Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Diam yang Terluka
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Diam yang Terluka
Artikel

Diam yang Terluka

admin
Last updated: April 25, 2023 10:35
By
admin
Byadmin
Follow:
534 Views
3 years ago
Share
Wasiat diam yang terluka itu mengisyaratkan, ada bangsa yang kalah, dengan sadar akan kekayaan alam tapi tak mampu mengarap. - Ilusrasi
SHARE

)* Oleh Giyai Aleks

Iklan Nirmeke

Kesunyian itu bersambung bersama episode kesepian lainnya, setelah sekelebat badai menerpah pada titian kehidupan, seperti ombak memukul batu karang dari gelombang jahanam tirani, menghunjam bathin, menyeret relung, mengiring rasa, menyikam sukma, hingga terus dan akan mengitari palung waktu, selama lautan penindasan tiada teduh nan damai.

Setenggang luka dan duka sedang menjadi tontonan di tiap tayangan pada layar kehidupan, laksana angin yang tersipu menyibak dada nan usang sekejap. Air mata berlinang sesaat dan renyah seketika mencari ratapan lain, telingga terbuka hanya mengumpul bahan cerita dan menanti menguping sayatan lain dan hingga kesemuanya akan tersimpan rapih di almari khalbu yang rapuh dan khusuk.

Baca Juga:  Kapan Orang Hugula Menetap Dan Menganut Agama Lokal di Wilayah Hugulama?

Mengorek-korek rindu-rindu yang padat nan karam, pada insan-insan di persada koloni yang patah terkulai, tampak saling tergelangsar tiada ingin menyatu. Menyelinap entah kemana dan menyublim entah pada apa? dalam kubanggan dada yang merah di atas kehidupan yang sudah memerah. Seperti gumpalan awan pekat yang di kejar sinar sang mentari tercecer, menyembunyikan separuh hati dan rasa dalam hidup yang lama terluka.

Mungkin, alam sedang menyatuhkan sepi di beberapa keping sunyi, sebelum memulai menulis rindu-rindu ini. Namun, angin sudah membawa sebuah kabar tentang semesta kehidupan, bahasanya; ‘hidup bukan suatu misteri tetapi takdir’ nan bersua lagi, menyatuhlah, melangkahlah dan memberontaklah, niscaya waktu yang tersingkap akan terungkap, jika kehidupan menyembunyikan kebenaran. Takdir akan jadi misteri, jikalau egoitas di pecahkan oleh rasa persatuan kebebanaran. Dan pada ujungnya, kebenaran akan mecari misteri bernama kebebasan yang hakiki.

Baca Juga:  SEBUT SAJA OWASI-OWASIKA

Wasiat diam yang terluka itu mengisyaratkan, ada bangsa yang kalah, dengan sadar akan kekayaan alam tapi tak mampu mengarap. Ada bangsa yang lemah, dengan sadar akan luas tanah tapi tak mampu menghalau penjarah. Ada bangsa yang tertindas, dengan sadar akan terjajah tapi tak mampu melawan. Ada bangsa yang musnah, dengan sadar akan punah tapi tak mampu berjuang, itulah suatu diam yang terluka dalam takta kehidupan yang tertindih.

Bumi Koloni, 01/05/2020

Related

You Might Also Like

Dasar Gereja Katolik di Asmat: Mengangkat Kembali Nama-Nama yang Terlupakan

Mengenang Filep Karma Bapak Ideologis Bangsa Papua

Air Kali Uweima Sumber Kehidupan Masyarakat Balim Huwula

Ini Alasan Krisdahim Kogoya menempuh Pendidikan di China

Kapitalisme Kolonial dan Penjajahan Baru di Tanah Papua

TAGGED:Diam yang TerlukaGiyai Aleks

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Indonesia Mengintensifkan Operasi Keamanan di Tanah Papua
Next Article Peta Kekerasan di Papua Barat: 100 Ribu Orang Terbunuh
1 Comment 1 Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
4 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
Artikel

Mencangkul Harapan: Gerakan Manusia Hugula Dalam Menjaga Budaya dan Alam

9 months ago
ArtikelPena Papua

Paradoks Pembangunan Papua

6 months ago
Artikel

Pecandu Kesunyian

3 years ago
ArtikelPena PapuaSeni & Budaya

Perempuan Lani dan Tali atau Cawat

7 months ago
ArtikelMRP Papua Pegunungan

MRP dan Tuduhan Menghabiskan Dana Otsus Papua

3 weeks ago
Artikel

Manuver Politik Ganda Wali Kota Jayapura dalam Pusaran PSU Gubernur Papua

11 months ago
ArtikelPena PapuaTanah Papua

Ko dan Sa Pu Tanah Papua, Tidak Sedang Dibangun, Ia Sedang Dijajah dan Kuasai Ulang

6 days ago
ArtikelPerempuan & Anak

Film “The Women King” Kisah Nyata Dalam Perjuangan Perempuan Afrika

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?