Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Victor Yeimo: Kunjungan Pelapor Khusus PBB Bukti Papua Siap Terima Akses Internasional
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Victor Yeimo: Kunjungan Pelapor Khusus PBB Bukti Papua Siap Terima Akses Internasional
PolhukamTanah Papua

Victor Yeimo: Kunjungan Pelapor Khusus PBB Bukti Papua Siap Terima Akses Internasional

admin
Last updated: July 9, 2025 02:15
By
admin
Byadmin
Follow:
683 Views
10 months ago
Share
Viktor Yeimo (tengah pegan MIC) saat membacakan tuntukan di depan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Masyarakat Adat, Albert K. Barume - Istimewa
SHARE

Jayapura, nirmeke.com — Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Masyarakat Adat, Albert K. Barume, melakukan kunjungan informal selama dua hari di Jayapura, Papua, pada 4–5 Juli 2025. Dalam kunjungan tersebut, Barume mendengarkan langsung berbagai kesaksian dari komunitas adat yang menjadi korban militerisasi, korporasi, dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Tanah Papua.

Iklan Nirmeke

Pertemuan yang difasilitasi oleh AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara), Yayasan Pusaka, Greenpeace, dan media lokal Jubi ini menghadirkan sejumlah perwakilan masyarakat adat dari berbagai wilayah konflik di Papua. Mereka menyuarakan secara terbuka pengalaman ekosida (perusakan ekologi), genosida (pembunuhan massal sistematis), dan etnosida (penghancuran budaya).

Victor Yeimo, Juru Bicara Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, yang turut hadir dalam pertemuan itu, menyampaikan bahwa kunjungan Barume merupakan langkah strategis dalam upaya internasional untuk mendesak perlindungan hak-hak masyarakat adat Papua.

“Sebagai anak adat Papua, saya berdiri mendampingi Dewan Adat Papua (DAP) mewakili bangsa Papua untuk menyampaikan tuntutan mendesak kepada PBB,” ujar Yeimo.

Menurutnya, ada lima poin utama yang disampaikan kepada Pelapor Khusus PBB:

  1. Permintaan kunjungan resmi PBB ke Papua dalam kerangka Prosedur Khusus Dewan HAM.
  2. Pembentukan mekanisme investigasi independen, apabila akses resmi terus-menerus ditolak oleh pemerintah Indonesia.
  3. Dorongan untuk pengesahan resolusi khusus di Majelis Umum PBB mengenai Papua.
  4. Penghentian kerja sama lembaga-lembaga PBB yang dinilai berkontribusi pada pelanggaran hak masyarakat adat Papua.
  5. Pemenuhan hak menentukan nasib sendiri bagi masyarakat Papua, sebagaimana dijamin oleh instrumen internasional seperti ICCPR, ICESCR, dan UNDRIP Pasal 3 dan 4.
Baca Juga:  Yesus Itu Sosialis, Sang Pemberontak!

Yeimo juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama aktivis senior Octovianus Mote telah lebih dahulu menyampaikan undangan resmi kepada Pelapor Khusus sebelumnya, José Francisco Calí Tzay, saat menghadiri forum PBB di New York pada April 2024. Meski Forum Tetap PBB untuk Masyarakat Adat (UNPFII) tahun ini tidak mengeluarkan rekomendasi khusus soal Papua, kunjungan Barume tetap dinilai sebagai momentum penting untuk mendorong implementasi rekomendasi yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Barume sendiri dalam pertemuan itu menegaskan bahwa mendengarkan langsung kesaksian para korban merupakan mandat langsung dari jabatannya.

“Ia dengan penuh empati mencatat setiap kesaksian yang kami sampaikan. Sikap itu mencerminkan komitmen kemanusiaan yang sejati,” kata Yeimo.

