Yogonima, nirmeke.com — Sekolah Adat Hugulama di Kampung Yogonima diharapkan menjadi rumah belajar budaya bagi generasi muda Papua Pegunungan. Harapan tersebut disampaikan masyarakat adat dan pemerintah kampung dalam penutupan Festival Sekolah Adat Hugulama Ke-I Tahun 2026, Sabtu (31/1/2026).
Festival sekolah adat ini menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk belajar bahasa ibu, seni, budaya, serta nilai-nilai hidup masyarakat adat Hugulama. Melalui festival ini, siswa sekolah adat menampilkan berbagai ekspresi budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Plt. Kepala Kampung Yogonima, Patris Itlay, mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan Yogonima sebagai kampung berbasis pendidikan adat, di mana sekolah adat menjadi pusat pembelajaran budaya bagi anak-anak dan generasi muda.
“Kami ingin Kampung Yogonima menjadi rumah belajar budaya. Anak-anak tidak hanya mengenal budaya dari luar, tetapi belajar mengenal jati diri mereka sendiri melalui sekolah adat,” ujarnya.
Menurutnya, Sekolah Adat Hugulama menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.
Dari kalangan akademisi, Rektor ISBI di Tanah Papua menyatakan dukungannya dengan rencana pengiriman mahasiswa untuk praktik, magang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Yogonima. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat proses belajar budaya di sekolah adat.
Ketua Panitia Festival Sekolah Adat Hugulama Ke-I 2026, Yeremias Hisage, mengatakan festival ini akan menjadi agenda tahunan sebagai ruang belajar dan ekspresi budaya bagi generasi muda masyarakat adat.
“Sekolah Adat Hugulama kami harapkan menjadi rumah belajar budaya yang hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.(*)
