Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Perempuan Bokondini Kecam Penembakan Warga Sipil, Sebut Pendekatan Keamanan Gagal Lindungi Masyarakat
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Perempuan & Anak > Perempuan Bokondini Kecam Penembakan Warga Sipil, Sebut Pendekatan Keamanan Gagal Lindungi Masyarakat
Perempuan & AnakPolhukamTanah Papua

Perempuan Bokondini Kecam Penembakan Warga Sipil, Sebut Pendekatan Keamanan Gagal Lindungi Masyarakat

admin
Last updated: April 21, 2026 10:14
By
admin
Byadmin
Follow:
163 Views
4 months ago
Share
Perempuan Bokondini Keluarkan Pernyataan Sikap, Kecam Penembakan Warga Sipil - Dok Cuplikan layar
SHARE

Wamena, nirmeke.com — Himpunan Perempuan Bokondini (HPB) melontarkan kritik keras terhadap aparat keamanan menyusul insiden penembakan yang menewaskan warga sipil di Kampung Mairini, Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara.

Iklan Nirmeke

Dalam pernyataan sikap resmi yang dirilis di Wamena, Sabtu (18/4/2026), HPB menilai penggunaan senjata api dalam peristiwa 14 April 2026 tersebut sebagai bentuk kekerasan yang tidak proporsional dan berpotensi melanggar hak asasi manusia.

Ketua HPB, Ana Weya, menegaskan bahwa insiden tersebut bukan hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memperdalam trauma, ketakutan, dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara.

“Ini bukan sekadar insiden keamanan. Ini menyangkut hak hidup warga sipil yang seharusnya dilindungi, bukan justru menjadi korban,” ujarnya.

HPB secara terbuka mempertanyakan kehadiran aparat keamanan dalam jumlah besar, termasuk pasukan Brimob dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, di wilayah kampung yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi sosial masyarakat setempat.

Baca Juga:  Umat Katolik di Kampung Yogonima Pasang Baliho Himbauan Pesan Moral Uskup Jayapura

Menurut mereka, pendekatan keamanan yang bersifat militeristik justru memperburuk situasi dan menciptakan ruang intimidasi terhadap warga sipil.

“Keamanan seperti apa yang dibangun jika masyarakat justru hidup dalam ketakutan di tanahnya sendiri?” kata Ana.

HPB menilai peristiwa ini harus dilihat sebagai bagian dari pola berulang penggunaan kekuatan berlebihan di wilayah Papua, yang selama ini kerap menempatkan masyarakat sipil sebagai korban.

Dalam konteks hukum, HPB menegaskan bahwa tindakan penembakan terhadap warga sipil berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, khususnya terkait hak hidup dan perlindungan dari perlakuan tidak manusiawi.

Selain itu, organisasi ini mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk segera turun tangan membentuk tim investigasi independen guna memastikan proses penyelidikan berjalan transparan dan akuntabel.

Baca Juga:  Operasi Militer di Lanny Jaya, Ribuan Warga Melagi Mengungsi

HPB juga menuntut pertanggungjawaban hukum yang tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat, termasuk aparat yang diduga menggunakan senjata api di luar prosedur.

“Kami tidak ingin kasus ini berakhir tanpa kejelasan seperti banyak kasus sebelumnya. Harus ada akuntabilitas,” tegasnya.

Lebih jauh, HPB menyoroti pentingnya pemulihan bagi korban dan keluarga, termasuk kompensasi, layanan kesehatan, serta jaminan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak.

Organisasi ini juga mendesak pemerintah untuk meninggalkan pendekatan keamanan yang represif dan beralih pada pendekatan dialogis yang menghormati hak-hak masyarakat adat.

“Selama pendekatan kekerasan terus dipertahankan, maka konflik tidak akan pernah selesai. Yang ada hanya menambah daftar korban dari masyarakat sipil,” ujar Ana.

HPB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini serta memperjuangkan perlindungan hak-hak perempuan dan anak di wilayah konflik Papua.(Red)*

Related

You Might Also Like

Perkuat Basis Gerakan Perlawanan, Sekretariat KNPB Wilayah Yalimo Diresmikan

TPNPB OPM Yahukimo: Maskapai Sipil Dilarang Angkut Militer, Pesawat dan Pilot akan Jadi Target

Bupati Lanny Jaya Hadiri Peringatan Hardiknas 2025, Tekankan Pentingnya Pendidikan Merata

Kasus Ledakan Melagi, Polisi Periksa 16 Saksi Tambahan

PMKRI Fakfak Mendukung Susana Kandaimu

TAGGED:Himpunan Perempuan Bokondini (HPB)Penembakan Warga Sipil di Tolikara

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung
Next Article Koalisi HAM Papua Soroti Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak, Desak Tim Pencari Fakta
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

HIPMI Papua Pegunungan Dukung Koperasi Tekan Inflasi, Dorong Serap Produk Lokal
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
14 hours ago
Delapan Anggota DPRK Tolikara Jalur Otsus Resmi Dilantik, Jumlah Legislator Bertambah Jadi 38
Papua Pegunungan
14 hours ago
HIPMI dan KP3 Bersinergi Perkuat Ekonomi Lokal Papua Pegunungan
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
14 hours ago
HIPMA-Lani Se-Jawa dan Bali Kabupaten Lanny Jaya Serukan Aksi di Kementerian Dalam Negeri
Pendidikan Siaran Pers Tanah Papua
1 day ago
Baca juga
Tanah Papua

Ini Sikap PMKRI Jayapura Terkait Video Penyiksaan Warga Sipil di Papua

2 years ago
Tanah Papua

Pemda Fakfak Dukung Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua

10 months ago
Tanah Papua

Pemilik Hak Ulayat Tolak Politisasi Isu Lahan Kantor Gubernur Papua Pegunungan Dalam Kursi DPRK

1 year ago

MRP Sebut 20 Kewenangan di UU Otsus Papua Tak Dijalankan Negara

4 years ago
Tanah Papua

Mei Mendatang, Para Uskup Regio Papua Akan Umumkan Hari Misi Katolik di Tanah Papua

3 years ago
Tanah Papua

Putusan Praperadilan Johannes Rettob Gugur di PN Tipikor Jayapura

3 years ago
KesehatanTanah Papua

Yefta Lengka Ajak Pemuda Papua Perangi Miras dan Napza

1 year ago
InfrastrukturPendidikanTanah Papua

Pemerintah Jangan Paksa, Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur di Welesi Masih Bermasalah

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?