Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Papua Kembali Disorot di PBB, Vanuatu Desak Komisaris Tinggi HAM Turun ke Lapangan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Papua Kembali Disorot di PBB, Vanuatu Desak Komisaris Tinggi HAM Turun ke Lapangan
NasionalPolhukamTanah Papua

Papua Kembali Disorot di PBB, Vanuatu Desak Komisaris Tinggi HAM Turun ke Lapangan

admin
Last updated: September 29, 2026 20:15
By
admin
Byadmin
Follow:
57 Views
3 weeks ago
Share
Wakil Tetap Vanuatu untuk PBB, Odo Tevi, dalam Sidang Umum PBB ke-81 di New York - (Foto: Istimewa)
SHARE

NEW YORK, NIRMEKE.COM — Persoalan hak asasi manusia (HAM) di Papua kembali menjadi sorotan dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Vanuatu mendesak agar Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dapat mengunjungi Papua guna melihat secara langsung kondisi masyarakat adat Papua dan situasi HAM di wilayah tersebut.

Iklan Nirmeke

Desakan itu disampaikan Wakil Tetap Vanuatu untuk PBB, Odo Tevi, dalam Sidang Umum PBB ke-81 di New York.

Dalam pernyataannya, Tevi menyampaikan keprihatinan Vanuatu terhadap laporan dugaan pelanggaran HAM terhadap masyarakat adat Papua di wilayah yang secara internasional kerap disebut West Papua.

Menurut Vanuatu, persoalan HAM, perdamaian dan keamanan di kawasan Pasifik tidak dapat dipisahkan. Karena itu, perhatian internasional terhadap situasi Papua dinilai perlu dilanjutkan dengan langkah konkret berupa akses langsung lembaga HAM PBB.

Vanuatu juga mendesak agar seruan para pemimpin negara-negara Pasifik mengenai kunjungan Komisaris Tinggi PBB untuk HAM ke Papua segera ditindaklanjuti.

Pernyataan tersebut kembali menempatkan Papua dalam perhatian diplomasi internasional, khususnya di antara negara-negara Pasifik yang selama bertahun-tahun mendorong keterlibatan lebih langsung PBB dalam persoalan HAM di Papua.

Desakan Bukan Baru

Desakan Vanuatu di forum PBB tersebut bukan muncul secara tiba-tiba.

Permintaan agar Komisaris Tinggi PBB untuk HAM mengunjungi Papua telah disampaikan negara-negara Pasifik sejak 2019 melalui Forum Kepulauan Pasifik (PIF). Namun, hingga September 2026, kunjungan tersebut belum terlaksana.

Pada awal September 2026, negara-negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) kembali mengangkat persoalan tersebut dalam pertemuan di Palau.

MSG mendesak agar kunjungan Komisaris Tinggi PBB untuk HAM ke West Papua difasilitasi. Negara-negara Melanesia bahkan menyatakan status Indonesia sebagai anggota asosiasi MSG dapat ditinjau kembali pada 2027 apabila tidak ada kemajuan dalam memfasilitasi kunjungan tersebut.

Baca Juga:  Bomanak: Forum Melanesia Tak Lagi Wakili Suara Papua, Uang Bungkam Solidaritas MSG

MSG meminta agar kunjungan itu dapat dilakukan sebelum berakhirnya masa Indonesia sebagai Ketua Dewan HAM PBB pada 31 Desember 2026. Hasil kunjungan kemudian diharapkan dapat menjadi bahan laporan mengenai situasi HAM di Papua untuk dibahas dalam pertemuan MSG pada 2027.

Vanuatu Dorong Pemeriksaan Langsung

Bagi Vanuatu, akses langsung ke Papua menjadi penting karena berbagai laporan mengenai kondisi HAM di wilayah tersebut terus menjadi perhatian negara-negara Pasifik.

Dalam forum PBB, Tevi kembali menghubungkan persoalan hak asasi manusia dengan perdamaian dan keamanan kawasan.

Vanuatu meminta perhatian internasional terhadap kondisi masyarakat adat Papua tidak berhenti pada laporan dan pernyataan politik, tetapi dilanjutkan dengan mekanisme yang memungkinkan lembaga HAM PBB melihat kondisi di lapangan.

Desakan tersebut juga memiliki rekam jejak dalam mekanisme HAM PBB.

Dalam proses Universal Periodic Review (UPR), Vanuatu sebelumnya telah merekomendasikan agar Indonesia menerima kunjungan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM ke provinsi-provinsi Papua dan Papua Barat. Rekomendasi itu tercatat dalam dokumen resmi Dewan HAM PBB.

Dengan demikian, tuntutan Vanuatu mengenai akses PBB ke Papua merupakan bagian dari agenda yang telah berulang kali dibawa negara tersebut dalam mekanisme HAM internasional.

Sorotan Negara-Negara Pasifik

Selain Vanuatu, isu Papua juga kembali disuarakan negara-negara Pasifik dalam Sidang Umum PBB ke-81.

Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Matthew Cooper Wale, menyerukan agar laporan mengenai dugaan pelanggaran HAM di West Papua dapat diverifikasi secara independen.

Baca Juga:  Menelusuri Sejarah Perkembangan Misi Katolik di Hugulama

Seruan tersebut memperlihatkan bahwa isu Papua masih menjadi perhatian dalam diplomasi negara-negara kepulauan Pasifik, khususnya negara-negara Melanesia.

Marshall Islands juga menyatakan dukungan terhadap posisi kawasan mengenai West Papua dan kembali mengangkat pentingnya tindak lanjut terhadap seruan kunjungan Komisaris Tinggi HAM PBB.

Bagi negara-negara Pasifik, persoalan Papua tidak hanya dipandang sebagai isu politik, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan masyarakat adat, hak asasi manusia dan kebutuhan untuk memperoleh informasi yang dapat diverifikasi secara independen.

Menunggu Akses ke Papua

Seruan Vanuatu di Sidang Umum PBB ke-81 kini kembali menempatkan pertanyaan lama di meja internasional: kapan Komisaris Tinggi PBB untuk HAM dapat mengunjungi Papua?

Selama bertahun-tahun, permintaan tersebut telah disampaikan melalui berbagai forum, mulai dari Forum Kepulauan Pasifik, MSG hingga mekanisme Dewan HAM PBB.

Pada September 2026, tekanan dari negara-negara Melanesia bahkan semakin terbuka dengan adanya batas waktu politik yang dikaitkan dengan berakhirnya masa Indonesia sebagai Ketua Dewan HAM PBB.

Bagi masyarakat Papua, kunjungan lembaga HAM internasional tersebut dipandang penting untuk membuka ruang pemeriksaan langsung terhadap berbagai laporan mengenai kondisi HAM, masyarakat adat, pengungsian, kebebasan sipil dan dampak konflik di sejumlah wilayah Papua.

Kini, sorotan kembali tertuju ke Papua dari ruang sidang PBB di New York.

Vanuatu meminta agar persoalan tersebut tidak berhenti sebagai perdebatan di forum internasional, tetapi dilanjutkan dengan akses langsung ke lapangan agar kondisi Papua dapat dilihat dan dinilai secara langsung oleh lembaga HAM PBB.(**)

Related

You Might Also Like

Singgung Data Mahfud MD, Anggota DPD Usul Referendum Pemekaran Papua

Wamendagri Kembali Lantik 8 Anggota MRP Provinsi Papua. Ini nama-namanya

Aliansi Masyarakat Adat Wouma-Welesi Beri Surat Kuasa ke PAHAM Papua

Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia

MRP se-Tanah Papua Satukan Kekuatan, Kirim Pesan Keras ke Pemerintah Pusat

TAGGED:HAM internasionalKomisaris Tinggi HAM PBBMelanesian Spearhead Group (MSG)Odo TeviSidang Umum PBB ke-81Vanuatu

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article APBD-P Papua Pegunungan 2026 Diusulkan Rp1,957 Triliun, Naik Rp662 Miliar
Next Article APBD-P Papua Pegunungan Naik Jadi Rp1,957 Triliun, DPR Minta OPD Bertanggung Jawab
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

GAMKI Lanny Jaya Gelar Rakercab dan Mahaperta, Pemuda Diajak Berperan dalam Pembangunan
Papua Pegunungan
1 week ago
Panitia PAB Serahkan 24 Anggota Baru kepada Pengurus IPMPKDPT
Pendidikan
1 week ago
Hamka Yelipele Dilantik sebagai Anggota MRP Papua Pegunungan, Keluarga Gelar Syukuran
MRP Papua Pegunungan
1 week ago
Markus Haluk Tekankan Pentingnya Budaya, Iman, dan Literasi Digital bagi Generasi Muda
Pendidikan
1 week ago
Baca juga
HeadlineTanah Papua

Ketua Dewan Adat Papua Apresiasi Penyampaian Isu Papua di Sidang PBB

1 year ago
Tanah Papua

257 CPNS Kabupaten Lanny Jaya Mengikuti Ujian Tes

2 years ago
Tanah Papua

Cek Keaktifan ASN, BKD Lanny Jaya Minta OPD Lapor Data Pemutasian ASN

2 years ago
Tanah Papua

Biro Perkauan GKII Wilayah IV Papua Gelar Ibadah Gerbang Natal

3 years ago
Tanah Papua

OMK Wilayah I Paroki KTD Yiwika Akan Gelar Seminar dan Natal Tahun 2024

2 years ago
PolhukamTanah Papua

Kuasa Hukum Nilai Tuntutan 12 Tahun untuk Penembak Thobias Silak Tidak Adil

1 year ago
Tanah Papua

Kasus Kriminalitas di Wamena Makin Meningkat, Kinerja Bupati dan Kapolres di Soroti Masyarakat

3 years ago
Tanah Papua

Lince Kogoya Dilantik Menjadi Sekretaris MRP Papua Pegunungan Definitif

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?