Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung
HeadlinePolhukamTanah Papua

Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung

admin
Last updated: April 18, 2026 22:06
By
admin
Byadmin
Follow:
100 Views
6 months ago
Share
Foto tangkapan layar video, keluarga korban selamat pada insiden penembakan yang menewaskan 9 warga dan puluhan korban tembak di Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa (14/4/2026). – Nirmeke/Ist
SHARE

Jayapura, Nirmeke.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Papua Tengah, Lis Tabuni, mengecam keras insiden penembakan yang menewaskan sembilan warga sipil dalam kontak tembak antara TNI dan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (14/4/2026).

Iklan Nirmeke

Dalam pernyataannya, Lis Tabuni menyatakan duka mendalam atas tragedi yang menimpa masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, yang seharusnya dilindungi oleh negara.

“Seharusnya warga sipil tidak boleh disentuh oleh senjata negara. Alat negara yang dibeli dengan uang rakyat justru digunakan tidak tepat. Dalam hukum adat Papua dan hukum internasional, menyerang warga sipil, apalagi ibu dan anak, adalah pelanggaran berat,” kata Lis Tabuni melalui seluler kepada media, Jumat (17/4/2026).

Lis menyoroti bahwa kejadian ini bukan yang pertama. Ia mengingatkan bahwa pola serupa terjadi di Kabupaten Dogiyai dan kemungkinan akan berulang di wilayah lain jika tidak ada perubahan kebijakan.

“Saya saksi hidup konflik di Puncak Jaya tahun 2005/2006. Saya tahu trauma yang dirasakan masyarakat. Mereka tidak bisa ke kebun, tidak bisa sekolah, tidak bisa berobat. Pengungsian dan kelaparan akan mengikuti. Tolong kembalikan hak kami untuk hidup damai di tanah kami, bukan mati karena moncong senjata,” ucapnya tegas.

Baca Juga:  Lis Tabuni Dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Bahas Infrastruktur Papua Tengah dan Pemberdayaan OAP

TNI versus TPNPB

Dalam pemberitaan berbagai media, kedua pihak yang berkonflik saling menuding perihal pelaku penembakan warga sipil yang berada di pengungsian.

Namun, laporan warga Puncak di lokasi menyebut penyerangan dilakukan oleh personel TNI di Kampung Tenoti dan Kampung Kumikomo, Distrik Kembru.

“Para korban tewas karena terkena tembakan akibat penyerangan membabi buta [oleh aparat keamanan] di sejumlah kampung [di] Distrik Kembru. Sembilan orang yang sudah diidentifikasi, dan dievakuasi lalu dimakamkan secara adat,” kata Yumbunik Murib, Jumat (17/4/2026), dilansir Jubi.id.

Data sembilan korban tewas itu adalah adalah Wundilina Kogoya (36 tahun), Kikungge Walia (55 tahun), Pelen Kogoya (65 tahun), Tigiagan Walia (76 tahun), Ekimira Kogoya (47 tahun), Daremet Telenggen (55 tahun), Inikiwewo Walia (52 tahun), Amer Walia (77 tahun), dan balita bernama Para Walia (5 tahun).

Sementara korban luka adalah Onde Walia (5 tahun), Aliko Walia (5 tahun), Nokia Kogoya (21 tahun), Anite Telenggen (19 tahun) dan Daniton Tabuni. Anite Telenggen dan Onde Walia sudah dirujuk ke Jayapura dan Nabire, sementara korban luka lainnya di rawat di Rumah Sakit Mulia. Korban luka ini belum termasuk yang dirawat di rumah.

Baca Juga:  Lis Tabuni Kembali Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di GKI Sanoba Papua Tengah Demi Perkuat Jiwa Kebangsaan

Atas insiden kemanusiaan ini, Lis Tabuni meminta Komnas HAM RI segera menyelidiki kasus ini, serta menyerukan kepada Kapolri, Panglima TNI, dan Presiden untuk tidak menutup mata terhadap pelanggaran HAM berulang di tanah Papua.

Lis menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh menjadi solusi. Putri asli Puncak Jaya ini juga meminta negara memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat sipil, terutama perempuan dan anak-anak, yang menjadi korban paling rentan dalam setiap konflik bersenjata.

“Negara harusnya menjadi pelindung, bukan musuh rakyatnya. Kami tidak ingin terus menjadi pengungsi dari hutan ke hutan, dari kampung ke kampung. Biarkan kami hidup dan mati di tanah kami, oleh alam dan Tuhan, bukan oleh senjata,” katanya. (*)

sumber: tudepoint.com

Related

You Might Also Like

Mahasiswa Jayapura Antusias Ikuti Kelas Pelatihan Menulis JPIC OFM Papua

Pemkab Yahukimo Salurkan 1 Ton Beras untuk Hutkimo, 22 Warga Meninggal akibat Wabah dan Kelaparan

CSI Soroti Ancaman Tanah Masyarakat Adat Papua Dalam Sidang Dewan HAM PBB

Pemkab Lanny Jaya Salurkan BLT, Sembako dan PKH Tahap II 2026

Mahasiswa, OKP Cipayung dan Masyarakat Papua Pegunungan Tolak Program Transmigrasi

TAGGED:KembruKKBLis TabuniPuncak Papua TengahTNI

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Dorong Anak Muda Kembali ke Kebun, Dinas Koperasi Papua Pegunungan Jamin Pasar Kopi
Next Article Perempuan Bokondini Kecam Penembakan Warga Sipil, Sebut Pendekatan Keamanan Gagal Lindungi Masyarakat
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

IPMPKDPT Gelar Penerimaan Anggota Baru, Perkuat Iman Katolik dan Budaya Papua
Tanah Papua
11 hours ago
KPA Lanny Jaya Edukasi Mahasiswa Mapogadi, Dorong Kesadaran dan Kepedulian terhadap HIV/AIDS
Kesehatan
22 hours ago
Operasi Militer Meluas di Tolikara, Warga Sekitar Gereja Moria Diduga Ditangkap
Polhukam Tanah Papua
22 hours ago
KONI Lanny Jaya Dukung Pemuda Baptis Cup 2026, Serahkan Kostum dan Bola
Olaraga Papua Pegunungan Papua Tengah
1 day ago
Baca juga
PolhukamTanah Papua

Kriminalisasi Anak Muda Papua: Ivan Kabak Jadi Korban Penegakan Hukum Semena-Mena

1 year ago
Siaran PersTanah Papua

Di Perbatasan RI-PNG Vanimo, Akses Orang Papua Ingin Bertemu Paus Dibatasi 

2 years ago
PolhukamSiaran Pers

LBH Papua Desak Kapolri Bebaskan Warga Sipil dan Usut Oknum Polisi Pelaku Kekerasan di Sorong

1 year ago
Tanah Papua

Ini Alasan PRP Se Lapago Tidak Lakukan Aksi Demo Damai Hari Ini

4 years ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Kadis Koperasi Papua Pegunungan Alpius Yigibalom: Harkopnas ke-79 Jadi Momentum Perkuat Koperasi

3 months ago
KesehatanPapua Pegunungan

BP3OKP dan KPA Jayawijaya Sinkronisasi Penanganan HIV, 4.000 Pasien Loss to Follow Up Jadi Perhatian

2 months ago
Tanah Papua

Mahasiswa Uncen Gelar Aksi Memperingati Hari Tani Nasional di Jayapura

1 year ago
Tanah Papua

100 Hari Kerja, Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya Fokus Benahi Kota Tiom

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?