Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Penolakan Keanggotaan West Papua oleh MSG dan Jalan yang Harus Ditempuh Oleh Rakyat Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Penolakan Keanggotaan West Papua oleh MSG dan Jalan yang Harus Ditempuh Oleh Rakyat Papua
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Penolakan Keanggotaan West Papua oleh MSG dan Jalan yang Harus Ditempuh Oleh Rakyat Papua

admin
Last updated: November 6, 2023 13:14
By
admin
Byadmin
Follow:
970 Views
3 years ago
Share
SHARE

Oleh: Sharon Muller

Iklan Nirmeke

Penolakan Keanggotan West Papua oleh MSG Menelanjangi MSG Sendiri dan Menunjukkan Jalan Apa yang Harus Ditempuh Oleh Rakyat Papua

Dengan suara bulat, semua pemimpin-pemimpin negara-negara Melanesia Spearhead Group (MSG) menolak sepenuhnya permohonan Keanggotan Penuh (Full Members) rakyat Papua yang diwakili oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang digelar Agustus lalu.

Padahal, inti dari permohonan ini adalah pengakuan rakyat Papua terhadap komitmen MSG untuk melindungi hak-hak dasar orang Melanesia, termasuk di West Papua. Akan tetapi, walau demikian, ditolak juga oleh KTT-MSG. Sehingga kesimpulan yang dapat ditarik dari perlakuan ini adalah:

Pertama, bahwa perlakuan ini sekali lagi membuktikan betapa MSG dan borjuasi-borjuasi nasional Melanesia adalah sarang dan boneka-boneka imperialis Amerika dan China yang merupakan sekutu dekat kolonial Indonesia di Melanesia sehingga tidak mampu mengambil keputusan yang independen dan kongkrit mengenai West Papua.

Penolakan keanggotan West Papua dengan alasan yang remeh-temeh dan birokratik yang mengekang adalah bukti final MSG dan borjuasi-borjuasi nasional yang bersekutu di dalamnya tidak berdaulat dan didikte 100% oleh imperialis dan kolonial Indonesia untuk mengamankan praktek penjajahan di West Papua.

Kedua, penolakan ini menelanjangi sepenuhnya kemunafikan MSG dan borjuasi-borjuasi nasional Melanesia yang salama ini menggunakan “West Papua” di berbagai panggung internasional, padahal sejatinya sedang meminta makan kepada imperialis dan kolonial Indonesia.

Setelah kolonial Indonesia membangun lapangan sepak bola di Solomon, suntikan dana ke Vanuatu, Fiji, dan PNG—sikap negara-negara ini berubah 100 derajat dari yang mendukung Hak Menentukan Nasib Sendiri menjadi mengakui sepenuhnya kedaulatan Indonesia. Ini adalah kemunafikan terbesar, bahwa isu kemanusiaan yang selama ini digaungkan bukan perpolitikan yang murni, melainkan cara halus MSG minta makan.

Ketiga, bahwa dengan ditolaknya West Papua, maka menjadi jelas siapa musuh dan siapa kawan rakyat Papua. Bahwa kelas borjuasi nasional Melanesia, sesuai karakter kelas dan perkembagannya, adalah musuh rakyat Papua.

Baca Juga:  Wamendagri Lantik Satu Anggota MRP Papua Pegunungan Yang Tertunda

Kelas borjuasi adalah golongan yang selalu bimbang dan tidak konsisten. Ditambah perkembangan tenaga produktif di Melanesia yang lambat dan lemah, menjadikan kelas ini bertumbuh sebagai kelas borjuasi yang impoten. Mereka juga memasuki panggung internasional terlalu telat, sehingga perkembagan mereka adalah tidak mungkin selain di bawah asuhan imperialis.

Konsekuensi langsung dari fakta ini adalah kelas borjuasi Melanesia tidak mungkin memainkan peran yang indepen atau bebas dari kepentingan imperialis. Sehingga, seperti kata Thomas Sangkara “barang siapa memberi anda makan, dia mengendalikan anda.” Inilah dasar dari semua perpolitikan MSG dan borjuasi-borjuasi nasional saat ini. Pendeknya, politik MSG tidak lain adalah politik imperialis.

Keempat, bahwa penolakan ini sekaligus menelanjangi MSG bahwa lembaga ini didirikan bukan untuk tujuan yang mulia, yakni kemanusiaan dan kemerdekaan. Justru sebaliknya semakin menegaskan lembaga ini sebagai alat penindas kelas yang diperkuda oleh imperialis untuk mengamankan kepentingan mereka di Pasifik dan Asia.

Tetapi apakah dengan penolakan MSG, maka jalan menuju kemerdekaan Papua sudah tertutup? Tidak sama sekali! MSG hanyalah salah satu jalan yang dapat dan harus kita tempuh. Seperti seruan kawan-kawan muda kita Jefry Wenda dan Ones Suhuniap, bahwa nasib kita tidak tergantung di MSG, tetapi terletak di tangan kita sendiri. Kemerdekaan ada di dalam negeri dan rakyat Papua yang menentukannya.

Untuk itu, hal-hal yang harus dipersiapkan dan diperkuat adalah:

Pertama, persatuan nasional. Persatuan semua organisasi perlawanan, agama, suku-suku, dan berbagai aliran politik dalam United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Persatuan adalah kunci kekuatan dan kemenangan kita. Sementara sebaliknya, perpecahan berarti kekuatan dan kemenangan bagi musuh.

