Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Dasar Gereja Katolik di Asmat: Mengangkat Kembali Nama-Nama yang Terlupakan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Dasar Gereja Katolik di Asmat: Mengangkat Kembali Nama-Nama yang Terlupakan
Artikel

Dasar Gereja Katolik di Asmat: Mengangkat Kembali Nama-Nama yang Terlupakan

Soleman Itlay
Last updated: September 15, 2025 16:13
By
Soleman Itlay
BySoleman Itlay
Follow:
167 Views
11 months ago
Share
SHARE

Oleh: Engwlberto Namsa

Iklan Nirmeke

ASMAT — “Hari ini saya bersyukur kepada Tuhan. Akhirnya saya menemukan orang-orang asli Asmat yang selama ini saya cari-cari,” ujar saya pada Minggu, 7 September 2025.

Pencarian itu bukan sekadar nostalgia. Ini adalah upaya memperjelas dasar Gereja Katolik di Asmat—bukan hanya dari sisi misionaris Barat, tetapi juga tokoh-tokoh lokal yang membuka jalan bagi karya misi.

Nama para misionaris dan katekis dari luar Papua sudah sering kita dengar: Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville, MSC, Zegwaard, Jan Smit, dan lainnya. Namun nama para penerima misi—penduduk asli Asmat yang pertama kali menerima sakramen baptis, yang menjadi penunjuk jalan, tukang, guru, dan penolong—jarang sekali ditulis. Akibatnya, generasi muda kini sulit mengenal siapa nenek moyang mereka yang telah ikut meletakkan dasar Gereja Katolik di tanah ini.

Ziarah ke Syuru: Menemukan Jejak Pertama

Dorongan itu membawa saya ke Kampung Syuru, tempat di mana misionaris MSC pertama kali diterima masyarakat setempat. Di sana saya bertemu Bapak Imanuel Buyisau (Bapak Manu), tokoh generasi pertama yang kini menjabat Ketua Dewan Stasi Gereja Syuru.

Baca Juga:  Cerita Singkat Awal Kehadiran Gereja Katolik di Wilayah Asmat – Agats

Bersama beliau, saya berziarah ke berbagai lokasi bersejarah: rumah adat Jeuw, lokasi pos misi pertama, sekolah Katolik perdana, hingga pastoran awal. Di sanalah Pastor Gerardus Zegwaard, MSC, pada awal 1953 membangun relasi dengan masyarakat dan memulai pewartaan Injil.

Empat Tokoh Lokal, Dasar Gereja Katolik Asmat

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa ada empat tokoh kunci dari Asmat yang menjadi dasar berdirinya Gereja Katolik di wilayah ini:

  1. Dua penerima Pastor Zegwaard: Bapak CO dan Bapak FD.
  2. Dua penerima baptis pertama: Mama OCY dan WAB.

Nama lengkap mereka belum diungkapkan demi menghormati pertimbangan keluarga, namun akan dimuat secara resmi dalam buku sejarah yang sedang kami susun: “Sejarah Perkembangan Misi Katolik di Tanah Papua.”

Menariknya, sejarah keuskupan selama ini mencatat hanya satu baptisan pada 3 Februari 1953. Namun hasil penelusuran menunjukkan bahwa dua perempuan dari marga lokal dibaptis pada hari itu—sebuah koreksi penting bagi catatan sejarah.

Baca Juga:  Diam yang Terluka

Harapan untuk Gereja

Jika Santo Petrus menjadi dasar Gereja universal di Roma, maka Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville adalah peletak dasar misi Katolik di Papua, dimulai dari Sekru, Fakfak, pada 22 Mei 1894. Demikian pula, Pastor Zegwaard meletakkan dasar misi apostolik di Asmat pada pundak empat orang Asmat tersebut.

Mereka bukan sekadar penerima Injil, melainkan subyek misi—pendiri Gereja lokal bersama para misionaris. Karena itu, gereja perlu memberi penghargaan yang layak bagi mereka.

Saya berharap, selain menulis ulang sejarah dengan lebih lengkap, ke depan ada rekonsiliasi dan wisata religi di lokasi bersejarah ini. Ini bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi meneguhkan identitas iman umat Asmat hari ini.

Noth,  Asmat – Senin, 8 September 2025

Related

You Might Also Like

Taman wisata owasi-owasika di dalam kota Wamena

Hari Misi Pekabaran Injil di Lembah Hugulama

Kapan Orang Hugula Menetap Dan Menganut Agama Lokal di Wilayah Hugulama?

Protes Makan Gratis Pelajar: Gerakan Murni atau Strategi Terselubung?

Ulasan Film Maria Gadis Ambaidiru

TAGGED:Dasar Gereja Katolik di AsmatGereja Katolik di AsmatPastor ZegwaardZiarah ke Syuru

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pilot Muda Papua Aben Salak Disambut Syukuran Tiga Gereja dan Delapan Kampung di Waniok
Next Article Ujaran Rasis Picu Kerusuhan di Yalimo, Satu Orang Tewas dan Dua Luka Akibat Tembakan Aparat
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Komisi V DPR Papua Pegunungan Soroti Pelayanan Kesehatan Dasar, Usulkan Kartu Papua Sehat untuk OAP
Kesehatan Papua Pegunungan
4 days ago
KP3 Resmi Berbadan Hukum, Simson Asso Ajak Pemuda Papua Pegunungan Masuk Dunia Usaha
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
5 days ago
Gubernur Papua Pegunungan Dukung KP3, Beri Bantuan Modal dan Fasilitasi Distribusi Pangan Antarwilayah
Papua Pegunungan Tanah Papua
6 days ago
MRP Papua Pegunungan Keluhkan Anggaran: Delapan Bulan Hanya Terima Gaji, Kunjungan Kerja dan Reses Terhenti
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan
6 days ago
Baca juga
ArtikelEkonomi & BisnisTanah Papua

Wamena: Saat Rakyat Dipaksa Membeli BBM Mahal Tanpa Solusi

1 year ago
Artikel

Diam yang Terluka

3 years ago
ArtikelLensa

Allpino Tabuni: Dari Lanny Jaya Mengelilingi Dunia, Membuktikan Fotografi Bukan Sekadar Hobi

1 year ago
ArtikelPena PapuaTanah Papua

Ko dan Sa Pu Tanah Papua, Tidak Sedang Dibangun, Ia Sedang Dijajah dan Kuasai Ulang

4 months ago
ArtikelSeni & Budaya

Menguak Simbolisme Kuno Noken dalam Tradisi Pernikahan Adat Lembah Baliem

2 years ago
Artikel

5 Perempuan Papua Hebat Yang Layak Disebut “Kartini Papua”

4 years ago
ArtikelPerempuan & Anak

Film “The Women King” Kisah Nyata Dalam Perjuangan Perempuan Afrika

3 years ago
Artikel

Manuver Politik Ganda Wali Kota Jayapura dalam Pusaran PSU Gubernur Papua

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?