WAMENA, NIRMEKE.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pegunungan menyiapkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) untuk mengawal dan mendalami pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Papua Pegunungan.
Pembentukan Panja menjadi salah satu langkah DPR Papua Pegunungan dalam menindaklanjuti aspirasi pelajar yang disampaikan saat aksi demonstrasi di Kantor DPR Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).
Aspirasi tersebut antara lain berkaitan dengan pelaksanaan MBG serta tuntutan pelajar agar pemerintah memperhatikan persoalan pendidikan, termasuk permintaan sekolah gratis.
Ketua DPR Papua Pegunungan, Yos Elopere, mengatakan DPR perlu menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui fungsi pengawasan lembaga legislatif.
Panja nantinya diharapkan dapat mendalami pelaksanaan MBG di Papua Pegunungan, termasuk mekanisme pengelolaan program, distribusi makanan, kondisi dapur SPPG serta pelaksanaan program di masing-masing kabupaten.
Langkah tersebut juga diperlukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan MBG, terutama setelah adanya penghentian sementara program di Kabupaten Jayawijaya sejak 14 September 2026.
Dalam pelaksanaannya, program MBG di Papua Pegunungan saat ini mencakup 154 sekolah melalui 13 SPPG yang tersebar di Yahukimo, Jayawijaya dan Lanny Jaya.
Selain mengawasi pelaksanaan MBG, Panja juga akan menjadi ruang bagi DPR untuk menampung dan mendalami aspirasi pelajar terkait pendidikan.
Sebelumnya, dalam aksi di Kantor DPR Papua Pegunungan, pelajar menyampaikan penolakan terhadap MBG dan meminta pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan pendidikan. Mereka antara lain menuntut sekolah gratis, ketersediaan guru serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
DPR Papua Pegunungan menilai aspirasi tersebut perlu dibahas secara kelembagaan agar dapat menghasilkan langkah tindak lanjut yang jelas.
Pembentukan Panja juga diharapkan dapat memperjelas persoalan pelaksanaan MBG di lapangan sekaligus memastikan aspirasi masyarakat dan pelajar menjadi bagian dari pembahasan DPR Papua Pegunungan.(*)

