Lanny Kaya, nirmeke.com — Seluruh wilayah Kwiyawagi kembali mengalami kekeringan yang disertai kerusakan tanaman pertanian akibat fenomena cuaca ekstrem berupa embun beku ( frost ). Pada Sabtu pagi (22/8/2026), lapisan kristal es tipis terlihat menutupi rumput dan tanaman warga di sekitar Kampung Nenggeyagin, kawasan Lapangan Terbang.
Laporan kondisi tersebut diterima langsung dari lokasi melalui grup WhatsApp Wano-Barat. Dalam laporan warga, embun beku terlihat memahat permukaan tanaman dan rumputan sejak pagi hari.
Fenomena yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Aworak Kani tersebut terjadi ketika suhu malam hingga dini hari turun sangat rendah hingga mendekati titik beku, bahkan diperkirakan mencapai 0°C atau lebih rendah.
Kristal yang menempel pada daun, rumput dan tanaman pertanian menyebabkan tanaman pangan masyarakat mengalami kerusakan. Sejumlah tanaman umbi-umbian dan tanaman kebun termasuk berpotensi membusuk atau mengering jika kondisi tersebut terus berlangsung.
Kondisi ini semakin berkurang karena wilayah Kwiyawagi juga tengah menghadapi musim kemarau dan kekeringan. Sebelumnya, wilayah tersebut bahkan dilaporkan mengalami hujan lebat yang juga merusak kebun dan fasilitas masyarakat.
Ancaman terhadap ketahanan pangan
Kerusakan tanaman akibat kombinasi kekeringan, embun beku dan hujan berpotensi memberikan dampak serius terhadap ketahanan pangan masyarakat setempat.
Sektor pertanian dan kebun merupakan salah satu sumber utama pangan masyarakat di wilayah Kwiyawagi. Apabila tanaman umbi-umbian dan komoditas pangan lainnya terus mengalami kerusakan, masyarakat dapat menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan pangan dalam beberapa waktu ke depan.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera memberikan perhatian dengan meninjau kondisi lapangan, mencatat kerusakan tanaman serta melihat kebutuhan masyarakat terdampak.
Masyarakat juga berharap adanya langkah antisipasi apabila fenomena embun beku dan kekeringan kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Di tengah kondisi tersebut, warga Kwiyawagi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendoakan masyarakat, khususnya para orang tua dan keluarga yang berada di wilayah terdampak, agar tetap diberikan kesehatan dan perlindungan.
“Mohon semua pihak memberikan dukungan dalam doa agar orang tua kami tetap sehat dalam perlindungan Tuhan.” (Merah)