Dengan persatuan, semua kekuatan akan dipusatkan menjadi satu dan dalam sekali pukulan kemenangan dapat diraih.

Baca Juga:  Miras Dan Narkoba Telah Mengancam Eksistensi Kehidupan Orang Papua

Kedua, persatuan nasional haruslah berwatak demokratis dan kerakyatan. Ini berarti ULMWP haruslah menjadi rumah bagi semua kekuatan nasional dalam semangat one people-one soul. Semua aturan yang membatasi keterlibatan massa luas dalam ULMWP seperti trias politica harus dihapuskan dan diganti dengan front demokratis yang berbasiskan kekuatan massa rakyat melalui dewan-dewan rakyat.

Ketiga, menghidupkan kembali politik “aksi massa atau massa aksi” sebagai satu-satunya jalan utama menuju kemerdekaan. Kemerdekaan ada di dalam negeri dan rakyat Papua yang menentukan. Ini berarti ULMWP sebagai kendaraan politik rakyat Papua harus memfasilitasi perlawanan-perlawanan rakyat (demonstrasi, boikot, dan mogok) yang terkoodinir dan terkomando di seluruh tanah Papua.

Keempat, kesatuan tindakan antara kekuatan sipil, militer, dan diplomasi. Ini berarti pertama-tama harus ada rekonsiliasi menyeluruh antara semua kekuatan bersenjata yang terpencar-pencar dan diplomasi dalam satu komando nasional. Kita harus berbaris bersama dan memukul secara bersama sesuai kemampuan dan bidangnya masing-masing. Aksi yang terpisah-pisah dan terpencar-pencar hanya akan mempermudah pekerjaan musuh untuk menghancurkan perjuangan kemerdekaan Papua.

Akhirnya, perjuangan Papua pada analisanya yang terakhir adalah perjuangan kelas. Perjuangan antara kelas yang dihisap dan ditindas melawan kelas yang menghisap dan menindas. Ini berarti perjuangan Papua dalam setiap sudut adalah perjuangan kelas—yang demikian merupakan satu mata rantai tak terpisah daripada seluruh perlawanan rakyat tertindas di seluruh dunia.

Dengan demikian, persatuan dan solidaritas antara sesama kelas tertindas di seluruh dunia merupakan kunci kemenangan penuh rakyat tertindas di seluruh dunia, termasuk West Papua.

)* Anggota Lingkar Studi Sosialis

)* Tulisan ini awalnya dimuat di www.arahjuang.com pada 31 Oktober 2023. Dimuat ulang lagi di nirmeke.com untuk tujuan pendidikan dan propaganda di Papua khususnya bagi Organisasi pergerakan dan rakyat Papua.

Related

You Might Also Like

Jadikan Rumah Bersama Semua Suku, Pemerintah Segera Benahi Tapal Batas di Nabire

Diskopindag Papua Pegunungan Tetapkan Tiga Program Prioritas Ekonomi 2026

Menuju PON 2029, KONI Papua Pegunungan Perkuat Organisasi hingga Kabupaten

TPNPB–OPM Wilayah Yahukimo Klaim Bertanggung Jawab atas Penembakan 2 Pilot di Danowage–Korowai Batu

HUT ke-62 Bangsa Papua : Ormas Reaksioner NTT dan Polisi serang Massa Aksi AMP dan FRI-WP di Kupang

TAGGED:Melanesia Spearhead Group (MSG)Penolakan Keanggotan West Papua di MSGUnited Liberation Movement for West Papua (ULMWP)

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article LEBIH BAIK MRP DI BUBARKAN
Next Article 2 Calon Anggota MRP Terpilih Tidak Dilantik Karena Dukung Penolakan Otsus Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

KNPB Yahukimo Sebut Penangkapan Aktivis Kemanusiaan Cederai Hukum, Kone Kobak Akhirnya Dibebaskan
Tanah Papua
5 days ago
Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Berita Foto Nasional Papua Tengah Polhukam
2 weeks ago
Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
3 weeks ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
3 weeks ago
Baca juga
Papua PegununganPendidikanSastra

Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Pusat Pendidikan Budaya di Papua Pegunungan

4 months ago
NasionalPolhukamTanah Papua

Pemuda Katolik Desak Negara Hadapi Krisis Kemanusiaan Papua, Sampaikan 11 Tuntutan kepada Wapres Gibran

6 months ago
Catatan Aktivis Papua

Berganti-ganti Presiden di Indonesia, Papua Barat Tetap Jadi Bangsa Terjajah

2 years ago
Tanah Papua

Ditjen Otda Kemendagri Pesan MRP Papua Pegunungan Jadi Corong Kawal Aspirasi OAP

2 years ago
Tanah Papua

Pendukung 40 Distrik Jayawijaya Siap Menangkan Athenius Murib dan Ronny Elopere

2 years ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

GPMR-I Tuntut Bupati Intan Jaya Temui Massa Aksi, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer

4 months ago
Tanah Papua

Sesuai UU Harusnya Plh Gubernur Papua Berhentikan Sementara ASN GRY Pelaku KDRT

3 years ago
InfrastrukturPendidikanTanah Papua

Pemerintah Jangan Paksa, Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur di Welesi Masih Bermasalah

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?