Tolikara, nirmeke.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kembali menyalurkan bantuan tahap ketiga bagi korban bencana kebakaran di Kabupaten Tolikara. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik di Karubaga, Jumat (13/2/2026).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran yang terjadi beberapa minggu lalu.
“Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Bapak Gubernur, mengutus kami dari Dinas Sosial untuk membawa bantuan bahan makanan kepada korban kebakaran. Kami datang dalam misi kemanusiaan, itu yang membuat kami hadir di sini,” ujar Yanius.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras sebanyak 5 ton, gula 10 karung, kopi 10 karton, teh 2 karton, garam 12 karton, bumbu masak 5 karton, mi instan 100 karton, minyak goreng 10 karton, susu bubuk 5 karton, serta perlengkapan kebutuhan dasar berupa 100 lembar tikar dan 10 lusin selimut.
Yanius menyebutkan, ini merupakan kali ketiga Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan bantuan ke Tolikara sejak peristiwa kebakaran terjadi.
“Ini sudah ketiga kalinya kami hadir. Sebelumnya kami juga mendampingi Menteri Sosial yang datang dari pusat dua hari lalu. Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang terus memberi dukungan bagi masyarakat Tolikara,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tolikara, Willem Wandik, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah provinsi dalam penanganan dampak kebakaran.
“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Tolikara, kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Papua Pegunungan dan jajaran Dinas Sosial atas empati dan dukungan yang begitu besar. Dukungan ini sangat berarti, baik pada masa darurat maupun dalam tahap pemulihan,” kata Willem.
Ia menegaskan bahwa masa penanganan darurat dan pemulihan masih berlangsung hingga 12 Maret mendatang. Pemerintah daerah, kata dia, masih membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk memastikan proses rekonstruksi berjalan baik.
“Kami masih membutuhkan sinergi dan kolaborasi. Ke depan, rekonstruksi pascabencana ini akan menjadi wibawa pemerintah dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah saat ini terus melakukan pendataan serta memastikan distribusi bantuan tepat sasaran kepada warga terdampak, sembari menyiapkan langkah-langkah pemulihan jangka menengah dan panjang.(red)
