Nabire, nirmeke.om – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Lis Tabuni, Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada generasi muda.
Kegiatan ini berlangsung di Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Sion, Jl. Soerejo Kampung Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dengan melibatkan Pemuda Pemudi GIDI Sion sebagai peserta utama, minggu, 14/12/2025.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari tugas konstitusional Anggota MPR RI dalam menyebarluaskan pemahaman tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pemaparannya, Lis Tabuni menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi digital. Menurutnya, Sosialisasi Empat Pilar tidak hanya menjadi kegiatan formal, tetapi merupakan upaya konkret menanamkan nilai kebangsaan agar anak muda tidak kehilangan jati diri di tengah pengaruh budaya asing, hoaks, serta radikalisme digital.
“Kaum muda harus menjadi subjek, bukan sekadar objek sosialisasi. Mereka perlu menjadi duta perdamaian yang aktif menyebarkan nilai Pancasila, menjunjung toleransi, serta menjaga persatuan di ruang nyata maupun ruang digital,” ujar Lis.
Ia juga mendorong Pemuda Pemudi GIDI Sion agar tidak hanya aktif dalam pelayanan gereja, tetapi turut mengambil peran dalam kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai penjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa penerapan Empat Pilar dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti memerangi hoaks dan konten provokatif, menghargai perbedaan pendapat, serta merayakan keberagaman melalui kreativitas dan kolaborasi lintas budaya.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 19.30 WIT ini diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama antara Anggota MPR RI dan para peserta.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di kalangan generasi muda diharapkan dapat terus memperkuat semangat kebangsaan dan persaudaraan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (AT)*
