Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Masyarakat Sipil Nilai Tanggapan Pemerintah soal PSN Merauke Abaikan Fakta Lapangan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Masyarakat Sipil Nilai Tanggapan Pemerintah soal PSN Merauke Abaikan Fakta Lapangan
PolhukamSiaran PersTanah Papua

Masyarakat Sipil Nilai Tanggapan Pemerintah soal PSN Merauke Abaikan Fakta Lapangan

admin
Last updated: June 18, 2025 20:22
By
admin
Byadmin
Follow:
228 Views
11 months ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas Merauke menyampaikan kritik terhadap tanggapan Pemerintah Indonesia atas surat dari sembilan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan kerusakan lingkungan akibat Proyek Strategis Nasional (PSN) Merauke.

Iklan Nirmeke

Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Solidaritas Merauke menyebut tanggapan resmi pemerintah pada 6 Mei 2025 sebagai bentuk pengabaian terhadap kondisi faktual di lapangan. Mereka menilai bantahan pemerintah terhadap laporan pelanggaran HAM dan lingkungan tidak disertai data empiris yang memadai.

“Pemerintah tidak menjawab inti persoalan yang disampaikan oleh Pelapor Khusus PBB, bahkan cenderung menghindar dengan memberikan jawaban yang tidak relevan,” ujar perwakilan Solidaritas Merauke, Selasa (17/6/2025).

Baca Juga:  PMKRI, Uskup Mandagi, dan PSN

Sembilan Pelapor Khusus PBB sebelumnya mengirim surat kepada pemerintah Indonesia dan PT Global Papua Abadi—perusahaan yang terlibat dalam proyek PSN Merauke—dengan permintaan klarifikasi serta kemungkinan penghentian proyek karena dugaan pelanggaran HAM dan kerusakan lingkungan hidup.

Solidaritas Merauke menilai sikap pemerintah dalam tanggapan tersebut justru memperkuat kekhawatiran bahwa pemerintah tidak serius menyelesaikan konflik sosial dan ekologi yang muncul akibat proyek strategis nasional.

“Tanggapan pemerintah bertentangan dengan rekomendasi Komnas HAM, prinsip hukum konstitusi Indonesia, dan juga standar HAM internasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Solidaritas Merauke menyatakan bahwa proyek PSN Merauke tidak hanya berdampak di Merauke, tetapi juga mulai merambah ke wilayah Papua lainnya. Mereka juga meragukan komitmen pemerintah dalam memajukan dan melindungi HAM sebagaimana diatur dalam hukum nasional dan internasional.

Baca Juga:  Senator Paul Finsen Mayor: Sosok Menonjol dalam Perjuangan Hak-Hak Masyarakat Papua

Desakan ke PBB

Sebagai tindak lanjut, Solidaritas Merauke mendesak Pelapor Khusus PBB untuk melakukan pemantauan langsung di wilayah terdampak proyek. Mereka juga mendorong agar mandat pelapor khusus menekan pemerintah Indonesia untuk menghentikan pelaksanaan proyek demi mencegah meluasnya pelanggaran HAM dan kerusakan lingkungan.

“Kami minta PBB tidak hanya menunggu tanggapan di atas kertas, tetapi juga melakukan pemantauan lapangan untuk melihat langsung dampaknya terhadap masyarakat adat dan lingkungan di Merauke,” tambahnya.

Adapun proyek PSN Merauke selama ini menjadi sorotan karena disebut mengancam wilayah adat, merusak ekosistem hutan, dan mengakibatkan pengabaian terhadap hak-hak masyarakat lokal. (*)

Narahubung: Dita – 081295000221

Related

You Might Also Like

Masyarakat Adat Tiga Aliansi Tolak Pengukuran Sepihak Tanah Kantor Gubernur Papua Pegunungan

Ribuan Masyarakat Jayawijaya Hadiri Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya

Pemuda Gereja Baptis Walani Gelar Pelatihan Dasar Kepemimpinan

Diduga Ada Kejangalan, Polisi Diminta Hadirkan 4 Saksi Beri Keterangan Di Hadapan Keluarga

HUT ke-80 RI di Papua Pegunungan Berlangsung Khidmat, Gubernur Tabo Tekankan Persatuan

TAGGED:Kerusakan Lingkungan di PapuaPelapor Khusus PBBPSN Merauke

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article LBH Papua Kecam Pernyataan Wali Kota Jayapura yang Dinilai Diskriminatif dan Anti-Demokrasi
Next Article Manuver Politik Ganda Wali Kota Jayapura dalam Pusaran PSU Gubernur Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
4 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
HeadlineTanah Papua

Yeimo: Penyerangan Kantor Jubi Bentuk Pembungkaman Ruang Demokrasi Suara Orang Papua

2 years ago
Tanah Papua

Masyarakat Adat Alua-Marian dan Siep-Elosak Tegas Tolak Pembangunan 52 Kantor OPD di Wasalma

7 months ago
Tanah Papua

Sebulan Lebih Pasca Banjir di Wamena, Warga Masih Butuh Makanan dan Bibit Tanaman

12 months ago
OlaragaPapua Pegunungan

Geisler Ap Umumkan Pensiun pada 2026, Ingin Tutup Karier di Wamena

2 months ago
HeadlineTanah Papua

Di Wamena, TNI Backup Pembongkaran Paksa Lahan Perkebunan Milik Masyarakat

3 years ago
Tanah Papua

PGGJ Gelar Doa Rekonsiliasi untuk Situasi Sosial dan Bencana Alam di Wamena

1 year ago
Tanah Papua

AMPPTAP Desak Penarikan Militer dan Hentikan Perampasan Tanah Adat di Tanah Papua

7 months ago
Tanah Papua

Untuk Membangun Gereja Manusia, Umat Yogonima Gelar Lukatok Kelima

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?