Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Pengesahan Pemekaran 3 Provinsi Sebagai Bentuk Penjajahan di Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Pengesahan Pemekaran 3 Provinsi Sebagai Bentuk Penjajahan di Papua
Tanah Papua

Pengesahan Pemekaran 3 Provinsi Sebagai Bentuk Penjajahan di Papua

admin
Last updated: March 5, 2023 18:10
By
admin
Byadmin
Follow:
685 Views
4 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Ribuan Rakyat Papua sudah memdesak Pemerintahan Jokowi untuk menghentikan program penjajahan melalui kebijakan DOB dan Otsus di seluruh tanah Papua, namun nyatanya Pemerintah Jokowi, Puan Maharani, Tito Karnavian  alergi dengan aspirasi rakyat Papua tetapi terus paksakan Pemekaran demi kepentingan ekonomi di Papua bukan kesejateraan rakyat Papua.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut di sampaikan Ambrosius Mulait, Sekjen Asosiasi Mahasiswa Pengunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI), Kamis, (30/6/2022), tadi.

Mulait menjelaskan, pengesahan Otonomi Khusus (Otsus) jilid 2 dan Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di tanah Papua sebagai bentuk nyata sistem penjajahan di Papua.

“Penjajahan ini dapat dibuktikan dengan 3 hal, pertama Eksploitasi: Eksploitasi sumber daya alam dan manusia terus terjadi, yang mana perusahaan-perusahaan di Papua, berupa perusahaan pertambangan, perkebunan kelapa sawit, perairan dsb. Manusia Papua dijadikan sebagai tenaga kerja dengan upah yang murah meskipun sebelum ada perusahaan tanah atau air adalah sasaran produksi yang menghidupi masyarakat Papua sekian lama,” katanya.

Kedua Ekspansi, ekspansi modal terus terjadi yang mana lahan-lahan yang kosong dijadikan lahan-lahan eksploitasi sumber daya alam dan manusia. Hal ini menyebabkan perluasan kemiskinan, perluasan perampasan tanah, memperbanyak kematian OAP.

Baca Juga:  Memilih Wakil Rakyat yang Berkualitas

“Ketiga Kependudukan; kependudukan dimaknai dengan pendudukan militer dan sipil. Proyek daerah operasi militer menyebabkan genosida, dan proyek transmigrasi menyebabkan persaingan tenaga kerja sehingga menyebabkan terpinggirnya masyarakat Papua, dan konflik horizontal. Kependudukan Indonesia disertai dengan perdagangan miras, togel (sio), yang memperparah kemiskinan masyarakat di tanah Papua,” ujar Mulait.

Mulait menjelaskan, upaya memuluskan kebijakan Konggres Tingkat Tinggi (KTT) Global -20 yang akan dilakukan di Indonesia memiliki hubungan dekat dengan pemekaran. Karena investasi akan semakin deras menuju wilayah-wilayah baru kemudian mehadirkan lebih banyak militer di Papua.

“Selain itu revisi Otsus tidak membahas hal-hal subtansial untuk melindungi hak-hak orang Papua tetapi lebih memberikan leluasa kepada kapitalisme yang dibekingi oligarki untuk mengeruk kekayaan orang Papua, selain memberikan peluang bagi transmigrasi kepada orang luar Papua,” ujarnya.

Karena jumlah penduduk orang Asli Papua hanya 2, 1 juta orang, kenapa Jokowi tidak memekarkan Jawa Barat yang jumlah penduduknya padat, atau wilayah lain yang inginkan pemekaran, kenapa harus Papua ada apa?

Baca Juga:  Gelar Bimtek, MRP Papua Pegunungan Perkuat di Bidang Sekretariat

“Dibalik kebijakan Otsus yang rasis sedang gentor-gentornya untuk pemekaran di Papua. Jika pemekara dipaksakan di Papua maka Jokowi mewarisi orde lama untuk pendudukan Papua, melalui kebijakan Otsus dan DOB sebab orang Papua sudah menuju genosida karena dibunuh oleh pemerintah Indonesia melalui operasi militer sejak 1961-1969. 50. Ribu orang Papua mati.

“Kami juga mengutuk keras Yan Mandenas dan Komarudin Wautubun yang hendak memaksakan pemekaran di Papua dimana mereka yang harus berpihak pada rakyat Papua justru menentang aspirasi rakyat Papua untuk kepentingan kekuasaannya mereka, padahal mereka ini dipilih oeh rakyat Papua tetapi telah dihinati melalui revisi Otsus,” beber Mulait.

Mulait menegaskna satu kebijakan yang tidak dilegitimasi oleh rakyat Papua, secara politik akan lemah karena 21 impelementasi Otsus gagal sehingga Jokowi revisi secara buru-buru demi mengamankan investasi melalui DOB di Papua. (*)

Related

You Might Also Like

3 Juni Mendatang, PRP Akan Kembali Turun Jalan Tolak DOB dan Otsus jilid 2 di Wamena

Mama-Mama Pasar Tiom Tuntut Penertiban Pedagang Non-OAP, Soroti Penjualan Hasil Pertanian Lokal

Konflik Denda Adat Memanas, Jayawijaya Dorong Perda untuk Jaga Kedamaian Wamena

Ini yang Dibicarakan Gereja tentang Papua di Balik Pintu Sinode Keuskupan Jayapura

Mahasiswa Lanny Jaya Gelar Diskusi Tentang Dampak Revisi RUU TNI di Jayapura

TAGGED:DOB PapuaPenjajahan di Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Front Mahasiswa Papua se Jawa Bali Demo Tolak DOB di Depan Kantor DPR RI
Next Article MRP Blakblakan Alasan Pemerintah Pusat Paksa Mekarkan Tiga Provinsi di Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

24 Pemain Lolos Seleksi, Wamena United Putri Bidik Juara Liga Pertiwi 2026
Olaraga
1 day ago
Hak Kesulungan Politik Sebagai Simbol Dalam Kontekstasi Politik
Artikel
1 day ago
HIPMAS Papua Pegunungan Dorong Pengusaha Muda OAP Jadi Penggerak Ekonomi
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Tanah Papua
1 day ago
Jeda El Niño, Anton Wetipo Dorong Pemerintah Normalisasi Sungai Baliem
Papua Pegunungan
3 days ago
Baca juga
Tanah Papua

15 Februari, Jemaat GB Imanuel Toladan Sentani Gelar Pemilihan Badan Pelayanan 2026–2030

8 months ago
Tanah Papua

Penulis Buku 46 Bahasa Daerah Apresiasi DPR Papua Pegunungan Dorong Perda Perlindungan Bahasa Lokal

1 year ago
Raga Kogeya Koordinator Pengungsi Nduga di Wamena - Yefta/nirmeke
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia

3 years ago
Tanah Papua

Danrem 172 PWY Gandeng Pemkab Lanny Jaya Resmikan Air Bersih dan Dorong Pembangunan Kampung

1 year ago
MRP Papua PegununganPapua Pegunungan

MRP Papua Pegunungan dan DPRP Perkuat Koordinasi Bahas Regulasi dan Dukungan Kelembagaan

2 months ago
Tanah Papua

Tokoh Papua Ingatkan Wamendagri Jangan Rusak Kebun dan Tatanan Adat Orang Hubula

3 years ago
Tanah Papua

Kasus Kekerasan Terhadap Warga Sipil Meningkat, Papua Butuh Intervensi Pengiat HAM PBB

4 years ago
Tanah Papua

Weragin Wanimbo Dilantik sebagai Ketua Sektor KNPB Jileme

6 days ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?