Yalimo, nirmeke.com – Peristiwa ujaran rasisme yang dilakukan seorang siswa non-Papua terhadap siswa Papua di Kabupaten Yalimo memicu kemarahan warga. Massa yang tersulut emosi melakukan aksi protes hingga membakar rumah pelaku.
Aparat keamanan yang datang ke lokasi untuk meredam kericuhan melepaskan tembakan. Akibatnya, satu warga dilaporkan meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Sadrak Yohame, yang tertembak saat aparat melakukan penembakan. Sementara itu, dua korban luka yang sudah teridentifikasi adalah Siro Wandik, siswa SMK Yapesli, terluka di tangan akibat sabetan pisau sangkur yang diduga dilakukan oleh anggota militer. Dan Thomas Aliknoe, mengalami luka tembak di kaki.
Hingga berita ini diturunkan, identitas beberapa korban lainnya masih dalam proses pendataan. Situasi keamanan di Yalimo dilaporkan tegang dan masyarakat mendesak agar aparat yang terlibat penembakan segera diproses hukum.
Aktivis HAM di Papua menyebut peristiwa ini sebagai bukti bahwa situasi di Papua semakin mengkhawatirkan dan menuntut negara segera menghentikan pendekatan militeristik. (*)
Laporan Warga
