Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Masyarakat Adat Kwiyawagi Tolak Kehadiran TNI Non-Organik, Minta Presiden Tarik Pasukan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Masyarakat Adat Kwiyawagi Tolak Kehadiran TNI Non-Organik, Minta Presiden Tarik Pasukan
KerjasamaPolhukam

Masyarakat Adat Kwiyawagi Tolak Kehadiran TNI Non-Organik, Minta Presiden Tarik Pasukan

admin
Last updated: February 6, 2026 00:44
By
admin
Byadmin
Follow:
36 Views
3 months ago
Share
Masyarakat adat Kwiyawagi secara tegas menolak kehadiran TNI non-organik di wilayah mereka - Ilustrasi
SHARE

Kwiyawagi, nirmeke.com — Masyarakat adat Kwiyawagi secara tegas menolak kehadiran TNI non-organik di wilayah mereka. Penolakan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap bersama yang digelar di depan Pos Induk TNI di Kampung Kogi, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Selasa (20/1/2026).

Iklan Nirmeke

Dalam pernyataan sikap itu, masyarakat menyebut keberadaan TNI non-organik telah berlangsung sejak Agustus 2025 dan dinilai menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan warga sipil, khususnya di wilayah Kwiyawagi yang selama ini dikenal sebagai daerah pengungsian.

Berdasarkan data yang disampaikan masyarakat, TNI non-organik telah membangun satu batalyon dan sejumlah pos di beberapa wilayah, antara lain satu batalyon di Kampung Kogi, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya. Selain itu, pos TNI juga berada di Nenggeyagen (Kabupaten Nduga), Tubupur (Kuyawage), Dugu-Dugu (Wano Barat), Goa-Balim (Kabupaten Lanny Jaya), serta dua pos tambahan di jalur masuk Kwiyawagi, Kome.

Aksi penyampaian sikap tersebut diikuti masyarakat dari berbagai wilayah, mulai dari Tinggina hingga Alu-alu, dan dipimpin oleh Tim Peduli Daerah Kwiyawagi (TPDK). Dalam aksinya, mereka mengangkat tema “Menuntut Presiden Prabowo Subianto Segera Tarik Militer Non-Organik dari Daerah Kwiyawagi.”

Baca Juga:  Uskup Timika Tolak PSN Sawit: “Masyarakat Butuh Hutan, Bukan Kebun Kelapa Sawit”

Masyarakat menilai kehadiran aparat bersenjata di tengah permukiman telah mengganggu kondisi psikologis warga. Selain itu, mereka juga menuding adanya tindakan yang dinilai sebagai intimidasi dan perbudakan terhadap warga sipil, seperti pemaksaan pengambilan barang, kayu bakar, serta pengerahan warga untuk kepentingan pos militer.

Mereka juga menyoroti dugaan perusakan fasilitas umum, seperti bangunan Puskesmas Nenggeyagen, gedung sekolah, serta bangunan warga sipil lainnya.

Ketua Negosiator masyarakat, Etom Murib, menegaskan bahwa Kwiyawagi merupakan wilayah pengungsian, bukan daerah operasi militer.

“Daerah Kwiyawagi adalah tempat pengungsi, bukan tempat operasi militer. Kehadiran TNI non-organik secara berlebihan di wilayah ini sangat mengganggu masyarakat,” ujar Etom Murib.

Menurut Murib, status Kwiyawagi sebagai wilayah pengungsian telah diumumkan secara terbuka oleh Komandan Operasi TPNPB Brigjen Lekagak Telenggen serta pemerintah daerah di Kabupaten Puncak, Lanny Jaya, dan Nduga.

Baca Juga:  DPRK Jayawijaya Minta Pemda Serius Sikapi Penolakan Warga Walaik terhadap TNI Non Organik

Ia menambahkan bahwa Kwiyawagi selama ini telah menampung berbagai kelompok pengungsi dari berbagai wilayah konflik di Papua Pegunungan.

Dalam pernyataan sikapnya, masyarakat adat Kwiyawagi menyampaikan sembilan tuntutan, di antaranya mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto segera menarik TNI non-organik dari wilayah Kwiyawagi, menghentikan intimidasi terhadap warga sipil, menolak pembangunan dan penambahan pos TNI permanen tanpa persetujuan masyarakat adat, serta menolak pergantian pasukan non-organik.

Masyarakat juga meminta agar aktivitas militer di bidang pendidikan dan keagamaan dihentikan tanpa koordinasi dengan kementerian terkait dan masyarakat setempat, serta menuntut penghentian perusakan fasilitas umum dan bangunan warga.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh Tim Peduli Daerah Kwiyawagi yang diketuai Wenda Murib dan Sekretaris Elis Telenggen, serta didukung oleh perwakilan tokoh gereja, pemerintah, masyarakat, pemuda, perempuan, intelektual, dan mahasiswa di Kwiyawagi.(*)

Pewarta: Grace Amelia

Related

You Might Also Like

John NR Gobai: Jadi Anggota DPR Berarti Siap Menerima Aspirasi Dari Pihak Mana Saja, Jangan Takut Dicap Pro

Penangkapan Paksa Stenly Dambujai di Depan Gereja Kerahiman Ilahi Merauke Diduga Langgar HAM dan Upaya Pembungkaman Suara Kaum Awam Katolik

DPD RI Soroti Eskalasi Kekerasan di Papua, Desak Pemerintah Buka Peta Jalan Penyelesaian Konflik

KNPB Balim-Wamena Tegaskan Tidak Terlibat dalam Aksi Damai 2 September

AMPTPI : Legislator Papua di DPR RI tak Mampu Menyelesaikan Resolusi Konflik di Papua

TAGGED:Masyarakat adat KwiyawagiTNI Non Organik

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Anthonius Wetipo Dipastikan Pimpin HIPMI Papua Pegunungan
Next Article 171 Tahun Injil Masuk Tanah Papua, PMKRI Jayapura: Gereja Harus Bersikap untuk Kemanusiaan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
MRP Papua PegununganPapua PegununganPendidikanSastra

Benny Mawel: Sekolah Adat Harus Jadi Fondasi Pendidikan Berbasis Budaya

3 months ago
PolhukamTanah Papua

MRP Papua Pegunungan Temukan Korban Belum Dievakuasi di Lokasi Pengeboman Lanny Jaya

7 months ago
Ekonomi & BisnisPemkab Lanny Jaya

Pemkab Lanny Jaya Teken MoU Rp6 Miliar dengan KAPP untuk Dukung UMKM Lokal

10 months ago
Polhukam

Senator Yeimo: Transmigrasi Akan Menimbulkan Kecemburuan Sosial dan Potensi Konflik Baru

1 year ago
Polhukam

KNPB Konsulat Indonesia Wilayah Gorontalo Resmi Dilantik, Serukan Persatuan dan Referendum Papua

1 year ago
PolhukamTanah Papua

Keluarga dan Warga Yahukimo Desak Polisi Tegakkan Keadilan untuk Vicktor Deyal

8 months ago
NasionalPolhukamTanah Papua

TPNPB Klaim Tembak Tiga Aparat di Mile 50 Tembagapura dan Rampas Dua Senjata

3 months ago
PolhukamTanah Papua

KNPB Makassar Kecam Teror terhadap Keluarga Empat Tapol NFRPB

6 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?