Wamena, nirmeke.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi kepemudaan dari berbagai kampus di Wamena mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pegunungan di Kabupaten Jayawijaya, Rabu (12/3/2026).
Mereka menyampaikan aspirasi penolakan terhadap rencana pemekaran Kabupaten Benawa dari wilayah Kabupaten Yalimo.
Koordinator aksi yang juga Ketua Korwil Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo di Wamena, Abner Mabel, menilai rencana pembentukan daerah otonom baru tersebut belum memenuhi indikator pemekaran wilayah.
“Kehadiran Kabupaten Benawa sangat tidak layak. Indikator pemekaran tidak jelas. Benawa hanya satu distrik dari Kabupaten Yalimo. Jika satu distrik dimekarkan menjadi satu kabupaten, ini akan menjadi sejarah baru di Republik Indonesia,” tegas Abner saat menyampaikan aspirasi.
Aspirasi mahasiswa diterima oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pegunungan dari daerah pemilihan Yalimo, Nahum Mabel, bersama sejumlah anggota dewan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Nahum mengingatkan agar perbedaan pandangan terkait rencana pemekaran tidak memicu konflik di tengah masyarakat.
“Jangan ada konflik horizontal di sana. Semua komponen harus duduk kembali di honai di Kabupaten Yalimo. Kehadiran daerah otonom baru tujuannya apa dan kepentingannya apa, harus jelas dan dipahami bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses pemekaran wilayah harus mengacu pada sejumlah indikator penting, seperti luas wilayah, jumlah sumber daya manusia, jumlah distrik, serta desa.
“Yang paling penting adalah indikator luas wilayah, SDM, juga jumlah distrik dan desa. Jangan sampai masyarakat yang dikorbankan dalam proses pemekaran,” kata Nahum.
Nahum memastikan bahwa aspirasi mahasiswa akan diteruskan kepada pimpinan DPR Papua Pegunungan sesuai mekanisme yang berlaku di lembaga legislatif tersebut.
Usai pertemuan dengan DPR, mahasiswa juga berencana kembali berdialog dengan para tokoh masyarakat dan orang tua di honai Kabupaten Yalimo guna memperkuat sikap bersama terkait rencana pemekaran wilayah tersebut.(Red)*
