Wamena, nirmeke.com — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memberikan dukungan terhadap kehadiran Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus membantu mengendalikan harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut.
Dukungan tersebut diberikan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, melalui bantuan modal serta dukungan terhadap akses transportasi untuk memperlancar distribusi barang dari luar Papua Pegunungan menuju Wamena maupun pengiriman komoditas lokal dari Papua Pegunungan ke daerah lain.
Ketua KP3, Simson Asso, mengatakan dukungan pemerintah provinsi menjadi bagian penting dalam pengembangan koperasi yang saat ini mulai menjalankan aktivitas perdagangan dan distribusi sejumlah kebutuhan masyarakat.
Menurut Simson, Gubernur Papua Pegunungan memberikan apresiasi terhadap langkah koperasi dalam membangun jaringan perdagangan yang menghubungkan petani dan produsen lokal dengan pasar.
“Bapak Gubernur memberikan dukungan dan apresiasi terhadap apa yang kami lakukan. Bantuan modal ini sangat membantu kami untuk mengembangkan usaha koperasi dan membeli hasil produksi masyarakat,” kata Simson.
Ia menjelaskan, KP3 tidak hanya berfokus pada penjualan kebutuhan pokok di gerai, tetapi juga membangun sistem distribusi antardaerah.
Sejumlah komoditas seperti ikan, beras, sayur-mayur dan buah-buahan akan didatangkan dari daerah penghasil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Papua Pegunungan.
Sebaliknya, hasil produksi masyarakat Papua Pegunungan juga akan dikembangkan untuk dipasarkan ke luar daerah apabila produksinya telah mencukupi.
Simson mengatakan dukungan transportasi menjadi salah satu faktor penting karena biaya logistik selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam distribusi barang ke Papua Pegunungan.
Ia menyebut dukungan penerbangan yang diberikan memungkinkan koperasi mendapatkan biaya pengiriman yang lebih terjangkau sehingga harga komoditas yang dijual kepada masyarakat dapat ditekan.
“Untuk mendatangkan barang dari luar, kami membutuhkan transportasi. Kemarin ada dukungan untuk penerbangan sehingga harga pengiriman bisa lebih rendah. Ini sangat membantu kami untuk ikut menekan harga dan inflasi,” ujarnya.
Salah satu komoditas yang telah didatangkan KP3 adalah ikan dari Biak. Simson menyebut pihaknya telah membawa sekitar 1,7 ton ikan dan masih berencana mendatangkan pasokan berikutnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Wamena.
Selain itu, KP3 juga tengah menyiapkan pasokan beras dari Merauke. Koperasi telah melakukan survei dan menyiapkan rencana pengadaan beras dalam jumlah puluhan hingga ratusan ton.
Menurut Simson, pola distribusi tersebut diharapkan tidak hanya menjadikan Wamena sebagai pasar konsumsi, tetapi secara bertahap menjadikan Papua Pegunungan sebagai bagian dari rantai perdagangan antardaerah.
“Kami tidak hanya mau barang masuk ke Papua Pegunungan. Kalau produksi lokal sudah kuat, kami juga ingin membawa hasil pertanian masyarakat keluar. Jadi ada barang masuk dan ada barang yang keluar,” katanya.
Simson mengapresiasi dukungan Gubernur Papua Pegunungan dan jajaran pemerintah daerah yang dinilainya memberikan ruang bagi koperasi untuk berkembang.
Ia menilai dukungan tersebut penting karena koperasi membutuhkan modal, akses pasar dan sistem distribusi yang kuat untuk dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, Asisten II, Biro Umum, Biro Perekonomian dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM yang telah mendorong kami melakukan pengembangan ekonomi secara terstruktur,” ujarnya.
Simson berharap dukungan pemerintah terhadap KP3 dapat terus diperkuat sehingga koperasi mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Papua Pegunungan.
Ia juga berharap kehadiran koperasi dapat membuka peluang lebih luas bagi petani, pelaku usaha dan generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi.
“Kami ingin koperasi ini menjadi tempat masyarakat menjual hasil bumi, sekaligus membuka peluang bagi pemuda-pemudi untuk masuk ke dunia usaha. Kalau rantai ekonomi ini berjalan, masyarakat yang menghasilkan, koperasi yang menampung, dan pasar yang menyerap,” katanya.
Dengan dukungan modal, akses transportasi dan penguatan jaringan pasar, KP3 menargetkan distribusi komoditas pangan dapat semakin luas. Langkah tersebut diharapkan ikut membantu pemerintah dalam menjaga ketersediaan barang dan mengendalikan harga kebutuhan pokok di Papua Pegunungan.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
