Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: KNPB Sektor Ninmin Peringati 25 Tahun Tragedi Abepura Berdarah, Desak Negara Tuntaskan Pelanggaran HAM
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > KNPB Sektor Ninmin Peringati 25 Tahun Tragedi Abepura Berdarah, Desak Negara Tuntaskan Pelanggaran HAM
Tanah Papua

KNPB Sektor Ninmin Peringati 25 Tahun Tragedi Abepura Berdarah, Desak Negara Tuntaskan Pelanggaran HAM

Henok Giban
Last updated: December 9, 2025 10:32
By
Henok Giban
ByHenok Giban
Follow:
22 Views
8 months ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com — Badan Pengurus Sektor Komite Nasional Papua Barat (BPS-KNPB) Ninmin Wilayah Numbay memperingati 25 tahun Tragedi Abepura Berdarah, Minggu (7/12/2025), melalui renungan bersama dan jumpa pers yang digelar di Asrama Ninmin, Jalan Biak, Abepura, Kota Jayapura, Papua.

Iklan Nirmeke

Peringatan ini dilakukan bersama mahasiswa serta masyarakat asal Nduga sebagai bentuk mengenang para korban kekerasan yang terjadi pada 7 Desember 2000, serta sebagai pengingat bahwa hingga kini kasus tersebut belum diselesaikan secara tuntas oleh negara.

Tragedi Abepura Berdarah merupakan salah satu peristiwa pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat di Papua, yang ditandai dengan operasi aparat keamanan secara masif terhadap mahasiswa dan warga sipil. Hingga 25 tahun berlalu, keluarga korban masih menunggu keadilan dan pertanggungjawaban hukum negara.

Kronologi Singkat Tragedi Abepura Berdarah

Peristiwa bermula pada 7 Desember 2000 sekitar pukul 01.30 WIT, saat terjadi penyerangan oleh orang tak dikenal terhadap Kapolsek Abepura. Dalam insiden tersebut, Bripka Petrus Eppa tewas, bersama tiga warga sipil. Tidak jauh dari lokasi, sejumlah ruko dibakar, serta seorang satpam di Kantor Dinas Otonom Kotaraja dibunuh.

Sekitar pukul 02.30 WIT, aparat melakukan penyisiran terhadap tiga asrama mahasiswa, yakni: Asrama Ninmin, Asrama Yapen Waropen dan Asrama Mahasiswa Ilaga.

Penyisiran juga dilakukan di pemukiman warga sipil di Abe Pantai, Kotaraja, dan Skyline. Dalam operasi tersebut, Elkius Suhuniap tewas, sementara Jhon Karunggu dan Orry Doronggi meninggal dunia di dalam sel Polres Jayapura akibat penyiksaan. Saat itu, Kapolres Jayapura dijabat AKBP Drs. Daud Sihombing, SH.

Baca Juga:  HMI Papua Pastikan yang Demo di Gedung KPK Bukan Bagian Dari Mereka

Menurut KNPB, jumlah korban dalam tragedi ini mencapai 105 orang, dengan rincian: 2 orang meninggal dalam tahanan akibat penyiksaan, 1 orang ditembak mati, 22 orang ditangkap dan disiksa dan Puluhan lainnya mengalami trauma fisik dan psikologis.

Pernyataan Sikap KNPB dan Keluarga Korban

Dalam pernyataan sikapnya, KNPB menegaskan bahwa tindakan penyiksaan, pembunuhan kilat, penganiayaan, perampasan kemerdekaan, serta penahanan sewenang-wenang terhadap warga sipil merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan termasuk kategori pelanggaran HAM berat.

KNPB juga menilai bahwa selama lebih dari dua dekade, negara gagal menghadirkan kebenaran dan keadilan bagi para korban.

“Tidak satu pun pelanggaran HAM berat di Papua, termasuk Abepura Berdarah, yang diselesaikan secara transparan dan bermartabat,” tegas pernyataan KNPB.

