Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Koalisi HAM Papua Soroti Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak, Desak Tim Pencari Fakta
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Koalisi HAM Papua Soroti Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak, Desak Tim Pencari Fakta
PolhukamSiaran PersTanah Papua

Koalisi HAM Papua Soroti Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak, Desak Tim Pencari Fakta

admin
Last updated: April 21, 2026 10:19
By
admin
Byadmin
Follow:
62 Views
5 months ago
Share
Seorang IBu di Puncak Tertembak - Dok
SHARE

Jayapura, nirmeke.com — Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua menyoroti dugaan pelanggaran HAM berat dalam konflik bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dan mendesak pembentukan tim pencari fakta independen.

Iklan Nirmeke

Desakan tersebut disampaikan dalam siaran pers resmi koalisi menyusul laporan jatuhnya korban sipil dalam rangkaian operasi militer di Distrik Pogoma beberapa hari terakhir.

Koalisi menyebut konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) terus berdampak langsung terhadap masyarakat sipil.

“Pendekatan keamanan dalam konflik Papua telah memicu korban jiwa, luka, kerugian harta benda, serta hilangnya rasa aman masyarakat sipil,” tulis koalisi dalam pernyataannya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari sumber lapangan, sedikitnya sembilan warga sipil dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang anak berusia lima tahun. Selain itu, sejumlah warga lainnya mengalami luka tembak dan trauma.

Baca Juga:  Sekolah Adat Hugula Akan Dibuka di Kampung Yogonima, Papua Pegunungan

Koalisi menilai peristiwa tersebut merupakan indikasi pelanggaran hak hidup dan perlindungan dari perlakuan tidak manusiawi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Selain itu, jatuhnya korban anak dalam konflik bersenjata dinilai sebagai bentuk tidak terpenuhinya perlindungan khusus bagi anak sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Koalisi juga menegaskan bahwa konflik bersenjata yang terjadi berpotensi melanggar prinsip hukum humaniter internasional, khususnya kewajiban melindungi warga sipil sebagaimana diatur dalam Konvensi Jenewa 1949.

Dalam konteks tersebut, koalisi menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam konflik, baik Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, maupun TPNPB, wajib menjamin perlindungan terhadap masyarakat sipil.

Baca Juga:  Mengurai Fakta Kasus Penyanderaan Nduga Antara Tahun 1996 dan 2023

“Semua pihak dalam konflik wajib melindungi masyarakat sipil dan tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap mereka,” tegas koalisi.

Sebagai tindak lanjut, koalisi mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia bersama Komnas HAM Perwakilan Papua dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia segera membentuk tim pencari fakta guna menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Koalisi juga meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah untuk menghentikan konflik bersenjata yang dinilai terus menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Tentara Nasional Indonesia maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia terkait tudingan dugaan pelanggaran HAM tersebut.(Red)*

Related

You Might Also Like

Festival Media se-Tanah Papua Pertama Digelar di Nabire, Hadirkan Ratusan Jurnalis dan Praktisi Nasional

Upaya Menjaga Keamanan: Warga Dilarang Membawa Senjata Tajam di Kota Wamena

Ucapkan Selamat, Pemuda Adat Papua Minta Prabowo-Gibran Lanjutkan Program Nasional Jokowi di Tanah Papua

DPD RI Soroti Eskalasi Kekerasan di Papua, Desak Pemerintah Buka Peta Jalan Penyelesaian Konflik

Legislator Papua Minta BGN Evaluasi Total Tata Kelola MBG

TAGGED:Koalisi HAM PapuaPenembakan Warga Sipil di PuncakTPNPB

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Perempuan Bokondini Kecam Penembakan Warga Sipil, Sebut Pendekatan Keamanan Gagal Lindungi Masyarakat
Next Article HMPJ Soroti Rencana Kantor Vertikal di Wamena, Dinilai Ancam Hak Ulayat dan Picu Konflik Agraria
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Warga Wamena Minta Pemkab Pasang Lampu Jalan dan Tertibkan Penjualan BBM Eceran
Infrastruktur
21 hours ago
Ketua DPR Papua Pegunungan Minta APBD-P 2026 Diprioritaskan untuk Korban Bencana
Papua Pegunungan
21 hours ago
APBD-P Papua Pegunungan Naik Jadi Rp1,957 Triliun, DPR Minta OPD Bertanggung Jawab
Papua Pegunungan
3 days ago
Papua Kembali Disorot di PBB, Vanuatu Desak Komisaris Tinggi HAM Turun ke Lapangan
Nasional Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Baca juga
Polhukam

57 Pastor Pribumi Papua Serukan Referendum Untuk Papua

6 years ago
Tanah Papua

Louching Indeks Kerawanan Pemilu, Bawaslu Lanny Jaya Minta Semua Pihak Jaga Netralitas

2 years ago
Siaran PersTanah Papua

LBH Papua Merauke: Presiden Prabowo Wajib Terima Hasil Sidang MPL PGI sebagai Bentuk Pemenuhan HAM

8 months ago

Front Mahasiswa Papua se Jawa Bali Demo Tolak DOB di Depan Kantor DPR RI

4 years ago
Tanah Papua

Umat Katolik Pegunungan Tengah Gelar Pasar dan Pameran Pangan Lokal di Wamena

11 months ago
Tanah Papua

Merasa Dirugikan, Calon Anggota KPU 3 Kabupaten Minta Timsel Berhentikan Proses Seleksi

3 years ago
Tanah Papua

Kasus Kriminalitas di Wamena Makin Meningkat, Kinerja Bupati dan Kapolres di Soroti Masyarakat

3 years ago
Tanah Papua

KNPB Yalimu Rayakan HUT ke-14, Teguhkan Perjuangan Penentuan Nasib Sendiri

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?