Jayapura, nirmeke.com – Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Studi Jayapura mengikuti Kelas Pelatihan Menulis yang digelar Justice, Peace, and Integrity of Creation Ordo Fratrum Minorum (JPIC OFM) Papua. Kegiatan ini berlangsung di Sentani, Jayapura, pada 19–22 Agustus 2025.
Selama empat hari pelatihan, para peserta mendapatkan materi dari berbagai narasumber yang berpengalaman di bidang jurnalistik dan kepenulisan. Kegiatan ditutup pada Jumat (22/8/2025) dengan doa, sambutan penutup, evaluasi kegiatan, serta penyerahan sertifikat kepada peserta oleh Direktur JPIC OFM Papua, Pastor Alexandros Rangga.
Pelatihan ini mengusung tema “Menulis Kehidupan Kota di Papua”. Pastor Alexandros Rangga dalam sambutannya menegaskan pentingnya menulis sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menyuarakan realitas di sekitar.
“Sesuai tema ini, generasi muda Papua harus bisa menulis. Sebelum menulis, kita perlu belajar menata pikiran dengan baik. Kegiatan ini adalah langkah awal untuk terus mengembangkan kemampuan menulis secara benar dan sungguh-sungguh,” kata Alexandros.
Ia juga menyampaikan bahwa JPIC OFM Papua berkomitmen melanjutkan kolaborasi dengan berbagai pihak agar kegiatan pelatihan serupa bisa terus dilaksanakan.
“Anak muda jangan hanya terhanyut di dunia maya. Mereka perlu memiliki soft skill yang baik agar bisa menata masa depan dengan benar,” tambahnya.
Salah satu peserta, Melki Elopere, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Saya baru pertama kali ikut pelatihan menulis seperti ini. Terima kasih kepada JPIC OFM Papua yang telah membuka ruang belajar bagi kami,” ujarnya.
Melki juga menilai materi yang disampaikan para narasumber, termasuk dari jurnalis Jubi.id, sangat bermanfaat.
“Materi tentang teknik menulis berita yang baik dan benar menjadi bekal berharga bagi kami, khususnya yang baru belajar dunia jurnalistik,” katanya.
Ia berharap ke depan akan ada lebih banyak ruang belajar serupa agar generasi muda Papua bisa meningkatkan keterampilan menulis di tengah tantangan era digital.
“Di zaman teknologi informasi saat ini, banyak anak muda kurang tertarik dengan dunia menulis. Karena itu kegiatan seperti ini penting untuk membangun kesadaran lintas generasi agar tidak hanya tenggelam di dunia maya, tapi juga produktif,” tutupnya.
Pewarta: Agus Wilil
