Nabire, Papua Tengah – Nirmeke.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Lis Tabuni, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Pengurus dan Anggota Ikatan Keluarga Paniai Provinsi Papua Tengah.
Kegiatan ini digelar pada Senin, 15 Desember 2025, pukul 13.00–17.30 WIT, bertempat di Halaman Rumah Bapak Luther Tabuni, Jl. Moanemani, Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI merupakan program resmi MPR RI dalam menyebarluaskan pemahaman tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari tugas Anggota MPR RI untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan mahasiswa asal Kabupaten Paniai yang berdomisili di Papua Tengah. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman sosial dan budaya di Papua.
Dalam pemaparannya, Lis Tabuni menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman Indonesia, khususnya di wilayah Papua Tengah.
“Papua Tengah adalah bagian integral dari bangsa ini yang memiliki kekayaan adat yang luar biasa. Melalui nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita ingin memastikan bahwa pembangunan di Papua berjalan selaras dengan rasa persaudaraan dan keadilan sosial,” ujar Lis.
Melalui kegiatan ini, Lis berharap masyarakat, khususnya warga Ikatan Keluarga Paniai, semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.
Sesi Sosialisasi Empat Pilar ditutup dengan diskusi interaktif serta foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen menjaga persatuan di Bumi Cendrawasih. (AT)