Tuntutan Resmi KNPB

Dalam momentum 25 tahun tragedi ini, KNPB Sektor Ninmin Wilayah Numbay bersama keluarga korban menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mendesak Pemerintah RI membuka kembali penyelidikan seluruh kasus pelanggaran HAM di Papua, khususnya Tragedi Abepura Berdarah.
  2. Menuntut penarikan pasukan militer non-organik dari seluruh wilayah Papua.
  3. Menegaskan bahwa hingga kini negara gagal menyelesaikan kasus-kasus besar, seperti Wamena Berdarah, Biak Berdarah, Paniai Berdarah, Nduga Berdarah, Yahukimo Berdarah, Intan Jaya Berdarah, dan lainnya.
  4. Menuntut pertanggungjawaban negara atas korban sipil di Intan Jaya dan wilayah konflik lainnya.
  5. Mendesak negara menjamin keselamatan, pemulihan, dan perlindungan pengungsi internal di Yahukimo, Nduga, Maybrat, Lanny Jaya, Pegunungan Bintang, dan wilayah terdampak lainnya.
  6. Menuntut dibukanya akses penuh bagi Komnas HAM, LSM kemanusiaan, dan media nasional maupun internasional.
  7. Mendesak dibukanya ruang dialog bermartabat dan setara dengan melibatkan rakyat Papua, tokoh adat, gereja, dan keluarga korban.
  8. Menyatakan bahwa kegagalan negara menyelesaikan pelanggaran HAM membuka ruang bagi tuntutan hak penentuan nasib sendiri secara demokratis dan bermartabat.
Baca Juga:  Direktur WALHI Papua Soroti Pernyataan Gubernur Papua Pegunungan Soal Tambang di Intan Jaya

KNPB: 7 Desember Adalah Hari Sejarah bagi Orang Nduga

Ketua Umum KNPB Wilayah Numbay Sektor Ninmin, Nason Kelnea, mengatakan bahwa peringatan 7 Desember akan terus dilakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan bagi para korban.

“Hari ini kami kembali mengenang dan menyalakan lilin untuk Abepura Berdarah. Setiap tahun kami akan terus melakukan ini, karena 7 Desember adalah hari sejarah bagi kami orang Nduga dan rakyat Papua,” ujarnya.

Peringatan 25 Tahun Tragedi Abepura Berdarah ditutup dengan doa bersama dan penyalaan lilin, sebagai simbol ingatan, duka, serta tuntutan keadilan yang terus hidup di tanah Papua.

Pewarta: Henok Giban

Related

You Might Also Like

Masyarakat Wamena Adukan Perampasan Tanah Adat ke Komnas HAM RI

Perkuat Jiwa Kebangsaan, Lis Tabuni Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Kaum Muda Papua Progresif

Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia

Ini Respon Bupati Jayawijaya Usai Temui Massa Aksi Demo CPNS di SMK Yapis

Kekerasan di Papua Telan Ratusan Korban Jiwa, Mayoritas Warga Sipil

TAGGED:KNPB Sektor NinminPeringatan 25 Tahun Tragedi AbepuraTragedi Abepura Berdarah

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Mas Yewen Hadir di Dogiyai, Perkuat Literasi Humor Lewat Mop dan Stand Up Comedy
Next Article Wabup Yahukimo Serukan Damai di Perayaan Natal RK-ANPROPAKOS 2025
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Aksi KNPB di Makassar Sempat Ricuh, Massa Kawal Tuntutan Papua Zona Darurat Kemanusiaan
Nasional Tanah Papua
17 hours ago
Tapol Papua Tolak New York Agreement, Soroti PSN dan Dugaan Pelibatan OAP sebagai Informan
Nasional Tanah Papua
17 hours ago
Cipayung Jayawijaya Soroti Operasi Militer, Tolak PSN dan Pertanyakan Program MBG di Papua
Papua Pegunungan Tanah Papua
17 hours ago
Agus Kossay Apresiasi Kapolres Jayawijaya Buka Ruang Demokrasi bagi Massa KNPB
Polhukam Tanah Papua
17 hours ago
Baca juga
PolhukamSiaran PersTanah Papua

Kasus Ledakan Melagi, Polisi Periksa 16 Saksi Tambahan

1 day ago
Tanah Papua

MRP-PP Gelar Penyaringan Aspirasi untuk Perlindungan Hak Orang Asli Papua di Lanny Jaya

1 year ago
MRP Papua PegununganPapua PegununganTanah Papua

Refleksi 100 Hari Kerja, Sekretaris MRP Papua Pegunungan Fokus Perbaikan Tata Kelola

4 months ago
HeadlineLingkunganTanah Papua

Perang Tanah Merauke! Masyarakat Adat Deklarasikan Perlawanan Total Terhadap PSN

1 year ago
Tanah Papua

HMI Papua Pastikan yang Demo di Gedung KPK Bukan Bagian Dari Mereka

3 years ago
Ekonomi & BisnisTanah Papua

Mama-Mama Papua Kota Sorong Desak Pemerintah Bangun Pasar Khusus dan Berikan Pembinaan Usaha

1 year ago
PolhukamTanah Papua

Operasi Militer di Lanny Jaya, Ribuan Warga Melagi Mengungsi

10 months ago
Tanah Papua

Ancaman Manipulasi Suara di Jayawijaya. Benny Mawel Ajak Rakyat Kawal Suara Hingga Ke KPU

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?