Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Masyarakat Distrik Mugi dan Yogosem Tolak Kehadiran TNI Non Organik di Kampung Ugem
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Masyarakat Distrik Mugi dan Yogosem Tolak Kehadiran TNI Non Organik di Kampung Ugem
PolhukamSiaran PersTanah Papua

Masyarakat Distrik Mugi dan Yogosem Tolak Kehadiran TNI Non Organik di Kampung Ugem

Redaksi
Last updated: September 4, 2025 13:36
By
Redaksi
ByRedaksi
Follow:
467 Views
11 months ago
Share
Penolakan Kehadiran Militer TNI Non Organik di Kampung Ugem, Distrik Mugi, Kabupaten Yahukimo - Dok Pribadi
SHARE

Mugi, nirmeke.com — Masyarakat Distrik Mugi dan Distrik Yogosem, Kabupaten Yahukimo, menyatakan penolakan terhadap keberadaan pos TNI Non Organik di Kampung Ugem. Penolakan itu disampaikan melalui musyawarah terbuka yang digelar pada Senin (1/9/2025) bersama Tim Peduli Daerah Siep Asso.

Iklan Nirmeke

Musyawarah yang berlangsung di Kampung Ugem dihadiri Kepala Distrik Mugi, Welinton Siep, S.Pd., 20 kepala kampung dari Distrik Mugi, tujuh kepala kampung dari Distrik Yogosem, tokoh gereja dari lima denominasi (GKI, GKIP, GKII, Katolik, dan GPDI), mahasiswa, intelektual, serta tokoh perempuan. Dalam forum tersebut, masyarakat secara bulat menyatakan keberatan atas kehadiran militer di wilayah adat mereka.

Awal Kehadiran TNI

Kehadiran personel TNI Non Organik di Kampung Ugem bermula pada Sabtu (23/8/2025) saat sekelompok aparat melakukan survei. Dua hari kemudian, Senin (25/8/2025), sekitar 150 personel TNI dengan sembilan unit kendaraan Strada memasuki kampung dan langsung membangun pos tanpa pemberitahuan kepada masyarakat maupun pemerintah kampung dan distrik.

Warga Distrik Mugi dan Yogosem Tolak Kehadiran TNI Non Organik di Kampung Ugem saat hadiri Audiens – Dok Pribadi

Sejak itu, warga setempat mengaku hidup dalam ketakutan. Padahal, Distrik Mugi selama ini dikenal aman dan damai tanpa pos militer. Aktivitas sehari-hari seperti berburu, berkebun, hingga akses pendidikan mulai terganggu karena adanya pengawasan ketat aparat.

Baca Juga:  Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia

“Dalam waktu kurang dari satu minggu saja, sudah ada anak sekolah yang diinterogasi, pohon warga ditebang tanpa izin, hingga pemuda yang mau akses jaringan internet dihadang aparat bersenjata,” ungkap perwakilan masyarakat dalam musyawarah tersebut.

Alasan Penolakan

Dalam pertemuan adat itu, masyarakat menyampaikan tiga alasan utama penolakan pos TNI Non Organik:

  1. Wilayah adat Siep Asso sejak dahulu aman dan damai tanpa penjagaan militer.
  2. Kehadiran TNI Non Organik dalam waktu singkat sudah menimbulkan keresahan warga.
  3. Berdasarkan pengalaman di banyak daerah Papua, pos militer kerap menimbulkan persoalan yang merugikan masyarakat sipil.

Kekhawatiran warga semakin besar mengingat mayoritas (lebih dari 80%) tidak memiliki KTP karena tinggal di pedalaman. Gaya hidup sehari-hari seperti berburu dengan panah dan busur, atau penampilan pemuda dengan rambut panjang dan kumis tebal, berpotensi menimbulkan kecurigaan aparat. Mereka takut hal serupa dengan kasus-kasus kekerasan di Papua kembali terulang, termasuk insiden penembakan almarhum Tobias Sikak di depan Pos Damai Cartenz, Kota Dekai, Yahukimo.

Baca Juga:  Perdana, Asosiasi Wartawan Papua Gelar Pra Raker I di Jayapura

Tanggapan Aparat

Aspirasi masyarakat langsung diserahkan kepada Komandan Pos TNI, Letnan Infanteri Edi Saputra. Ia menyatakan menerima penolakan itu, namun belum dapat memberikan jawaban pasti.

Tanggapan Aparat Komandan Pos TNI, Letnan Infanteri Edi Saputra – Dok Pribadi

“Kami di sini karena tugas negara. Aspirasi masyarakat ini akan kami sampaikan kepada atasan, karena keputusan bukan ada pada kami,” katanya di hadapan warga.

