Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Gelombang Aksi Serentak di Papua: Jayapura–Wamena Memanas, Isu Militerisme dan Krisis Kemanusiaan Menguat
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Gelombang Aksi Serentak di Papua: Jayapura–Wamena Memanas, Isu Militerisme dan Krisis Kemanusiaan Menguat
PolhukamTanah Papua

Gelombang Aksi Serentak di Papua: Jayapura–Wamena Memanas, Isu Militerisme dan Krisis Kemanusiaan Menguat

admin
Last updated: April 27, 2026 16:38
By
admin
Byadmin
Follow:
39 Views
3 hours ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com — Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat terjadi serentak di sejumlah wilayah Papua pada Senin (27/4/2026), dengan titik utama di Kota Jayapura dan Wamena, Papua Pegunungan.

Iklan Nirmeke

Aksi tersebut mengangkat isu militerisme, krisis kemanusiaan, serta tuntutan penyelesaian konflik Papua melalui jalur dialog damai.

Di Kota Jayapura, aksi yang melibatkan Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAPA) dilaporkan dibubarkan aparat kepolisian di kawasan Kampus Atas Universitas Cenderawasih sekitar pukul 09.00 WIT. Berdasarkan informasi awal, aparat menggunakan gas air mata dan tindakan pemukulannya untuk membubarkan massa.

Mahasiswa Dan Rakyat Papua Dihadang Oleh Aparat Militer Indonesia Di Perumnas II Waena serta  membubarkan paksa masa menggunakan gas air mata dan tindakan pemukulannya untuk membubarkan massa- Istimewa

 

Seorang mahasiswa dilaporkan ditangkap, sementara puluhan lainnya berhamburan menyelamatkan diri. Hingga saat ini, jumlah pasti korban luka masih belum dapat dipastikan.

Di lokasi terpisah, kawasan Perumnas II Waena, mahasiswa dan warga yang melakukan aksi juga dilaporkan dihadang aparat gabungan TNI-Polri saat menyampaikan orasi.

Baca Juga:  TPNPB Klaim Tembak Tiga Aparat di Mile 50 Tembagapura dan Rampas Dua Senjata

Informasi dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyebutkan penghadangan berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang. Massa tetap melanjutkan orasi dengan menyoroti dugaan pelanggaran HAM di wilayah konflik seperti Kabupaten Puncak.

Massa tetap melanjutkan orasi dengan menyoroti dugaan pelanggaran HAM di wilayah konflik seperti Kabupaten Puncak – Istimewa

Dalam orasi tersebut, massa juga mengutip data dari Human Rights Monitor dan jaringan gereja yang menyebut sekitar 107.039 warga sipil mengungsi akibat konflik bersenjata di Papua.

Wamena: Aksi Ricuh, Tuntutan Menguat

Sementara itu di Wamena, aksi demonstrasi di halaman Kantor DPR Papua Pegunungan sempat diwarnai kericuhan. Meski demikian, massa tetap berhasil menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak legislatif.

Aksi tersebut melibatkan masyarakat dari delapan kabupaten, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan.

Massa tetap melanjutkan orasi dengan menyoroti dugaan pelanggaran HAM di wilayah konflik seperti Kabupaten Puncak – Istimewa

Ketua Forum Pribumi Papua Pegunungan, Yusup Yikwa, dalam orasinya menegaskan bahwa pendekatan militer selama ini dinilai gagal menyelesaikan konflik Papua.

Baca Juga:  Ancaman Manipulasi Suara di Jayawijaya. Benny Mawel Ajak Rakyat Kawal Suara Hingga Ke KPU

“Kejahatan kemanusiaan di Papua berlangsung secara sistematis selama puluhan tahun. Negara harus membuka ruang dialog damai dan bermartabat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak konflik terhadap kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lansia yang kehilangan akses ekonomi dan layanan kesehatan.

