Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Sistem Noken dan Konflik Pemilu di Papua: Antara Kearifan Lokal dan Ancaman Demokrasi
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Sistem Noken dan Konflik Pemilu di Papua: Antara Kearifan Lokal dan Ancaman Demokrasi
ArtikelTanah Papua

Sistem Noken dan Konflik Pemilu di Papua: Antara Kearifan Lokal dan Ancaman Demokrasi

admin
Last updated: April 13, 2025 21:53
By
admin
Byadmin
Follow:
867 Views
2 years ago
Share
SHARE

Oleh: Akia Wenda

Iklan Nirmeke

Pemilu di Papua, khususnya di wilayah Pegunungan, kerap diwarnai konflik yang menimbulkan kerugian besar, baik dari segi sosial, politik, maupun kemanusiaan. Salah satu penyebab utama yang terus menjadi sorotan adalah penggunaan Sistem Noken, sebuah metode pemungutan suara berbasis tradisi lokal yang secara hukum diakui, namun dalam praktiknya kerap memicu ketegangan dan kekerasan.

Sistem Noken: Diakui Hukum, Dipertanyakan Pelaksanaan

Sistem Noken merupakan metode pemilu tradisional masyarakat adat Papua, di mana suara tidak diberikan secara langsung oleh individu, melainkan diwakilkan oleh kepala suku atau tokoh adat. Sistem ini diakui secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua, serta diperkuat oleh keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan bahwa penerapannya sah selama dilaksanakan secara jujur, transparan, dan berdasarkan kesepakatan bersama.

Namun, kenyataannya di lapangan tidak selalu ideal. Musyawarah adat kerap hanya melibatkan segelintir elit, tanpa partisipasi penuh masyarakat. Akibatnya, sistem ini menjadi ladang subur bagi manipulasi suara dan pemaksaan kehendak kelompok tertentu.

Konflik Pemilu dan Dampaknya di Papua Pegunungan

Pemilu 2024 menjadi contoh nyata dari dampak negatif Sistem Noken. Di sejumlah kabupaten seperti Lanny Jaya, Tolikara, Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Jayawijaya, terjadi bentrokan antarpendukung yang menimbulkan korban jiwa, luka-luka, hingga kerusakan harta benda. Di Lanny Jaya, satu orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam bentrokan Pilkada, sementara rumah dan kendaraan warga dibakar massa.

Baca Juga:  Di Perbatasan RI-PNG Vanimo, Akses Orang Papua Ingin Bertemu Paus Dibatasi 

Manipulasi suara juga dilaporkan terjadi. Di Tolikara, beberapa distrik dilaporkan tidak melaksanakan pemungutan suara, tetapi tetap menghasilkan data perolehan suara di tingkat kabupaten. Praktik seperti ini mencederai kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi dan memicu gugatan hukum serta protes sosial.

Demokrasi yang Tergerus

Sistem Noken, meski dilabeli sebagai kearifan lokal, pada praktiknya sering bertentangan dengan prinsip demokrasi universal: satu orang, satu suara, satu nilai. Banyak warga merasa kehilangan hak konstitusional mereka untuk memilih secara langsung. Ketidakpercayaan ini melemahkan legitimasi pemimpin yang terpilih, sekaligus mengancam stabilitas pemerintahan daerah.

Korban Jiwa dan Trauma Sosial

Konflik yang timbul akibat Pilkada tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan luka sosial yang mendalam. Dalam Pilkada 2024, setidaknya 12 orang dilaporkan tewas, dan ratusan lainnya luka-luka dalam bentrokan yang terjadi di berbagai wilayah Papua Pegunungan. Kekerasan ini menanamkan trauma dan memperparah ketegangan antarwarga maupun antarsuku.

Kepemimpinan Lemah, Pemerintahan Terhambat

Konflik yang menyertai Pilkada sering kali menghasilkan kepala daerah yang minim legitimasi dan kualitas kepemimpinan yang diragukan. Situasi ini memperburuk pelayanan publik dan memperlambat pembangunan. Ketidakstabilan politik di daerah menyebabkan pemerintahan tidak berjalan efektif, dan masyarakat semakin apatis terhadap proses demokrasi.

Baca Juga:  Kejati Papua Minta Permohonan Pra Peradilan Plt Bupati Mimika Dinyatakan Gugur

Permusuhan Berkelanjutan Antar Calon

Permusuhan antara calon kepala daerah dan pendukungnya sering kali tidak berakhir setelah pemilu usai. Konflik yang tidak terselesaikan menciptakan dendam berkepanjangan, yang kemudian terbawa ke pemilu berikutnya, memperpanjang siklus kekerasan dan ketidakstabilan.

