Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Rekrutmen Honorer K2 Dinilai Sarat Kepentingan, Guru Lama Dikorbankan hingga Palang SD Inpres Muliama
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Papua Pegunungan > Rekrutmen Honorer K2 Dinilai Sarat Kepentingan, Guru Lama Dikorbankan hingga Palang SD Inpres Muliama
Papua PegununganPendidikan

Rekrutmen Honorer K2 Dinilai Sarat Kepentingan, Guru Lama Dikorbankan hingga Palang SD Inpres Muliama

admin
Last updated: February 25, 2026 16:46
By
admin
Byadmin
Follow:
58 Views
3 months ago
Share
Rekrutmen Honorer K2 Dinilai Sarat Kepentingan, Guru Lama Dikorbankan hingga Palang SD Inpres Muliama - Cuplikan layar
SHARE

Wamena, nirmeke.com – Polemik pengangkatan honorer kategori II (K2) di Kabupaten Jayawijaya memuncak. Sejumlah guru honorer memalang SD Inpres Muliama, Distrik Muliama, sebagai bentuk protes terhadap proses rekrutmen yang dinilai tidak transparan dan sarat kepentingan.

Iklan Nirmeke

Aksi yang viral di berbagai WhatsApp Group (WAG), Selasa (24/2/2026), itu dipicu kekecewaan guru honorer yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun, namun nama mereka tidak tercantum dalam daftar pengangkatan.

Koordinator Honorer K2 Kabupaten Jayawijaya, Yeremias Kossay, menilai proses usulan nama dilakukan secara tertutup oleh BKDPSDM dan pimpinan OPD tanpa membuka ruang verifikasi publik.

“Faktor utama pemalangan karena pihak BKDPSDM dan pimpinan OPD secara tertutup mengusulkan nama tenaga honorer. Kalau proses ini terbuka, tidak akan terjadi pemalangan,” ujarnya kepada NadiPapua melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga:  Dies Natalis Ke-17 Tahun, IMPI Jayapura Komitmen Terus Mengkadernisasi Mahasiswa

Menurutnya, pola tertutup tersebut memunculkan dugaan praktik “orang dalam”. Ia menilai honorer yang memiliki SK dan bukti pembayaran honor sejak 2015–2021 justru tidak diakomodir, sementara tenaga yang masa kerjanya baru satu atau dua tahun bisa masuk dalam daftar.

“Kalau bermain diam-diam, berarti ada kepentingan. Bukan yang sudah mengabdi lama yang diakomodir, tetapi yang baru kerja setahun bisa ikut,” tegasnya.

Yeremias juga menyinggung sekitar 600 nama yang sebelumnya diumumkan oleh pejabat lama dan dinilai memenuhi syarat administratif. Ia mendesak pemerintah saat ini mengakomodir kembali mereka yang memiliki SK pengangkatan dan bukti pembayaran honor secara sah.

Di lapangan, guru honorer mengaku kecewa karena pengabdian 11 hingga 22 tahun tidak mendapat kepastian status. Dalam video berdurasi 4 menit 5 detik yang beredar, para guru meminta Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya turun langsung melihat kondisi mereka sebelum sekolah dibuka kembali.

Baca Juga:  Potret Pendidikan di Kampung Yogonima

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Kaleb Asso, turun ke lokasi bersama jajaran untuk berdialog dengan guru, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat. Ia meminta pemalangan segera dibuka demi kelangsungan pendidikan siswa.

Namun, tuntutan utama para honorer tetap pada pembenahan sistem rekrutmen. Mereka mendesak audit terbuka terhadap daftar nama yang diusulkan serta prioritas bagi honorer yang benar-benar memiliki rekam jejak pengabdian panjang.

Kasus ini memperlihatkan persoalan klasik birokrasi daerah: transparansi dan akuntabilitas dalam pengangkatan tenaga honorer. Jika dugaan praktik titipan dan kepentingan internal tidak dibenahi, kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan terus tergerus—dan yang menjadi korban pertama adalah dunia pendidikan di pegunungan Papua.(Red)*

Related

You Might Also Like

Anak-Anak SD Negeri Hutkimo Tuntut Hak Pendidikan, Desak Kepala Sekolah Diganti

Mahasiswa Yalimo Tolak Rencana Pemekaran Kabupaten Benawa, Desak DPR Papua Pegunungan Kaji Ulang

Anggota DPRK Yahukimo Salurkan Bantuan untuk Raker Klasis Baliem Selatan

Pemdidikan Dimulai Dari Honai

Mahasiswa Jayawijaya di Jayapura Desak Pemda Penuhi Kebutuhan Asrama

TAGGED:Dinas Pendidikan Kabupaten JayawijayaKaleb AssoRekrutmen K2 Kabupaten JayawijayaSD Inpres Muliama

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Wabup Jayawijaya Perketat Pintu Masuk, Pendatang Wajib Kantongi KTP
Next Article Pemkab Yahukimo Salurkan 1 Ton Beras untuk Hutkimo, 22 Warga Meninggal akibat Wabah dan Kelaparan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Berita Foto Nasional Papua Tengah Polhukam
1 week ago
Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 weeks ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 weeks ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 weeks ago
Baca juga
Pendidikan

Yafet Saram Terima Aspirasi Mahasiswa Yahukimo Terkait Beasiswa: Akan Evaluasi Mekanisme Penyaluran

11 months ago
Papua PegununganTanah Papua

Peserta Seleksi DPRK Datangi Kesbangpol, Pertanyakan Hasil yang Belum Diumumkan

2 months ago
Pendidikan

Dinas Pendidikan Ingatkan Sekolah Tak Lakukan Pungli Jelang Penerimaan Siswa Baru

3 years ago
PendidikanSastra

Peran Pendidikan dalam Membangun Generasi Muda Papua

2 years ago
ArtikelPendidikan

Sejarah ODO: Jejak Sekolah Guru Katolik Pertama di Tanah Papua

9 months ago
PendidikanPolhukamTanah Papua

Polisi Tangkap Empat Mahasiswa Uncen Saat Aksi Peringati New York Agreement

8 months ago
PendidikanPerempuan & Anak

Ketua TP PKK Jayawijaya Kunjungi SD Negeri Wowarek, Terharu Melihat Semangat Belajar di Tengah Genangan Air

6 months ago
NasionalPapua TengahPendidikanTanah Papua

Perkuat Jiwa Kebangsaan, Lis Tabuni Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Kaum Muda Papua Progresif

4 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?