Wamena, nirmeke.com – Ketua Gerakan Literasi Mencerdaskan Anak Negeri Papua Pegunungan, Sepi Wamimbo, meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan segera membangun perpustakaan daerah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, sebagai pusat literasi bagi masyarakat di wilayah Lapago.
Menurut Sepi, Wamena merupakan ibu kota Papua Pegunungan sekaligus pusat pendidikan bagi delapan kabupaten di wilayah Lapago. Namun hingga kini, belum tersedia perpustakaan daerah yang memadai untuk menunjang kebutuhan belajar mahasiswa, pelajar, maupun masyarakat umum.
“Perpustakaan merupakan salah satu sarana penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah perlu menghadirkan fasilitas yang dapat memperkaya pengetahuan dan intelektualitas generasi muda Papua,” ujarnya di Wamena, Minggu (28/6/2027).
Ia menilai minimnya ketersediaan buku bacaan di sekolah maupun perguruan tinggi menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan budaya literasi. Akibatnya, banyak mahasiswa dan pelajar hanya bergantung pada materi yang diberikan guru atau dosen, bahkan memilih mencari jalan pintas dengan menyalin informasi dari internet tanpa memperdalam pemahaman.
Menurutnya, rendahnya budaya membaca berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Ia berharap generasi muda tidak hanya bergantung pada peluang menjadi aparatur sipil negara, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sesuai bidang keahlian yang dimiliki.
Sepi juga menyoroti banyaknya penulis muda Papua yang telah menghasilkan berbagai karya tulis, namun belum memiliki ruang yang layak untuk menyimpan dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
“Jika pemerintah membangun perpustakaan daerah, karya-karya putra-putri Papua dapat menjadi koleksi dan referensi bagi generasi berikutnya,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang berdiskusi, bertukar gagasan, dan membangun budaya berpikir kritis. Menurutnya, kebiasaan membaca akan memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan berdialog, serta memperluas wawasan generasi muda.
Selain itu, Sepi mengajak para orang tua untuk menanamkan budaya membaca sejak dini di lingkungan keluarga dengan mengenalkan buku, bahasa, sejarah, dan budaya Papua kepada anak-anak sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pegiat literasi yang selama ini secara mandiri mendistribusikan buku-buku bacaan ke berbagai komunitas di delapan kabupaten Papua Pegunungan.
“Mereka bekerja dengan semangat mencerdaskan anak-anak Papua, tetapi belum banyak mendapat perhatian pemerintah. Karena itu, kami berharap pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap komunitas-komunitas literasi yang selama ini bergerak secara swadaya,” ujarnya.
Sepi berharap Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menjadikan pembangunan perpustakaan daerah sebagai salah satu prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di wilayah Papua Pegunungan.(*)
