Mimika, nirmeke.com — Manajemen Markas Pusat Komite Nasional Papua Barat (KOMNAS) TPNPB menyatakan bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di kawasan Mile Point (MP) 50, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 15.20 WIT.
Komandan Operasi Umum West Papua Army (WPA) atau Tentara Papua Barat dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), Gusby Waker, menyampaikan bahwa pihaknya mengklaim telah merampas dua pucuk senjata milik TNI dalam insiden tersebut.
“Dua pucuk senjata milik TNI ada di tangan kami West Papua Army,” ujar Gusby Waker dalam keterangan pers yang diterima media, Kamis (12/2/2026).
Dalam Siaran Pers ke-V yang dibagikan Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, disebutkan pasukan TPNPB dari Timika bersama Kodap VIII Intan Jaya melakukan penembakan terhadap tiga aparat militer Indonesia serta merampas dua unit senjata laras panjang jenis SS2, dua magazen, dan 50 butir amunisi.
TPNPB juga mengklaim satu prajurit, Sertu Arifin, meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Namun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Dalam pernyataan yang sama, TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah Amerika Serikat untuk menutup PT Freeport Indonesia. Kelompok tersebut menilai keberadaan perusahaan tambang itu sebagai pemicu konflik bersenjata di Papua dan menyatakan aksi akan terus dilakukan di area operasional perusahaan jika tuntutan politik mereka tidak ditanggapi.
Versi TNI: 1 Gugur, 2 Luka
Sementara itu, TNI membenarkan terjadi penembakan di kawasan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) di MP 50 Tembagapura.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, menyatakan peristiwa tersebut merupakan aksi kelompok bersenjata.
“Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis. Aparat keamanan saat ini melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan resmi, insiden itu mengakibatkan satu anggota Koramil 1710-04/Tembagapura, Kodim 1710/Mimika, Serka Arifin, gugur akibat luka tembak di bagian leher kiri.
Selain itu, satu prajurit berinisial Sertu H mengalami luka dan perdarahan pada bagian hidung. Seorang warga sipil berinisial HR, karyawan KPI PTFI, juga mengalami luka tembak dan tengah menjalani perawatan medis.
Menurut laporan awal, penembakan dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) yang diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang. Saat kejadian, para korban berada di dalam kendaraan LWB milik PTFI dalam perjalanan dari Kodim 1710/Mimika menuju Koramil Tembagapura.
Aparat keamanan kini meningkatkan kewaspadaan di kawasan objek vital nasional tersebut. Perkembangan situasi keamanan di Mimika, khususnya di area operasional PT Freeport Indonesia, masih terus dipantau.(red).