Empat Tuntutan dan Aksi Nasional

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah pusat:

  1. Membuka akses bagi organisasi internasional dan tim kemanusiaan ke Papua.
  2. Menarik pasukan militer dan aparat keamanan dari wilayah Papua.
  3. Menghentikan operasi militer yang dinilai memicu korban sipil.
  4. Meninjau kembali kebijakan Otonomi Khusus yang dianggap belum berpihak pada rakyat Papua.

Aksi di Jayapura dan Wamena disebut merupakan bagian dari gerakan serentak di berbagai kota lain, seperti Nabire, Manokwari, hingga sejumlah kota di luar Papua seperti Manado, Gorontalo, Makassar, dan Jakarta.

Situasi dan Tanggapan

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait pembubaran aksi di Jayapura maupun penghadangan massa di Waena.

Situasi di beberapa titik dilaporkan masih dalam pemantauan, sementara sebagian mahasiswa memilih bertahan di lokasi aman untuk menghindari bentrokan lanjutan.

Gelombang aksi ini menandai meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintah terkait pendekatan keamanan di Papua, sekaligus menguatkan tuntutan penyelesaian konflik melalui jalur politik dan kemanusiaan.(Red) *

Related

You Might Also Like

Masyarakat Adat Tiga Distrik di Wamena Tolak Pembangunan KIPP di Lahan Perkebunan Rakyat

Mahasiswa Uncen Desak Dewan Gereja Papua dan Paus Vatikan Sikapi Roma Agreement dan Penderitaan Papua

Aktifitas Judi Online, Miras dan Pecandu Lem Aibon Makin Marak di Wamena

Warga Resah Dugaan Pungli di Jalan Trans Wamena–Tolikara, Desak Aparat Bertindak

Nahor Nekwek, Resmi Menjabat Ketua DPC Gerindra Kabupaten Yalimo

TAGGED:Demo Mahasiswa PapuaDemo Tolak Militerisme di PapuaGelombang Aksi Serentak di Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Ko dan Sa Pu Tanah Papua, Tidak Sedang Dibangun, Ia Sedang Dijajah dan Kuasai Ulang
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Ko dan Sa Pu Tanah Papua, Tidak Sedang Dibangun, Ia Sedang Dijajah dan Kuasai Ulang
Artikel Pena Papua Tanah Papua
2 days ago
Pemprov Papua Pegunungan Ajak Warga Lanny Jaya Kembali ke Kebun, Siapkan Skema Serap Hasil Petani
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Tanah Papua
4 days ago
Keluarga Korban Bersama 9 Kepala Distrik Dan 2  DPRK Laporkan Kasus Penembakan Yemis Yohame ke Polres Yahukimo
Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Korban Terus Berjatuhan, DPD RI Kritik Ketiadaan Arah Penyelesaian Konflik Papua
Nasional Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
PolhukamTanah Papua

BEM FISIP UNCEN Kecam Tindakan Represif Aparat Gabungan di Sorong

8 months ago
PolhukamTanah Papua

Tiga Anggota DPRD Yahukimo Kunjungi Distrik Tangma, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Konflik

10 months ago
HeadlinePolhukamTanah Papua

Ketua DPRP: Jangan Stigma Warga Papua Separatis dari Penampilan Gimbal dan Janggut

10 months ago
PolhukamTanah Papua

Rakyat Intan Jaya Desak Pemerintah Usut Pembunuhan 15 Warga Sipil di Soanggama

6 months ago
Tanah Papua

Pengesahan Pemekaran 3 Provinsi Sebagai Bentuk Penjajahan di Papua

4 years ago
Tanah Papua

Lantik Pj Sekda dan 118 Pejabat Eselon III-IV, Velix Wanggai Titip 3 Pesan Penting

2 years ago
PolhukamTanah Papua

Aliansi Mahasiswa Papua Peringati 64 Tahun Deklarasi 1 Desember, Kritik Kebijakan Negara dan Soroti Akar Konflik di Papua

5 months ago
LingkunganTanah Papua

Walhi Papua Ajak Masyarakat Papua Pilih Pemimpin yang Pro Lingkungan Demi Kelestarian Tanah Papua

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?