua MRPP mengatakan tambahan anggaran dibutuhkan agar MRP dapat kembali menjalankan fungsi kelembagaannya, termasuk melakukan kunjungan kerja dan turun langsung ke wilayah yang mengalami konflik.

“Tujuannya adalah penambahan dana dalam perubahan. Kami ingin anggaran kami ditambah supaya kami bisa turun ke konflik-konflik di Wouma, Lanny Jaya, Tolikara, Yahukimo dan wilayah lainnya,” jelasnya.

Menurut Hubi, MRP tidak cukup hanya menjalankan tugas dari balik meja. Kehadiran lembaga di tengah masyarakat diperlukan untuk mendengar aspirasi, memantau persoalan dan menjalankan fungsi perlindungan terhadap masyarakat.

MRP Soroti Dukungan Dana Otsus

Hubi juga menyinggung sumber pembiayaan MRP yang berasal dari dana Otonomi Khusus (Otsus).

“Kendala kami adalah dana Otsus, karena kami dibiayai oleh dana Otsus. Sampai hari ini kami belum menikmati dukungan anggaran dengan baik karena ada pemotongan dari pusat,” ujarnya.

Ia berharap persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah provinsi dan dapat dicarikan solusi melalui pembahasan APBD Perubahan 2026.

Menurut Hubi, hasil pembahasan bersama TAPD telah diterima dengan baik dan akan diteruskan kepada pimpinan pemerintah provinsi untuk menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan anggaran.

“Kami berharap dana perubahan yang berpihak kepada masyarakat dan mendukung tugas MRP harus ditambah, supaya kami bisa menjalankan tugas dan turun langsung ke tengah masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang mengalami konflik,” harapnya.(*)

Pewarta: Aguz Pabika

Related

You Might Also Like

MRP Papua Pegunungan Gelar Rapat Pleno Pembukaan Masa Sidang I Tahun 2026

MRP Papua Pegunungan dan DPRP Perkuat Koordinasi Bahas Regulasi dan Dukungan Kelembagaan

Kepala Distrik Bugukgona Salurkan Bibit Kelinci dan Ikan, Dorong Kemandirian Ekonomi Kampung

Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Pusat Pendidikan Budaya di Papua Pegunungan

Dukung Generasi Penerus, Anggota DPRP Onias Wenda Bantu Mahasiswa Lanny Jaya di Jayapura

TAGGED:MRP dan DPRP Bahas Agenda RegulasiMRP Papua PegununganTAPD Provinsi Papua Pegunungan

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Akses Pendidikan Terbatas, Sekolah Adat Hugulama dan Sekolah Jarak Jauh Hadir di Itlay Hisage
Next Article Gubernur Papua Pegunungan Dukung KP3, Beri Bantuan Modal dan Fasilitasi Distribusi Pangan Antarwilayah
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Gubernur Papua Pegunungan Dukung KP3, Beri Bantuan Modal dan Fasilitasi Distribusi Pangan Antarwilayah
Papua Pegunungan Tanah Papua
1 hour ago
Akses Pendidikan Terbatas, Sekolah Adat Hugulama dan Sekolah Jarak Jauh Hadir di Itlay Hisage
Papua Pegunungan Pendidikan Sastra
4 hours ago
Apa Itu “Wim Luka Tok”? Atraksi Langka Ini Akan Tampil di Pra-FBLB Pasir Putih
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Pariwisata
1 day ago
KNPB Mamberamo Tengah Gelar Aksi Damai, Tolak Militerisme dan Soroti Krisis Kemanusiaan
Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Papua PegununganPendidikan

Rekrutmen Honorer K2 Dinilai Sarat Kepentingan, Guru Lama Dikorbankan hingga Palang SD Inpres Muliama

5 months ago
ArtikelCatatan Aktivis PapuaPapua Pegunungan

Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Dana Otsus di Papua Pegunungan

2 days ago
Papua Pegunungan

KNPI Yahukimo Gelar Diskusi Panel, Dorong Peran Pemuda Jaga Stabilitas Daerah

1 month ago
Papua PegununganPendidikan

Aktivis HAM Papua Pegunungan Kecam Pembubaran Diskusi Mahasiswa di Wamena

1 month ago
Papua Pegunungan

Pemprov Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Tahap Ketiga untuk Korban Kebakaran di Tolikara

6 months ago
Papua Pegunungan

DPD Hanura Papua Pegunungan Gelar Konsolidasi, Siapkan Muscab Serentak di Delapan Kabupaten

5 months ago
Papua PegununganPendidikanTanah Papua

Festival Sekolah Adat Hugulama Ke-I 2026 Resmi Akan Ditutup di Yogonima

6 months ago
Papua PegununganPendidikanTanah Papua

Mahasiswa Yalimo Tolak Rencana Pemekaran Kabupaten Benawa, Desak DPR Papua Pegunungan Kaji Ulang

5 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?