Tolikara, nirmeke.com — Festival Etnik Religi Tolikara (FERT) I Tahun 2026 resmi dibuka di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (12/8/2026).
Selain menjadi ruang perayaan seni, budaya dan religi, pelaksanaan FERT I juga memberikan kesempatan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya anak muda putra-putri Tolikara, untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal.
Keterlibatan UMKM lokal difasilitasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Tolikara dengan menyediakan stan bagi pelaku usaha untuk mengikuti rangkaian festival.
Kesempatan tersebut mendapat apresiasi dari pelaku UMKM muda yang menilai dukungan pemerintah daerah penting untuk membuka akses pasar bagi usaha masyarakat lokal.
Salah satu pelaku UMKM, Betty Grace Kogoya, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara, khususnya Dinas Perindagkop, yang telah memberikan ruang bagi anak muda untuk terlibat dalam festival.
“Terima kasih kepada Bapak Kadis Perindagkop Kabupaten Tolikara yang telah merangkul kami, anak-anak putra-putri daerah yang memiliki UMKM, dan terlebih lagi telah memberikan kami stan untuk ikut meramaikan Festival Etnik Religi Tolikara yang pertama,” ujar Betty Grace Kogoya, SP
Sejumlah usaha lokal juga membuka stan dalam kegiatan tersebut, antara lain Ulla Cafe, Tolinawi Coffee, dan Tolicreamo Ice Cream.
Kehadiran pelaku UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk usaha kreatif anak muda Tolikara kepada masyarakat yang menghadiri festival.
Para pelaku usaha berharap dukungan pemerintah terhadap UMKM lokal dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak muda yang memiliki kesempatan mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan kerja.
Mereka juga berharap kegiatan seperti FERT dapat menjadi ruang pemasaran bagi produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Festival Etnik Religi Tolikara I Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seni, budaya dan religi, tetapi juga menjadi ruang partisipasi ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan anak muda lokal.
Melalui keterlibatan tersebut, potensi usaha kreatif anak muda Tolikara diharapkan semakin dikenal dan berkembang sebagai bagian dari kekuatan ekonomi daerah. (*)
Pewarta: Maru Yanengga

