Jayapura, nirmeke.com — Wakil Ketua II MRP Papua Pegunungan, Benny Mawel, menyampaikan dukungan penuh atas launching Universitas Katolik Fajar Timur sebagai tonggak baru pengembangan pendidikan tinggi Katolik di Tanah Papua.
Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur itu mengajak seluruh alumni untuk bersatu mendukung transformasi STFT Fajar Timur menjadi universitas.
“Saya mengajak semua alumni menyambut dan mendukung Universitas Fajar Timur. Kini waktunya STFT Fajar Timur naik kelas menjadi universitas,” ujar Mawel, Selasa (10/2/2026).
Mawel menegaskan bahwa perubahan status kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi universitas tidak boleh menggeser jati diri dan cita-cita pendidikan yang telah dibangun selama ini.
“Perubahan sekolah tinggi menjadi universitas tidak boleh melenceng dari motto STFT Fajar Timur, yaitu ‘Jadikanlah semua bangsa menjadi murid-Ku’,” tegasnya.
Menurut Mawel, Universitas Katolik Fajar Timur diharapkan mampu mendidik generasi muda yang berilmu dan berintegritas, sehingga dapat menegakkan kebenaran, keadilan, perdamaian, dan kasih bagi seluruh ciptaan di Papua maupun dunia.
Ia menilai launching universitas tersebut merupakan langkah strategis Gereja Katolik dalam memperluas peran pendidikan tinggi di Papua. Selama ini, Gereja Katolik telah menyelenggarakan pendidikan dari usia dini hingga menengah, namun belum memiliki perguruan tinggi umum di wilayah tersebut.
Selama ini pula, pendidikan tinggi Katolik lebih berfokus pada bidang filsafat dan teologi bagi calon imam serta guru agama, sehingga banyak lulusan sekolah Katolik melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi umum lainnya.
Lebih lanjut, Mawel menyebut pendirian Universitas Katolik Fajar Timur sebagai langkah tepat dari Uskup Jayapura, Mgr. Matopai You, dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua.
“Launching universitas ini adalah langkah awal yang tepat untuk menghasilkan sarjana-sarjana yang mampu mengabdi kepada masyarakat dengan kemampuan intelektual dan emosional khas pendidikan Katolik,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor agar lulusan universitas tersebut dapat berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Papua secara stabil dan berkelanjutan.
Mawel berharap pemerintah daerah di Provinsi Papua, Papua Pegunungan, serta pemerintah kabupaten dapat memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan universitas tersebut, termasuk melalui pemanfaatan dana otonomi khusus.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting untuk mewujudkan sinergi antara agama, pemerintah, dan adat dalam membangun pendidikan tinggi di Tanah Papua.
“Akhir kata, selamat kepada Universitas Fajar Timur mengarungi samudra pembangunan sumber daya manusia Papua,” tutup Mawel.(red).
