Wamena, nirmeke.com — Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) resmi memperoleh legalitas sebagai koperasi konsumen. Legalitas tersebut menjadi pijakan bagi koperasi untuk memperluas usaha sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat dan generasi muda dalam dunia ekonomi.
Ketua KP3, Simson Asso, mengatakan legalitas koperasi telah diterbitkan sehingga pihaknya kini dapat mengembangkan berbagai kegiatan usaha secara lebih terstruktur.
“Puji Tuhan, saya baru mendaftar dan legalitasnya sudah selesai. Koperasi konsumen ini telah resmi terdaftar dan kami sudah memiliki legitimasi dari negara,” kata Simson, Rabu, (5/8/2026).
Menurutnya, legalitas tersebut juga menjadi modal penting untuk mengembangkan jaringan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat, pegawai pemerintah, instansi dan kelompok usaha lainnya.
Sejak gerai koperasi dibuka pada 16 Juli, jumlah anggota KP3 disebut telah mencapai lebih dari 100 orang.
Simson mengatakan meningkatnya jumlah anggota menunjukkan adanya respons masyarakat terhadap keberadaan koperasi.
“Banyak yang ingin menjadi mitra dan anggota. Hari ini anggota kami sudah mulai banyak, sekitar seratusan lebih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KP3 memiliki dua fokus utama. Pertama, menghubungkan hasil produksi masyarakat dengan pasar. Kedua, membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperluas kegiatan usaha dan menciptakan peluang ekonomi baru.
“Bagaimana caranya masyarakat senang. Saya harus turun ke lapangan, memberikan edukasi, kemudian hasil bumi mereka saya bawa ke sini untuk dijual,” katanya.
Fokus lainnya adalah membuka ruang bagi pemuda Papua Pegunungan yang belum memiliki pekerjaan tetap untuk masuk ke sektor usaha.
Simson mengajak generasi muda agar tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara atau mengejar pekerjaan sebagai CPNS, tetapi mulai melihat peluang ekonomi yang tersedia di daerah.
“Saya mengajak pemuda-pemudi, jangan hanya mengejar CPNS. Hari ini kita harus melihat bagaimana caranya memanfaatkan peluang ekonomi yang sudah ada di depan mata,” ujarnya.
Menurutnya, pemuda merupakan salah satu kekuatan penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, generasi muda perlu diberikan edukasi dan ruang untuk terlibat langsung dalam dunia bisnis.
“Saya milenial atau tokoh muda yang ingin terjun langsung di dunia bisnis, mari kita edukasi. Pemuda-pemudi datang untuk kita bertukar pikiran dan melakukan hal-hal yang baik,” katanya.
Simson menilai keterlibatan pemuda dalam sektor ekonomi juga dapat membantu pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Ia menegaskan, KP3 ingin membuka lebih banyak ruang bagi anak muda untuk menjadi pelaku usaha, bukan hanya sebagai pencari kerja.
“Kita harus membuka sayap. Pemuda-pemudi adalah tulang punggung gereja, negara, provinsi maupun kabupaten. Kalau mau baik, juga ada di tangan pemuda-pemudi,” ujarnya.
Simson juga mengatakan KP3 berkomitmen mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, terutama dalam penguatan ekonomi masyarakat dan pengendalian inflasi.
“Kami siap mendukung program visi-misi Pak Gubernur. Salah satunya bagaimana menekan inflasi dan meningkatkan pendapatan daerah,” katanya.(*)
Pewarta: Aguz Pabika

