Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Rekrutmen Honorer K2 Dinilai Sarat Kepentingan, Guru Lama Dikorbankan hingga Palang SD Inpres Muliama
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Papua Pegunungan > Rekrutmen Honorer K2 Dinilai Sarat Kepentingan, Guru Lama Dikorbankan hingga Palang SD Inpres Muliama
Papua PegununganPendidikan

Rekrutmen Honorer K2 Dinilai Sarat Kepentingan, Guru Lama Dikorbankan hingga Palang SD Inpres Muliama

admin
Last updated: February 25, 2026 16:46
By
admin
Byadmin
Follow:
85 Views
6 months ago
Share
Rekrutmen Honorer K2 Dinilai Sarat Kepentingan, Guru Lama Dikorbankan hingga Palang SD Inpres Muliama - Cuplikan layar
SHARE

Wamena, nirmeke.com – Polemik pengangkatan honorer kategori II (K2) di Kabupaten Jayawijaya memuncak. Sejumlah guru honorer memalang SD Inpres Muliama, Distrik Muliama, sebagai bentuk protes terhadap proses rekrutmen yang dinilai tidak transparan dan sarat kepentingan.

Iklan Nirmeke

Aksi yang viral di berbagai WhatsApp Group (WAG), Selasa (24/2/2026), itu dipicu kekecewaan guru honorer yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun, namun nama mereka tidak tercantum dalam daftar pengangkatan.

Koordinator Honorer K2 Kabupaten Jayawijaya, Yeremias Kossay, menilai proses usulan nama dilakukan secara tertutup oleh BKDPSDM dan pimpinan OPD tanpa membuka ruang verifikasi publik.

“Faktor utama pemalangan karena pihak BKDPSDM dan pimpinan OPD secara tertutup mengusulkan nama tenaga honorer. Kalau proses ini terbuka, tidak akan terjadi pemalangan,” ujarnya kepada NadiPapua melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga:  Dies Natalis Ke-17 Tahun, IMPI Jayapura Komitmen Terus Mengkadernisasi Mahasiswa

Menurutnya, pola tertutup tersebut memunculkan dugaan praktik “orang dalam”. Ia menilai honorer yang memiliki SK dan bukti pembayaran honor sejak 2015–2021 justru tidak diakomodir, sementara tenaga yang masa kerjanya baru satu atau dua tahun bisa masuk dalam daftar.

“Kalau bermain diam-diam, berarti ada kepentingan. Bukan yang sudah mengabdi lama yang diakomodir, tetapi yang baru kerja setahun bisa ikut,” tegasnya.

Yeremias juga menyinggung sekitar 600 nama yang sebelumnya diumumkan oleh pejabat lama dan dinilai memenuhi syarat administratif. Ia mendesak pemerintah saat ini mengakomodir kembali mereka yang memiliki SK pengangkatan dan bukti pembayaran honor secara sah.

Di lapangan, guru honorer mengaku kecewa karena pengabdian 11 hingga 22 tahun tidak mendapat kepastian status. Dalam video berdurasi 4 menit 5 detik yang beredar, para guru meminta Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya turun langsung melihat kondisi mereka sebelum sekolah dibuka kembali.

Baca Juga:  Potret Pendidikan di Kampung Yogonima

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Kaleb Asso, turun ke lokasi bersama jajaran untuk berdialog dengan guru, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat. Ia meminta pemalangan segera dibuka demi kelangsungan pendidikan siswa.

Namun, tuntutan utama para honorer tetap pada pembenahan sistem rekrutmen. Mereka mendesak audit terbuka terhadap daftar nama yang diusulkan serta prioritas bagi honorer yang benar-benar memiliki rekam jejak pengabdian panjang.

Kasus ini memperlihatkan persoalan klasik birokrasi daerah: transparansi dan akuntabilitas dalam pengangkatan tenaga honorer. Jika dugaan praktik titipan dan kepentingan internal tidak dibenahi, kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan terus tergerus—dan yang menjadi korban pertama adalah dunia pendidikan di pegunungan Papua.(Red)*

Related

You Might Also Like

Sekolah Adat Santo Yohanes Pembaptis II Diresmikan: Upaya Menyelami dan Merawat Jati Diri Papua

Mahasiswa Kembu Se Indonesia Tolak Usulan Pemekaran Kembu  

Bupati Tolikara Buka Musda I KADIN, Efraim Wandik Nahkodai Organisasi Pengusaha

Akses Pendidikan Terbatas, Sekolah Adat Hugulama dan Sekolah Jarak Jauh Hadir di Itlay Hisage

DPD II KNPI Yahukimo Serahkan Rekomendasi Hasil Diskusi Panel Pemuda kepada Pemkab

TAGGED:Dinas Pendidikan Kabupaten JayawijayaKaleb AssoRekrutmen K2 Kabupaten JayawijayaSD Inpres Muliama

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Wabup Jayawijaya Perketat Pintu Masuk, Pendatang Wajib Kantongi KTP
Next Article Pemkab Yahukimo Salurkan 1 Ton Beras untuk Hutkimo, 22 Warga Meninggal akibat Wabah dan Kelaparan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

AMPJ Nayak Lauk Jayapura Gelar Diskusi Publik, Dorong Penguatan Kapasitas Mahasiswa Jayawijaya
Pendidikan
1 day ago
HIPMI Dorong KONI Papua Pegunungan Kembangkan Sport Industry Jelang PON XXII
Ekonomi & Bisnis Olaraga Papua Pegunungan
2 days ago
BEM USTJ–LBH Papua: Deforestasi PSN Perparah Dampak El Nino di Papua
Lingkungan Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Kecelakaan Maut Tolikara Diselesaikan Lewat Hukum Adat, Disepakati Rp1, 8 Miliar dan 180 Babi
Papua Pegunungan
3 days ago
Baca juga
Pendidikan

Memprihatinkan, Pelajar dan Mahasiswa Jayawijaya Minta Pemda Perhatikan Kantor Perwakilan di Jayapura

2 years ago
PendidikanTanah Papua

Markus Haluk Ingatkan Mahasiswa Jayawijaya Tentang Pentingnya Literasi

2 years ago
Papua Pegunungan

Pegiat Literasi Desak Pemprov Papua Pegunungan Bangun Perpustakaan Daerah di Wamena

2 months ago
Pendidikan

166 Anggota Baru HMPJ Ikut Seminar Sehari. Ini Pesan Pj Sekda Jayawijaya

2 years ago
Papua PegununganTanah Papua

Pemkab Yahukimo Gelar Rakor Bersama 517 Kepala Kampung, Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas Daerah

6 months ago
Pendidikan

Komunitas Wamena Empowerment Dan Deputi Kunjungi Paud Balim Aradoba

5 years ago
Papua PegununganTanah Papua

Longsor Terjang Dua Kampung di Pronggoli, DPRK dan Warga Buka Posko Kemanusiaan di Dekai

6 months ago
PendidikanPolhukamTanah Papua

Mahasiswa Nduga dan Lani Jaya Se Jawa Bali Minta Pemerintah Mediasi Konflik Horizontal di Wamena

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?