Karubaga, nirmeke.com – Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) I Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tolikara yang berlangsung di Aula GIDI Karubaga, Selasa (21/7/2026). Dalam forum tersebut, Efraim Wandik ditetapkan secara musyawarah sebagai Ketua KADIN Kabupaten Tolikara.
Musda I KADIN turut dirangkaikan dengan pameran produk unggulan UMKM karya masyarakat asli Tolikara, seperti kopi lokal, es krim buah merah, noken, dan berbagai produk kreatif lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Willem Wandik menegaskan bahwa KADIN harus menjadi wadah pembinaan, mediasi, dan fasilitasi bagi para pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, keberadaan KADIN diharapkan mampu memperkuat dunia usaha lokal sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tolikara.
“Potensi ekonomi yang dimiliki Tolikara sangat besar. Karena itu, perlu dikembangkan melalui sinergi antara pemerintah, KADIN, dan pelaku usaha agar mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pada Musda tersebut, Efraim Wandik yang menjadi calon tunggal resmi ditetapkan sebagai Ketua KADIN Kabupaten Tolikara. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat organisasi, membina pelaku usaha, serta memperluas pemasaran produk-produk unggulan daerah.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus KADIN Provinsi Papua Pegunungan, Bayam Keroman, mengapresiasi terselenggaranya Musda I KADIN Kabupaten Tolikara. Menurutnya, pelaksanaan Musda ini menjadi momentum penting karena sebelumnya KADIN Tolikara belum pernah menggelar musyawarah daerah.
Ia menilai Tolikara memiliki potensi ekonomi yang besar sehingga membutuhkan organisasi KADIN yang kuat untuk mendukung pembangunan dan pengembangan dunia usaha.
Bayam juga mengapresiasi komitmen Bupati Willem Wandik yang memberikan ruang kepada organisasi kepemudaan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan seluruh organisasi penerima dana hibah pemerintah agar mengelola anggaran secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab.
“Bupati Tolikara merupakan mantan aktivis organisasi kepemudaan yang memahami pentingnya peran organisasi dalam pembangunan. Karena itu, jangan main-main. Bekerjalah dengan jujur, hati-hati, dan bertanggung jawab demi kemajuan Kabupaten Tolikara,” tegas Bayam.
Melalui Musda I ini, KADIN Kabupaten Tolikara diharapkan semakin berperan dalam memperkuat sektor usaha, mendorong pertumbuhan UMKM, serta meningkatkan daya saing produk-produk lokal sebagai bagian dari upaya membangun perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)
Pewarta: Maru Yanengga
