Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia

admin
Last updated: May 9, 2025 14:23
By
admin
Byadmin
Follow:
2 years ago
Share
6 Min Read
Raga Kogeya Koordinator Pengungsi Nduga di Wamena - Yefta/nirmeke
Raga Kogeya Koordinator Pengungsi Nduga di Wamena - Yefta/nirmeke
SHARE

Oleh: Yefta Lengka

Iklan Nirmeke

Raga Kogeya adalah sala satu tim relawan untuk para pengungsi Nduga sejak tahun 2018 hingga kini. Ia memiliki komitmen yang kuat bahwa tim relawan tersebut akan bubar atau usai jika konflik bersenjata antara TNI-POLRI dan TPNPB di Nduga, Intan Jaya dan beberapa wilayah konflik di tanah Papua berakhir.

Kondisi Pengungsi Nduga di tanah Papua

Ketika terjadi perang antara TNI-POLRI dan TPNPB, masyarakat sipil tinggalkan segala harta benda saat mengungsi. Terutama ternak (babi) mereka, bagi orang Papua (pegunungan) babi adalah harta yang berharga. Pada 2018 bulan Desember sekitar tanggal 3-5 mulai terjadi serangan darat dan udara di Nduga. Saat itu mereka melarikan diri dan hidup di hutan belantara, goa dan lainnya. Tetapi hingga kini mereka telah berada di beberapa kabupaten yang bisa ditempati oleh para pengungsi tersebut diantaranya adalah Jayawijaya, Lanny Jaya, Jayapura, Timika Nabire, Intan Jaya, Puncak, Asmat, Merauke, Sorong dan lainnya. Mereka semua tersisipi dimana keluarga mereka berada.

Tanggapan pemerintah terhadap akses bagi para Pengungsi

Akses pendidikan

Hingga tanggal 04 Desember 2023 ini, kami sudah memasuki tahun ke enam selama berada di pengungsian. Pemerintah masih mengabaikan nasib pengungsi Nduga di tanah Papua. Kami pernah membuka sekolah darurat di Kabupaten Jayawijaya Wamena dan sekolah itu berjalan selama satu tahun enam bulan. Pada bulan ke tujuh sekolah tersebut dibubarkana dan ditutup paksa oleh TNI-POLRI. Dandim 1702 Jayawijaya mengkonfirmasi bahwa pembuatan sekolah darurat tersebut sangat memalukan dengan alasan harga diri negara. Sehingga ia menekan pemerintah kabupaten Nduga agar sekolah darurat tersebut ditutup. Dalam situasi itu pernah terjadi perdebatan antara tim relawan dan pemerintah kabupaten Nduga, tetapi pemerintah terus memaksa kehendaknya dengan kekuatan militer, pada akhirnya tim relawan harus menyerah demi meminimalisir terjadinya konflik.

Baca Juga:  Ini Jumlah Korban Jiwa Akibat Kasus Kekerasan Hingga Konflik Bersenjata di Papua Sepanjang 2022

Hingga hari ini anak-anak pengungsi tersebut menempuh pendidikan di sekolah-sekolah yang ada di kabuparten Jayawijaya, meski jarak berkilo-kilo dan biayanya sekolah dan biaya hidupnya susah. Pemerintah seharusnya menyediakan ruang baca (belajar) khusus untuk anak-anak Nduga. Karena setelah ditutupnya akses pendidikan, banyak anak-anak usia sekolah yang hidup di jalanan, tutup-tutup karton di kendaraan bermotor. Ini situasi yang memalukan dan mematikan bagi nasib generasi Nduga.

Akses kesehatan

Pengungsi asal Nduga yang tersebar di Papua berjumlah 42 titik. Sampai dengan hari ini pengungsi Nduga banyak yang meninggal dunia. Meninggal di hutan, di camp pengungsian dan di keluarga mereka. Beberapa faktor diantaranya adalah administrasi, Bahasa, akses dan biaya. Bahkan yang lebih serius adalah trauma dan stigma terhadap warga Nduga sebagai anggota TPNPB-OPM. Kami selalu bersuara melalui media agar ada kerja sama memerintah Nduga dan Jayawijaya untuk memenuhi akses kesehatan para pengungi. Kami minta supaya setiap titik ada pos pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Tetapi sampai saat ini belum ada. Sekarang baru ada kontrak kerja sama antara Pemerintah Nduga dan Pemerintah Jayawjaya. Sehingga warga Nduga yang ada di Jayawijaya bisa berobat secara gratis di fasilitas kesehatan RSUD Wamena. Itupun masih kurang karena banyak titik yang belum tersedia pos pelayanan kesehatan.

