Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: PT MNM Serobot Tanah Ulayat Yei, Warga Jagebob Lawan PSN Merauke
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > PT MNM Serobot Tanah Ulayat Yei, Warga Jagebob Lawan PSN Merauke
LingkunganSiaran PersTanah Papua

PT MNM Serobot Tanah Ulayat Yei, Warga Jagebob Lawan PSN Merauke

admin
Last updated: September 17, 2025 03:21
By
admin
Byadmin
Follow:
140 Views
9 months ago
Share
Foto: Lokasi tanah adat marga Kwipalo di Jagebob 10. Aparat TNI membangun pos militer di area konsesi, sementara Vincen Kwipalo telah memasang papan penolakan. Aktivitas pembongkaran hutan tetap berlangsung oleh aparat dan perusahaan. – Foto: Yayasan Pusaka
SHARE

Merauke, nirmeke.com – Penyerobotan tanah ulayat masyarakat adat Yei di Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, kembali terjadi. Aktivitas itu dilakukan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), salah satu perusahaan dalam konsorsium penggarap Proyek Strategis Nasional (PSN) kebun tebu di Merauke.

Iklan Nirmeke

Vincen Kwipalo, perwakilan marga Kwipalo, menyaksikan ekskavator dan buldoser membuka hutan adatnya untuk pembangunan akses jalan. Ia bersama kerabatnya sempat berupaya menghentikan aktivitas perusahaan pada Senin (15/9/2025).

“Pemilik ulayat selama ini teguh mempertahankan tanah adat dan sudah berkali-kali menyatakan tidak akan melepaskan tanah. Namun orang-orang perusahaan terus datang. Itu sudah masuk kategori intimidasi,” kata Teddy Wakum, pendamping hukum Vincen dari LBH Papua Merauke.

Baca Juga:  PMKRI, Uskup Mandagi, dan PSN

PT MNM memegang izin konsesi seluas 52.700 hektare—hampir setara dengan luas Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan pemantauan Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, hingga Agustus 2025, perusahaan telah membuka hutan seluas 4.912 hektare.

Pembangunan jalan yang sedang berlangsung melewati tanah ulayat marga Kwipalo. Vincen menegaskan penolakannya terhadap rencana tersebut dalam pertemuan yang difasilitasi pemerintah dan perusahaan pada 2 September lalu.

“Di area yang mereka gusur itu ada jalan kecil peninggalan moyang kami. Tak jauh dari situ ada wilayah tempat kami biasa berburu. Saya tidak pernah sepakat perusahaan mengambil tanah adat marga Kwipalo,” ujar Vincen.

Baca Juga:  Bupati Lanny Jaya Serahkan Bantuan Beras 61 Ton untuk 5 Distrik

Solidaritas Merauke menilai proyek PSN kebun tebu merampas hak masyarakat adat, menghilangkan hutan alami, dan mengancam keanekaragaman hayati. Keterlibatan aparat TNI dan Polri dalam proyek tersebut disebut memicu rasa takut di tengah masyarakat.

“Komnas HAM sudah menemukan pelanggaran-pelanggaran dalam kegiatan PSN Merauke. Presiden harus menghentikan proyek ini, mengevaluasi kebijakan yang merusak lingkungan hidup, dan memulihkan hak-hak masyarakat adat,” kata Sekar Banjaran Aji, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.(*)

Pewarta: Aguz Pabika

Related

You Might Also Like

JRB Gunakan Isu Pergantian Kepala Kampung untuk Menangkan Pilkada 2024 di Jayawijaya

Ini 9 Point Rekomendasi MRP Se Tanah Papua dan Faksi Otsus Terkait Hak Politik OAP

Benny Wenda Bicara di Forum MSG, Delegasi RI Walk Out!

LBH Papua Merauke Resmi Didirikan untuk Berikan Bantuan Hukum Gratis di Selatan Papua

Masyarakat Adat dan Korban PSN di Papua hingga Nusantara Gugat UU Cipta Kerja ke MK

TAGGED:LBH Papua MeraukePSN MeraukePT MNM Serobot Tanah Ulayat Yei

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Ujaran Rasis Picu Kerusuhan di Yalimo, Satu Orang Tewas dan Dua Luka Akibat Tembakan Aparat
Next Article Distrik Libarek Gelar Syukuran dan Serah Terima Lima Kepala Kampung, Ini Pesan Kadistrik Baru
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

KNPB Serukan Konsolidasi Terbuka, Soroti Situasi Darurat Kemanusiaan di Papua
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
1 week ago
LBH Papua Merauke Minta Presiden Hentikan Pelibatan TNI dalam Sengketa Tanah Adat Marga Kamuyend
Lingkungan Nasional Siaran Pers Tanah Papua
1 week ago
Bupati Yunus Wonda Minta Warga Stop Berkebun di Kawasan Cagar Alam Cyclop
Uncategorized
1 week ago
Serangan Drone Bom di Nduga, Tiga Anggota TPNPB Gugur
Polhukam Tanah Papua
1 week ago
Baca juga
Tanah Papua

Masyarakat Adat Alua-Marian dan Siep-Elosak Tegas Tolak Pembangunan 52 Kantor OPD di Wasalma

9 months ago
Tanah Papua

PGGJ Gelar Doa Rekonsiliasi untuk Situasi Sosial dan Bencana Alam di Wamena

1 year ago
Tanah Papua

Pemkab Yahukimo Salurkan Bantuan Sembako Dan PHK Ke 51 Distrik Dan 517 Kampung

11 months ago
Tanah Papua

Pemilik Hak Ulayat Tolak Politisasi Isu Lahan Kantor Gubernur Papua Pegunungan Dalam Kursi DPRK

1 year ago
Tanah Papua

Pemda Jayawijaya Sudah Sediakan Lokasi Kantor Gubernur Tapi Bukan di Welesi

3 years ago
Tanah Papua

Anggota DPRK Yahukimo Amirson Heselo Salurkan 2 Ton Beras untuk Kebutuhan Natal Distrik Kurima

6 months ago
Papua PegununganTanah Papua

Konflik Denda Adat Memanas, Jayawijaya Dorong Perda untuk Jaga Kedamaian Wamena

5 months ago
Bendera Papua Barat Diperlihatkan kepada Paus Fransiskus (Foto: Milk)
HeadlineTanah Papua

Bendera Papua Barat Dikibarkan Dalam Kunjungan Paus Fransiskus di Timor Leste

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?