Solusi: Menuju Pemilu Damai dan Demokratis

Mengakhiri konflik yang dipicu oleh sistem pemilu di Papua membutuhkan pendekatan holistik yang mengedepankan dialog, reformasi, dan edukasi. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

  • Dialog Terbuka antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh agama, dan pemangku kepentingan lainnya guna mencari solusi bersama yang adil dan inklusif.
  • Pendidikan Pemilu kepada masyarakat agar memahami pentingnya pemilu yang jujur, transparan, dan partisipatif.
  • Pengawasan Ketat dalam seluruh tahapan pemilu untuk mencegah praktik manipulatif.
  • Reformasi Sistem, yaitu beralih ke metode pemilu langsung yang menjamin hak suara individu, tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya lokal.

Penutup

Sistem Noken yang semula dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap budaya lokal kini menjadi salah satu faktor utama yang memicu konflik dalam proses demokrasi di Papua. Saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapannya. Pemilu seharusnya menjadi pesta demokrasi yang menyatukan, bukan ajang perebutan kekuasaan yang menimbulkan perpecahan dan korban jiwa. Perubahan bukan hanya mungkin, tetapi mendesak.

)* Ketua Departemen Pemuda Baptis West Papua, Jurnalis di Wamena, Papua Pegunungan

Related

You Might Also Like

Biro Perkauan GKII Wilayah IV Papua Gelar Ibadah Gerbang Natal

Tokoh Masyarakat Kritik Program Cetak Sawah Rakyat di Isaima, Soroti Pangan Lokal dan Hak Ulayat

SPPMPP Tegaskan Jabatan Sekda Papua Pegunungan Harus Diisi Putra Asli Lapago

Lis Tabuni Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Ikatan Keluarga Lani di Nabire

Pemprov Papua Pegunungan Salurkan 50 Ton Beras untuk Korban Banjir di Lanny Jaya

TAGGED:DOB PapuaOtonomi Khusus PapuaSistem Noken dan Konflik Pemilu di Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Langkah Awal Berantas Miras, Pemkab Jayawijaya Pulangkan Pengedar Cap Tikus ke Kampung Halaman
Next Article MRP Papua Pegunungan Dukung Kebijakan Pemkab Jayawijaya Berantas Miras dan Narkoba
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Bupati Lanny Jaya: PGBP dan PGBWP Bersatu, Tanda-Tanda Alam Sudah Ada
Papua Pegunungan
7 days ago
Asisten III Pemkab Jayawijaya Buka Seminar, Launching Website dan MPAB HMPJ di Jayapura
Pendidikan
7 days ago
Ketua PGBP Serukan Umat Baptis Papua Hentikan Perang Suku dan Tinggalkan Panah-Parang
Papua Pegunungan
1 week ago
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Nisel Payage dan Meno Heluka Bukan Anggotanya
Polhukam Siaran Pers
1 week ago
Baca juga
NasionalTanah Papua

Aksi KNPB di Makassar Sempat Ricuh, Massa Kawal Tuntutan Papua Zona Darurat Kemanusiaan

3 months ago
NasionalPapua TengahPendidikan

Lis Tabuni Ajak Generasi Muda Papua Tengah Kokohkan Persatuan Lewat Sosialisasi Empat Pilar

1 week ago
PolhukamTanah Papua

Jaksa Diminta Tuntut Maksimal Pelaku Penembakan Thobias Silak dan Luka Berat Anak di Yahukimo

1 year ago
Tanah Papua

MRP Provinsi Papua Pegunungan Keluarkan Seruan Perlindungan dan Keberpihakan Celeg OAP Pemilu 2024

3 years ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

Masyarakat Distrik Mugi dan Yogosem Tolak Kehadiran TNI Non Organik di Kampung Ugem

1 year ago
Tanah Papua

Lukatok Untuk Membangun Gereja Manusia Katolik Di Tanah Papua

3 years ago
Ekonomi & BisnisInfrastrukturTanah Papua

Mama-Mama Papua Desak DPR Papua Selatan Setujui Anggaran Pembangunan Pasar Khusus

2 years ago
Tanah Papua

Umat Katolik Pegunungan Tengah Gelar Pasar dan Pameran Pangan Lokal di Wamena

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?