Kesepakatan Adat

Penolakan tersebut sekaligus menegaskan keputusan musyawarah adat Siep Asso pada awal 2025, yang menyepakati wilayah Herawe, Hetang, dan Jitugup sebagai daerah aman dan tidak memerlukan kehadiran pos militer, baik organik maupun non organik.

Mediasi bersama masyarakat Distrik Mugi dan Yogosem yang di hadiri Kepala Distrik Mugi Bp Welinton Siep, – Dok Pribadi

Dengan demikian, masyarakat wilayah adat Siep Asso yang mencakup Distrik Mugi dan Yogosem menolak keberadaan pos TNI Non Organik di Kampung Ugem maupun di seluruh wilayah adat mereka.

Hasil penolakan dituangkan dalam pernyataan resmi yang ditandatangani oleh Zhelsius Henius Asso, S.H., perwakilan Tim Peduli Daerah Siep Asso sekaligus pemerhati HAM Papua Pegunungan. Pernyataan ini disaksikan Kepala Distrik, mahasiswa, tokoh gereja, tokoh adat, dan tokoh perempuan.

“Wilayah adat Siep Asso sudah aman. Tidak perlu ada pos militer. Kami minta TNI ditarik dari Kampung Ugem,” tegas Zhelsius.(*)

Pewarta: Aguz Pabika

Related

You Might Also Like

TPNPB Serukan Persiapan ‘Revolusi Total’, Markas Pusat Instruksikan Pengecekan Logistik di 36 Kodap

Calon Kepala Daerah di Papua Pegunungan Diwajibkan Sampaikan Visi Misi Pakai Bahasa Ibu

Perkuat Persatuan, Lis Tabuni Gelar Sosialisasi Empat Pilar Bersama IKP di Papua Tengah

Masyarakat Wadangku Beri Pana dan Noken ke Antonius Wetipo Untuk Menangkan Pilkada 2024

Hari Rekonsiliasi Tak Menenangkan Warga Ibele: Jejak Militer dan Amunisi Ditemukan

TAGGED:Penolakan pos TNI Non Organik di PapuaTNI Non Organik di Kampung UgemWarga Distrik Mugi dan Yogosem

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Refleksi Budaya Katolik di Lembah Baliem: Masyarakat dan Gereja Dorong Perlindungan Nilai Adat
Next Article Warga Yahukimo Letakkan Jenazah Vicktor Deyal di Depan Polres, Tuntut Keadilan atas Penganiayaan Polisi
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Komisi V DPR Papua Pegunungan Soroti Pelayanan Kesehatan Dasar, Usulkan Kartu Papua Sehat untuk OAP
Kesehatan Papua Pegunungan
4 days ago
KP3 Resmi Berbadan Hukum, Simson Asso Ajak Pemuda Papua Pegunungan Masuk Dunia Usaha
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
5 days ago
Gubernur Papua Pegunungan Dukung KP3, Beri Bantuan Modal dan Fasilitasi Distribusi Pangan Antarwilayah
Papua Pegunungan Tanah Papua
6 days ago
MRP Papua Pegunungan Keluhkan Anggaran: Delapan Bulan Hanya Terima Gaji, Kunjungan Kerja dan Reses Terhenti
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan
6 days ago
Baca juga
Tanah Papua

Lepas Jabatan di MRP, Siep Berterima Kasih ke Lukas Enembe

3 years ago
LingkunganTanah Papua

Walhi Papua Ingatkan Pemerintah Pertimbangkan  Penempatan Lokasi Kantor Gubernur di Lahan Pangan Masyarakat Adat

3 years ago
Siaran PersTanah Papua

Dukung Keanggotaan Penuh ULMWP di MSG, Aksi Dukungan Digelar Secara Nasional di Seluruh West Papua (Sorong – Merauke)

3 years ago
Tanah Papua

Dua Kandidat Calon Gubernur Papua Pegunungan Dinyatakan Lulus Uji Kelayakan Dari MRP

2 years ago
Papua Pegunungan

Wabup Esau Miram Antar Langsung Bantuan Bagi Warga Terdampak Longsor di Distrik Sela

2 months ago
InfrastrukturPapua Pegunungan

Kadistrik Bugukgona Turun Kampung, Pastikan Pembangunan dan Pelayanan Berjalan

4 months ago
Papua PegununganPolhukam

Masyarakat Adat Yahukimo Tolak Pembangunan Pos TNI di Dekai, Sebut Abaikan Aspirasi Warga

2 months ago
PendidikanTanah Papua

Lanny Jaya Jadi Pelopor Sekolah Rakyat di Papua Pegunungan

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?