Baca Juga:  Masyarakat Tagi Janji Bupati Jayawijaya Untuk Lakukan Pilkades Serentak Secara Demokratis

Selain bertemu masyarakat adat dan LSM, Barume juga dijadwalkan bertemu dengan perwakilan pemerintah daerah, Majelis Rakyat Papua (MRP), dan DPR Papua (DPRP).

Victor Yeimo juga menyoroti realitas yang menurutnya menggambarkan kegagalan sistemik negara dalam melindungi hak-hak masyarakat adat Papua. Ia merinci bahwa hingga saat ini, 14 permintaan kunjungan dari Komisi HAM PBB telah ditolak oleh Indonesia, dan setidaknya 15 negara dalam siklus UPR 2022–2023 telah menyerukan akses internasional ke Papua. Namun, seruan tersebut tak kunjung direspons secara positif.

“Gugatan masyarakat adat atas konsesi sawit selalu kandas di pengadilan. Rekomendasi dari Pacific Islands Forum dan ACP Group pun diabaikan. Ini menunjukkan bahwa dalam kerangka negara Indonesia saat ini, tidak ada jaminan atas hak hidup dan hak atas tanah bagi masyarakat adat Papua,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang memfasilitasi kunjungan Barume tanpa muatan politik tertentu.

“Kehadiran Pelapor Khusus membuktikan bahwa Papua adalah wilayah yang aman untuk dikunjungi. Maka alasan ‘keamanan’ tidak lagi relevan untuk menolak akses lembaga-lembaga PBB ke wilayah ini,” tandas Yeimo.(*)

Pewarta: Grace Amelia

Related

You Might Also Like

Eksepsi Ditolak, Forum Mahasiswa Papua di Makassar Desak Pembebasan Empat Tapol Papua

Rakyat Papua Sampaikan Tujuh Tuntutan ke Menteri HAM Natalius Pigai

BREAKING NEWS: Aparat Hadang Aksi Damai Front Mahasiswa Yahukimo di Dekai

PJ. Semuel gelar Pertemuan Perdana Dengan OPD. Ini Sejumlah Penegasannya

Pemerintah Dinilai Abai, Mahasiswa Nduga Tuntut Penanganan Segera Banjir Bandang Meborok

TAGGED:Albert K. BarumeDewan Adat Papua (DAP)Majelis Umum PBB mengenai PapuaPelanggaran Hak Asasi Manusia di PapuaPelapor Khusus PBB Untuk Masyarakat AdatVictor Yeimo

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pemilik Hak Ulayat Palang Kantor BPN Jayawijaya, Tuntut Sertifikat Tanah Adat
Next Article Gruduk PN Wamena, Front Justice Desak Sidang Adil untuk Kasus Penembakan Tobias Silak
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
PendidikanTanah Papua

Bupati Yahukimo Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah, Simbol Komitmen Pembangunan Pendidikan

12 months ago
Papua Tengah

Perkuat Persatuan, Lis Tabuni Gelar Sosialisasi Empat Pilar Bersama IKP di Papua Tengah

3 months ago
Papua PegununganPendidikanSastra

Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Pusat Pendidikan Budaya di Papua Pegunungan

3 months ago
Tanah Papua

MRP Papua Pegunungan Ikuti Bimtek Bersama Kemendagri Tingkatkan Kapasitas dan Sinergi Otsus

12 months ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

Koalisi HAM Papua Minta Yonif TP 817/Aoba Tidak Intervensi Konflik Tanah Marga Kwipalo

3 months ago
LingkunganPapua PegununganPendidikan

HMPJ Soroti Rencana Kantor Vertikal di Wamena, Dinilai Ancam Hak Ulayat dan Picu Konflik Agraria

2 weeks ago
Tanah Papua

Umat Katolik Yogonima Harap Uskup Jayapura Lebih Memprioritaskan Pembangunan Gereja Manusia

2 years ago
Tanah Papua

Pemprov Papua Pegunungan Salurkan 50 Ton Beras untuk Korban Banjir di Lanny Jaya

12 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?