Akses bagi Penyandang Disabilitas

Selama ini kami belum tahu bahwasannya para penyandang disabilitas memiliki hak untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Selama ini kami berpikir bahwa para penyandang disabilitas ini adalah bagian dari diri kami. Dan kami tidak bisa terlepas dari mereka. Banyak para penyandang disabilitas yang ada di wilayah pengungsian. Diantaranya ada yang tidak bisa mendengar, masalah penglihatan, tangan terputus, kaki terputus dan lain sebagainya. Kebanyakan dari mereka mengalami disabilitas akibat terjadinya konflik antara TPNPB-OPM dan TNI-POLRI di Nduga. Ada yang mengalaminya di pengungsian, ada yang kena tembakan saat terjadi aksi tembak menembak antara TNI-POLRI dan TPNPB-OPM di Nduga. Hingga hari ini mereka tidak memiliki akses untuk berobat, termasuk biaya dan lainnya. Karena ada sebagian penyandang disabilitas yang adalah kepala keluarga dan ada juga yang ibu rumah tangga.

Baca Juga:  PSI Target Satu Kursi Fraksi Untuk DPRD Papua Pegunungan

Harapan

Harapannya adalah warga Nduga harus kembali ke kampung halaman mereka, dengan syarat:

Pertama; Negara Indonesia harus tarik kembali militer Indonesia yang ada di kampung halaman mereka. Karena militer Indonesia menganggap bahwa dimana masyarakat Nduga berada disana juga ada TPNPB-OPM berada, dengan demikian masyarakat sipil selalu menjadi korban.

Kedua; Negara Indonesia harus membuka diri untuk melakukan dialog yang difasilitasi oleh pihak ketiga yang disepakati dengan Orang asli Papua, agar konflik bersenjata berakhir dan para pengungsi bisa pulang kembali ke kampung halaman mereka.

Ketiga; kepada kepala perwakilan PBB di Indonesia agar bisa memberikan teguran dan masukan kepada negara Indonesia agar konflik yang sedang terjadi di tanah Papua khususnya di Nduga harus dihentikan. Dan negara harus bertanggung jawab memberikan bantuan bencana kemanusiaan kepada para pengungsi Nduga seperti akses Air bersih, akses pendidikan, akses kesehatan dan akses lainnya. Termasuk bagi penyandang disabilitas Korban konflik bersenjata antara TPNPB-OPM dan TNI-POLRI. Sama seperti pemerintah memberi bantuan bencana alam di beberapa wilayah di tanah Papua.(*)

Related

You Might Also Like

Dua Oknum Polisi Penganiaya Pelajar di Sentani Harus Diberi Sanksi Pidana

Pernyataan Komandan Operasi TPNPB Yahukimo Tolak Rencana Tambang di Distrik Obio dan Suru-Suru

Sempat di Hadang Polisi, KNPB Gelar Aksi di Lapangan Zakeus Abepura

Satu Tahun Kasus Penembakan Tobias Silak: Teriakan Keadilan dari Seorang Ayah

Tren Kasus Kekerasan di Papua Cenderung Meningkat, Ini Sebaran Daerahnya

TAGGED:Pengungsi NdugaPeta Kekerasan di Papua BaratRaga KogeyaTPNPB-OPM

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Wamendagri Kembali Lantik 8 Anggota MRP Provinsi Papua. Ini nama-namanya
Next Article Ini Sikap KNPB Terkait Sabotase Kepemimpinan Baru ULMWP Manase Tabuni
1 Comment 1 Comment
  • Dolin says:
    December 6, 2023 at 15:54

    Hormat ma bro bung yefta 🫡

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
1 day ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
2 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
2 days ago
Sidang Pleno II Musda I HIPMI Papua Pegunungan Tetapkan Antonius Wetipo sebagai Ketua Umum
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
3 days ago
Baca juga
Tanah Papua

Umat Katolik Minta Mendagri RI Copot Ismail Asso Dari Anggota MRP Papua Pegunungan

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Wamena Seperti Anak Kehilangan Induk

2 years ago
Tanah Papua

Wakil Bupati Yahukimo Resmikan Penyaluran 424,380 Ton Bantuan Pangan Beras

6 months ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

Masyarakat Sipil Nilai Tanggapan Pemerintah soal PSN Merauke Abaikan Fakta Lapangan

8 months ago
PolhukamTanah Papua

MRP Papua Pegunungan Kritik Bupati Lanny Jaya yang Tutup Mata atas Pengeboman Warga

4 months ago

Pagi tadi, Bendera Bintang Kejora Berkibar di Pasar Sinakma Wamena

4 years ago
PendidikanTanah Papua

Festival Sekolah Adat Hugulama Angkat Tema “Membangun Pagar Kehidupan Orang Hugula”

3 months ago
PendidikanTanah Papua

Breaking News : Pelajar di Wamena Demo Damai Tolak Makanan Gratis

12 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?