Lanny Jaya, nirmeke.com — Fenomena hujan es menghebohkan masyarakat setelah video dan foto yang memperlihatkan permukiman warga tertutup butiran es beredar di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di tiga wilayah di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.
Berdasarkan laporan BMKG Wamena, hujan es terjadi pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 01.16 WIT. Tiga wilayah yang dilaporkan terdampak yakni Distrik Kuyawage, Gowaloem (Goa Balim), dan Wano Barat.
Butiran es yang turun cukup banyak hingga menutupi permukaan tanah, pekarangan dan sejumlah bagian permukiman warga. Kondisi tersebut membuat beberapa lokasi terlihat putih seperti diselimuti salju.
Dipicu Pertumbuhan Awan Konvektif
BMKG menjelaskan, fenomena hujan es tersebut dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif yang signifikan akibat interaksi kondisi atmosfer regional dan lokal.
Topografi pegunungan Lanny Jaya turut memperkuat proses pengangkatan massa udara sehingga mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang berpotensi menghasilkan cuaca ekstrem.
Berdasarkan hasil pengamatan satelit Himawari-9, terpantau awan konvektif dengan suhu puncak yang sangat rendah.
Kondisi tersebut memungkinkan terbentuknya arus udara naik atau updraft yang kuat. Partikel air dan es kemudian dapat bertumbuh di dalam awan sebelum akhirnya jatuh ke permukaan sebagai hujan es.
Fenomena ini berbeda dengan salju. Butiran yang terlihat menutupi permukiman warga merupakan es yang terbentuk di dalam awan akibat proses konvektif, kemudian jatuh ke permukaan ketika ukurannya cukup besar.
Dampak Masih Didata
BMKG Wamena hingga kini masih berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lanny Jaya untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai dampak fenomena tersebut terhadap masyarakat dan lingkungan.
Sementara itu, video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi sejumlah wilayah yang permukaannya dipenuhi butiran es. Warga tampak menyaksikan fenomena cuaca yang tergolong jarang terjadi tersebut.
Masyarakat di wilayah pegunungan Papua diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem susulan, terutama ketika terjadi pertumbuhan awan konvektif yang signifikan.(Red)*

