Jayapura, nirmeke.com — Mahasiswa asal Kabupaten Jayawijaya yang tergabung dalam Asrama Mahasiswa Pemda Jayawijaya (AMPJ) Nayak dan Lauk di Kota Studi Jayapura kembali mendesak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya agar segera merealisasikan komitmen pemenuhan kebutuhan fasilitas dan logistik asrama.
Desakan ini disampaikan dalam konferensi pers di Asrama Nayak I, Kawasan Kamkey, Kota Jayapura, pada Jumat (1/8/2025), menyusul keterlambatan penanganan kebutuhan pokok seperti makan-minum (bama), perabotan asrama, hingga rehabilitasi gedung yang tak kunjung dilakukan pemerintah daerah.
Sekretaris Umum Asrama Nayak I, Benius Wamu, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan proposal dan permohonan secara langsung kepada Pemkab Jayawijaya, termasuk kepada Asisten I saat pelantikan pengurus baru asrama beberapa waktu lalu, namun belum ada tindak lanjut konkret hingga kini.
“Sudah beberapa kali kami sampaikan melalui proposal, baik secara tertulis maupun lisan. Pemerintah seharusnya segera tanggap karena ini menyangkut kebutuhan dasar mahasiswa,” ujar Benius kepada media nirmeke.com.
Menurutnya, kondisi asrama saat ini cukup memprihatinkan. Selain gedung yang membutuhkan perbaikan, sejumlah perabot penting juga belum tersedia. Ia juga menekankan pentingnya dukungan logistik bagi mahasiswa yang tinggal di empat asrama milik Pemda Jayawijaya di Jayapura.
“Kami minta pemerintah segera fasilitasi aset-aset asrama, perbaikan kerusakan gedung, pengadaan perabot, dan bantuan makan-minum. Jangan sampai pemerintah kecolongan dalam menangani kebutuhan mahasiswa,” tegasnya.
Benius menambahkan, mahasiswa telah menempuh berbagai cara persuasif, termasuk mendatangi perwakilan pemerintah saat pelantikan pengurus dan saat kedatangan pejabat Pemkab di Bandara Sentani. Namun, belum ada respons memuaskan.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, AMPJ Nayak dan Lauk menyampaikan empat tuntutan utama:
- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya segera memenuhi kebutuhan makan dan minum mahasiswa dari keempat asrama di Jayapura.
- Pemerintah segera memfasilitasi perabotan asrama yang layak.
- Pemerintah diharapkan segera mengaktifkan kembali Kantor Perwakilan Kabupaten Jayawijaya di Sentani, Jayapura.
- Jika tuntutan tidak direspons dalam waktu 1×24 jam, mahasiswa akan mengambil langkah sesuai kemampuan mereka.
“Kami harap ini jadi perhatian serius Pemkab Jayawijaya. Jika tidak direspons, kami siap mengambil langkah lanjutan dalam bentuk aksi,” pungkasnya.(*)
Pewarta: Agus Wilil
