Wamena, Nirmeke.com – Ketua Forum Peduli Masyarakat Peleima, Iberanus Hilapok, membantah isi pemberitaan yang dirilis oleh Satgas Yonif 644/WLS terkait penyaluran bantuan beras di Distrik Ibele, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada 30 Juli 2025 lalu.
Dalam rilis tersebut, Satgas mengklaim telah menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat sebagai bentuk kehadiran negara. Namun, menurut Iberanus, informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan masyarakat.

“Berita itu hoaks. Bantuan beras yang disebut dalam berita tersebut bukan berasal dari TNI, melainkan dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Sejak kapan Satgas Yonif 644/WLS menyalurkan bantuan? Justru mereka dilaporkan mencuri ubi di kebun milik warga,” tegas Iberanus dalam pernyataannya yang diterima Nirmeke.com, Kamis (7/8/2025).
Ia juga menilai kehadiran TNI non-organik di Distrik Ibele dan Taelarek justru membawa keresahan bagi warga. Bahkan, ia menyebut TNI sengaja menjatuhkan amunisi di jalan-jalan untuk menciptakan ketegangan di tengah masyarakat.
“Kami tidak pernah meminta kehadiran TNI di wilayah kami. Mereka menempati kantor distrik tanpa dasar hukum yang jelas. Masyarakat mengalami trauma karena aksi-aksi mereka yang mencurigakan,” tambah Iberanus.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada Komandan Satgas Yonif 644/WLS, Letkol Inf Tiertona Arga, S.I.P, agar segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Ibele dan Taelarek.
Lebih lanjut, Iberanus menyatakan bahwa masyarakat kini menanti hasil koordinasi antara Bupati Jayawijaya dan Dandim setempat terkait status keberadaan pasukan non-organik di wilayah tersebut.
“Kami menunggu kejelasan. Masyarakat ingin pasukan segera ditarik, agar kehidupan warga kembali normal,” tutupnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Satgas Yonif 644/WLS maupun Kodim Jayawijaya belum memberikan tanggapan resmi atas bantahan tersebut.(*)
