Wamena, nirmeke.com — Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Pegunungan, Antonius Wetipo, mendukung langkah pemerintah melalui koperasi yang menjual kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sebagai upaya menekan inflasi di Papua Pegunungan.
Namun, Antonius meminta kebijakan tersebut tidak hanya berorientasi pada penjualan barang dengan harga murah, tetapi juga mengoptimalkan hasil produksi masyarakat dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan.
Menurutnya, koperasi dapat menjadi jembatan antara petani, mama-mama pedagang, pelaku UMKM dan konsumen dengan cara membeli langsung hasil produksi masyarakat untuk kemudian dipasarkan kembali melalui gerai koperasi.
“HIPMI pada dasarnya mendukung langkah pemerintah untuk mengurangi inflasi. Menjual sembako di bawah harga pasar melalui koperasi sangat baik. Tetapi kami minta pemerintah mengoptimalkan hasil usaha dari Provinsi Papua Pegunungan itu sendiri,” kata Antonius. Jumat, (21/8/2026).
Ia mencontohkan beras yang selama ini didatangkan dari luar daerah. Menurutnya, meskipun harga beras lokal relatif lebih tinggi, pemerintah dan koperasi perlu mempertimbangkan pembelian hasil produksi petani lokal agar uang berputar di dalam daerah.
Hal serupa, kata dia, dapat dilakukan terhadap hasil kebun dan perikanan masyarakat.
“Kalau ada beras lokal, sekalipun harganya agak mahal, beli dari petani lokal. Begitu juga hasil jualan mama-mama yang kadang tidak laku di pasar. Itu bisa ditampung oleh koperasi,” ujarnya.
Koperasi Diminta Serap Hasil Produksi Masyarakat
Antonius menilai Papua Pegunungan memiliki cukup banyak potensi pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi masyarakat sekaligus membantu menjaga ketersediaan pangan.
Ia menyoroti hasil perikanan yang selama ini dijual masyarakat di sepanjang wilayah Wamena, Kurulu, Wosilimo hingga Yalimo.
Menurutnya, apabila koperasi mampu menyerap dan memasarkan hasil produksi tersebut, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.
“Kalau membeli dari luar, keuntungan juga kembali kepada daerah pengirim. Sementara kita punya ikan yang dijual mama-mama dan bapak-bapak di sepanjang jalan Trans Wamena, Kurulu, Wosilimo sampai Yalimo. Ini yang harus dioptimalkan,” katanya.
Minta Pemerintah Perkuat Infrastruktur Koperasi
Selain penyerapan produk lokal, HIPMI juga meminta pemerintah memperkuat infrastruktur pendukung koperasi.
Antonius mengatakan koperasi membutuhkan fasilitas penyimpanan yang memadai agar produk masyarakat dapat ditampung dalam jumlah lebih besar dan tetap terjaga kualitasnya.
“Pemerintah perlu memfasilitasi koperasi dengan infrastruktur. Untuk menampung bahan pokok diperlukan freezer dan fasilitas penyimpanan lainnya, sehingga masyarakat sebagai produsen maupun konsumen mendapatkan pelayanan yang baik,” jelasnya.
HIPMI-Koperasi Dorong Ekonomi Lokal
Antonius menilai kolaborasi antara HIPMI dan Koperasi Provinsi Papua Pegunungan memiliki peluang besar untuk memperkuat perekonomian daerah.
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat mempertemukan dunia usaha, koperasi, pelaku UMKM dan masyarakat sebagai produsen sehingga terbentuk rantai ekonomi lokal yang lebih kuat.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui program konkret di delapan kabupaten.
“Kolaborasi ini harus mendorong pelaku usaha dan koperasi berkembang, memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan kepada masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Ia menegaskan penguatan koperasi harus diarahkan pada dua tujuan sekaligus, yakni menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan produsen lokal.
“Kalau koperasi kuat, petani dan pelaku usaha punya pasar, konsumen mendapatkan harga yang terjangkau, maka perputaran ekonomi di Papua Pegunungan juga akan semakin kuat,” pungkas Antonius. [Red]*

