Jayapura, nirmeke.com – Sejumlah umat Katolik yang tergabung dalam Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua menyampaikan seruan moral kepada Uskup Agung Merauke, Petrus Canisius Mandagi, dalam momentum Paskah 2026.
Dalam pernyataan pers tertanggal 5 April 2026, mereka mengajak pimpinan Gereja untuk merefleksikan makna kebangkitan iman dan tanggung jawab moral di tengah dinamika sosial di Tanah Papua, khususnya terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke.
Kelompok tersebut menilai kehadiran PSN telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat lokal, terutama karena adanya suara penolakan yang dianggap belum mendapat perhatian memadai.
“Kami melihat adanya krisis kepekaan pastoral yang berpotensi mengabaikan suara hati umat,” demikian isi pernyataan tersebut.
Dalam seruannya, umat Katolik Papua mengajak Uskup Agung Merauke untuk “bangkit” dalam makna reflektif, yakni lebih peka terhadap penderitaan umat, menghindari kompromi terhadap kepentingan ekonomi, serta memperkuat keberpihakan pada keadilan sosial dan martabat manusia.
Mereka juga menyoroti potensi dampak jangka panjang dari PSN, yang dinilai dapat memicu persoalan sosial dan ekologis, termasuk ancaman terhadap sumber penghidupan masyarakat lokal.
Selain itu, pernyataan tersebut turut mengangkat aspirasi agar kepemimpinan Gereja di Papua, khususnya di Keuskupan Agung Merauke, ke depan dapat dipercayakan kepada putra asli Papua yang dinilai lebih memahami konteks sosial dan pastoral umat setempat.
Seruan ini disampaikan sebagai bagian dari refleksi iman Paskah sekaligus bentuk kepedulian terhadap arah pelayanan Gereja dan kehidupan masyarakat di Tanah Papua.(*)
Pewarta: Soleman Itlay
